Gelorakan Gerakan Numerasi Nasional, TKN 22 Pujut Sukses Imbaskan ‘Alur Matematika Gembira’

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Matematika sering kali dianggap sebagai momok menakutkan bagi anak-anak, bahkan di jenjang pendidikan usia dini. Namun, pandangan tersebut perlahan mulai terkikis di Lombok Tengah.

TK Negeri 22 Pujut kini hadir sebagai lokomotif perubahan dengan mengusung metode “Alur Matematika Gembira”, sebuah terobosan untuk menyukseskan Gerakan Numerasi Nasional.

Kegiatan pengimbasan yang diinisiasi oleh Kepala TKN 22 Pujut, Umi Indrawati, S.Pd., ini bukan sekadar seremonial. Program ini merupakan langkah konkret pasca-pelatihan intensif dari Balai Guru Penggerak (BGP) NTB, yang kini ditularkan kepada para pendidik di lingkungan sekolah dan wilayah Gugus IGTKI Kecamatan Pujut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan utamanya adalah menyosialisasikan hasil pelatihan agar sesama rekan guru di sekolah maupun di wilayah Kecamatan Pujut dapat memahami lebih mendalam dan mempraktikkan langsung alur matematika gembira di kelas masing-masing,” ungkap Umi di sela-sela kegiatan, Jumat (22/5/2026).

Mengubah Paradigma: Belajar Tanpa Beban

Umi menekankan bahwa inti dari metode ini adalah mengembalikan hakikat belajar pada anak. Menurutnya, kegelisahan guru terhadap rendahnya minat numerasi siswa sering kali bersumber dari metode yang kurang tepat.

BACA JUGA :  Tiga Putri Tastura Wakili NTB Di STQ dan Musabaqah Al-Hadits Tingkat Nasional 

“Saya selalu menekankan kepada rekan-rekan guru bahwa matematika bagi anak usia dini itu bukan soal siapa yang paling cepat hafal angka. Kita harus berani meninggalkan pola lama yang kaku. Matematika Gembira ini mengajak anak melihat angka sebagai teman bermain melalui media konkret di sekeliling mereka,” tegas Umi.

Melalui diskusi interaktif, para guru menyepakati empat pilar esensial dalam pembelajaran matematika anak usia dini:

Bermain adalah Kunci: Matematika harus dilakukan melalui aktivitas bermain, bukan dengan metode drill (latihan soal) yang kaku.

Media Konkret: Pemanfaatan benda nyata di sekitar mulai dari balok, kancing, hingga lidi dan benda alam menjadi instrumen utama belajar.

Fokus pada Konsep: Fokus dialihkan dari sekadar cepat berhitung menuju pengenalan konsep dasar secara alami.

Eksplorasi Merdeka: Guru berperan sebagai fasilitator yang memberi ruang luas bagi anak untuk bereksplorasi, bukan sekadar mendikte.

BACA JUGA :  Poltekpar Lombok Gelar Yudisium Dua Hari, 284 Mahasiswa Resmi Lulus

Menapaki Tantangan di Lapangan

Transformasi cara mengajar tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Beberapa pendidik mengaku sempat terkendala dalam menyelaraskan metode ini ke dalam dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH).

Umi menyadari sepenuhnya hambatan tersebut. “Kami sangat terbuka dengan tantangan di lapangan. Saya katakan kepada guru-guru, jangan takut jika di awal sesi kelas terasa sedikit ‘berantakan’ atau waktu terasa lebih lama karena anak-anak terlalu asyik mengeksplorasi media. Itu adalah proses belajar yang sesungguhnya. Kami akan terus mendampingi agar manajemen kelas dan administrasi RPP bisa berjalan selaras,” jelas Umi.

Memanen Hasil: Kelas yang Lebih Hidup

Upaya tak kenal lelah tersebut kini membuahkan hasil manis. Di ruang-ruang kelas, pemandangan drastis terlihat. Anak-anak yang dulunya pasif kini lebih berani menghitung benda secara mandiri, mampu mengenali pola, dan suasana kelas berubah menjadi ruang yang kondusif sekaligus ceria.

“Media konkret terbukti menjadi jembatan yang sangat ampuh dalam mentransformasi konsep abstrak menjadi pengalaman nyata yang bermakna bagi anak,” tambah Umi.

BACA JUGA :  Kasta NTB Laporkan Perusahaan di Lombok Timur Dugaan Eksploitasi Air Tanah Ilegal

Langkah Keberlanjutan

Tak ingin berhenti di sini, TKN 22 Pujut telah menyusun peta jalan jangka panjang melalui lima poin Rencana Tindak Lanjut (RTL), di antaranya pendampingan penyusunan RPP Matematika Gembira, kewajiban menghadirkan “Sudut Matematika Gembira” di tiap kelas, hingga pemanfaatan bahan alam dan daur ulang sebagai media edukasi.

Umi menutup dengan harapan besar, “Gerakan ini harus berkelanjutan. Kami ingin setiap guru di Pujut memiliki ‘tas kreatif’ berisi ide-ide matematika yang bisa diterapkan kapan saja. Harapannya, numerasi bukan lagi beban, melainkan kegembiraan yang dinanti setiap pagi oleh anak-anak kita.”

Dengan pengimbasan yang sistematis ini, TK Negeri 22 Pujut telah membuktikan bahwa kreativitas guru adalah kunci utama dalam membangun fondasi numerasi yang kuat sejak dini. Kini, sekolah ini tak hanya bertransformasi ke dalam, tetapi juga menjadi motor penggerak literasi numerasi yang inspiratif di seluruh pelosok Kecamatan Pujut. (rls/red)

Berita Terkait

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab
Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026
Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS
Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang
Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP
Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI
Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560
Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab

Rabu, 30 September 2026 - 12:14 WIB

Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:37 WIB

Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560

Senin, 27 Juli 2026 - 16:22 WIB

Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya

BERITA TERBARU

Sport

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Laku Keras

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:57 WIB