Alex mengatakan untuk Henri dan Arif yang diduga sebagai penerima suap, penegakan hukumnya diserahkan kepada Puspom Mabes TNI dengan supervisi KPK.

- Wartawan

Jumat, 28 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi sempat menjawab pertanyaan Tempo, sehari sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.Awalnya Tempo mengajukan pertanyaan ke Henri ihwal operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jakarta dan Bekasi terkait Basarnas pada Selasa siang, 25 Juli 2023. Penangkapan itu dilakukan KPK di daerah Cilangkap, Jakarta dan Jatisampurna, Bekasi. Penangkapan di Bekasi dilakukan di sebuah warung soto Boyolali.Lewat pesan singkat, Henri mengatakan belum mengetahui kasus yang menjadi sasaran OTT KPK. “Saya juga kurang paham yang mana,” kata dia lewat pesan teks, Selasa, 25 Juli 2023.Meski demikian, Henri mengatakan akan mengikuti proses hukum di KPK. “Tapi kalau sudah KPK ya kita ikuti saja,” tutur dia.

BACA JUGA :  Sambut Perhelatan Side Event KTT ke-42 ASEAN di Bali, ITDC Gelar Beach Clean Up di Pantai kawasan The Nusa Dua

Tempo juga mengkonfirmasi terkait kabar bahwa salah satu orang yang ikut ditangkap adalah Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letnan Kolonel Arif Budi Cahyanto. Namun, Henri mengatakan belum mengetahuinya. “Belum ada laporan resmi ke saya,” kata dia.Sehari setelah tanya-jawab itu, tepatnya Rabu, 26 Juli 2023, KPK menetapkan Henri sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan proyek alat deteksi korban reruntuhan. Nilai suap diduga mencapai Rp 88,3 miliar.

“Diduga HA (Henri Alfiandi) bersama dan melalui ABC (Arif Budi Cahyanto) diduga mendapatkan nilai suap dari beberapa proyek di Basarnas tahun 2021 hingga 2023 sejumlah sekitar Rp 88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Juli 2023.
Alex mengatakan kasus ini akan didalami lebih lanjut oleh tim gabungan penyidik KPK bersama dengan tim penyidik Puspom Mabes TNI.
Dia mengatakan dalam kasus ini, KPK menetapkan 5 tersangka. Selain Henri dan Arif, mereka adalah Mulsunadi Gunawan (MG) Komisaris Utama PT MGCS, MR (Marilya) Direktur Utama PT IGK dan RA (Roni Aidil) Direktur Utama PT KAU.
Alex mengatakan untuk Henri dan Arif yang diduga sebagai penerima suap, penegakan hukumnya diserahkan kepada Puspom Mabes TNI dengan supervisi KPK.

BACA JUGA :  Bakal Calon Gubernur, Hingga Sejumlah Pejabat Apresiasi Sukses Musda III ASISI Nusantara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses hukum lebih lanjut akan diselesaikan oleh tim gabungan penyidik KPK dan tim penyidik Puspom Mabes TNI sebagaimana kewenangan yang diatur di dalam undang-undang,” kata Alex.

BACA JUGA :  LSM Lidik NTB Hearing di DPRD Loteng Pertanyakan Hasil Audit Investigasi Desa Montong Ajan

Sedangkan tiga tersangka sipil yakni Marilya, Roni Aidil, dan Mulsunadi Gunawan, proses hukumnya langsung ditangani oleh KPK.

Tim Penyidik kemudian langsung menahan dua tersangka yakni Marilya dan Roni Aidil selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 26 Juli 2023 sampai dengan 14 Agustus 2023.”Untuk tersangka MG (Mulsunadi Gunawan), kami ingatkan untuk kooperatif segera hadir ke gedung Merah Putih KPK mengikuti proses hukum perkara ini,” kata Alex.

Ketiga tersangka sipil tersebut disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Red supriyadi

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkap, partainya telah menyiapkan kader terbaik, yaitu pengusaha Jusuf Hamka, untuk mendukung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin
Ketua Satgas P3GN Polri Irjen Pol Asep Edi Suheri di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, menyebut, sepanjang periode 4 Mei sampai dengan 8 Juli 2024
Tenggelamnya Seorang Anak di Barejulat, Polres Loteng Lakukan Olah TKP
Prestasi Gemilang, Bripda Rezky Risaldi di Internasional Karate Championship Piala Presiden RI-2024
Suami dari wartawan media online Christin M Wartiningsih, Dr. Petrus Ridaryanto, M.Si, Ak, CPI, CPA, ASEAN CPA, telah meninggal dunia pada hari Minggu
Fantastis, AMNT Setor Dana Bagi Hasil 2022 ke KSB Rp455 Miliar Lebih
Polres Loteng Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-78

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 22:23 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkap, partainya telah menyiapkan kader terbaik, yaitu pengusaha Jusuf Hamka, untuk mendukung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:53 WIB

Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin

Selasa, 9 Juli 2024 - 22:11 WIB

Ketua Satgas P3GN Polri Irjen Pol Asep Edi Suheri di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, menyebut, sepanjang periode 4 Mei sampai dengan 8 Juli 2024

Senin, 8 Juli 2024 - 13:05 WIB

Tenggelamnya Seorang Anak di Barejulat, Polres Loteng Lakukan Olah TKP

Senin, 8 Juli 2024 - 11:21 WIB

Prestasi Gemilang, Bripda Rezky Risaldi di Internasional Karate Championship Piala Presiden RI-2024

Senin, 8 Juli 2024 - 00:45 WIB

Suami dari wartawan media online Christin M Wartiningsih, Dr. Petrus Ridaryanto, M.Si, Ak, CPI, CPA, ASEAN CPA, telah meninggal dunia pada hari Minggu

Minggu, 7 Juli 2024 - 18:41 WIB

Fantastis, AMNT Setor Dana Bagi Hasil 2022 ke KSB Rp455 Miliar Lebih

Selasa, 2 Juli 2024 - 11:31 WIB

Polres Loteng Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-78

BERITA TERBARU

Peristiwa

Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin

Rabu, 10 Jul 2024 - 14:53 WIB