Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan klaim dugaan percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial di wilayah Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, merupakan informasi yang tidak terbukti kebenarannya atau hoaks.

Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Polsek Praya Tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengecekan langsung di lapangan pada Rabu (06/05/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, dalam keterangannya mengatakan bahwa informasi yang beredar bermula dari unggahan salah satu akun Facebook pada Selasa (5/5) terkait dugaan percobaan penculikan anak di Kampung Penyambung, Dusun Majan, Desa Batunyala.

BACA JUGA :  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie dikabarkan akan menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kejaksaan Agung (Kejagung),

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sumber informasi berasal dari grup WhatsApp guru dan wali murid Desa Batunyala. Klaim narasi itu kemudian menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.

“Setelah dilakukan pulbaket dan pengecekan langsung di lapangan, informasi dugaan penculikan anak tersebut dipastikan tidak terbukti kebenarannya,” ujar Iptu Lalu Brata Kusnadi.

Berdasarkan hasil penelusuran petugas kepolisian, peristiwa sebenarnya terjadi pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu seorang warga Kampung Penyambung bernama Inaq ita keluar rumah untuk membeli pulsa di kios yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Anak balitanya bernama Rayanza (3) yang semula berada di rumah kemudian keluar menyusul ibunya sambil menangis. Melihat seorang anak kecil berjalan sendiri di jalan sambil menangis, seorang warga sekitar berupaya membantu dengan mengajak anak tersebut menyusul ibunya.

BACA JUGA :  IndonesianGP 2023: Manfaatkan Pembelian Tiket MotoGP Mandalika 2023 dengan Harga Spesial!

Namun karena si anak terus menangis, warga tersebut bersama beberapa masyarakat lainnya kemudian berinisiatif mengamankan balita itu di sebuah warung milik warga bernama inaq Yani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak lama kemudian, ayah korban bernama Suhaili yang baru pulang bekerja melihat anaknya sedang berada di tengah kerumunan warga. Ia kemudian langsung menggendong dan membawa anak tersebut pulang.

Kepala Dusun Majan atas nama Amin saat dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian juga turut menegaskan bahwa isu penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut tidak benar terjadi.

BACA JUGA :  Polres Loteng Evakuasi Mayat Yang Ditemukan Meninggal Di Saluran Irigasi

Pihak Kepolisian menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya yang berasal dari media sosial dan pesan berantai yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” ucap Kasi Humas Iptu Lalu Brata.

Lebih lanjut, Polres Lombok Tengah berharap masyarakat tetap tenang serta bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan budaya cek fakta sebelum membagikan informasi di ruang digital. (red)

Berita Terkait

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak
KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU
Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!
Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat
Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

Selasa, 15 September 2026 - 19:30 WIB

Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak

Senin, 14 September 2026 - 21:33 WIB

KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU

Senin, 14 September 2026 - 04:19 WIB

Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!

Selasa, 8 September 2026 - 16:32 WIB

Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Selasa, 8 September 2026 - 06:12 WIB

Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

BERITA TERBARU