Mahasiswa Kembali Aksi, Desak Eks Kepala Disperindag Dompu Dihukum

- Wartawan

Jumat, 22 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan massa dari Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) NTB kembali menggelar aksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Jumat, 22 Desember 2023. Massa membawa berbagai atribut menggelar aksi di depan pengadilan pada pagi tadi.

Massa mendesak agar PN Tipikor Mataram memvonis bersalah mantan Kepala Disperindag Dompu Sri Suzana yang kini menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi proyek pengadaan alat metrologi Disperindag Dompu.

Selain menggelar aksi di PN Tipikor, Mahasiswa juga menggelar aksi di Pengadilan Tinggi NTB menuntut hal yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini merupakan aksi kedua kalinya oleh mahasiswa. Sebelumnya pada Selasa, 19 Desember 2023, massa juga menggelar aksi dengan tuntutan yang sama.

BACA JUGA :  Ayo Daftar Sekarang ! Poltekpar Buka Pendaftaran Jalur Mandiri

Kordum Aksi, Fadil mengatakan aksi kedua massa ini sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk memerangi korupsi yang telah menyebabkan kerugian negara.

Fadil menjelaskan, dalam kasus yang menjerat Sri Suzana, jaksa penuntut menemukan kerugian negara sekitar Rp384 juta. Itu katanya merupakan dana yang besar dan mampu menyelamatkan bayi-bayi yang mengalami stunting di NTB.

“Uang negara sebesar Rp384 juta raib di tangan para koruptor. Padahal dana tersebut sangat besar dan bisa digunakan untuk menekan angka stunting,” katanya.

Dia juga mengatakan, mahasiswa yang tergabung dalam APPM NTB akan terus mengawal kasus tersebut, hingga terdakwa divonis bersalah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

“Sesuai janji kami kemarin bahwa kami akan terus mengawal kasus tersebut dan mendukung pengadilan untuk memvonis berat para pelaku,” ujar dia.

BACA JUGA :  Jika Paket Zul-Pathul Terbentuk, Kemenangan Gemilang Diprediksi Tercapai

Kasus tersebut membuat janggal para mahasiswa. Pasalnya dua pelaku dalam kasus tersebut sudah dijebloskan ke penjara usai vonis hakim. Sementara Sri Suzana mendapat perlakuan berbeda. Dia tidak ditahan dalam statusnya sebagai terdakwa. Dia hanya menjadi tahanan kota.

“Ini kan perlakukan yang berbeda. Jadi kami khawatir jika nanti justru dia bebas,” katanya.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Mataram, Lalu Moh. Sandi Ramadhan yang menemui massa aksi, mengatakan majelis hakim pada prinsipnya akan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekaligus keterlibatan terdakwa dalam kasus tersebut. Sehingga, dia meminta masyarakat bersabar untuk menanti vonis tersebut.

“Tuntutan sudah dibacakan 1,9 tahun terbukti pasal 3. Untuk acara sidang minggu ini tanggapan JPU. Untuk putusan pasti akan dipertimbangkan semua, bukan hanya kepentingan masyarakat tapi untuk kepentingan terdakwa. Intinya adil untuk semua pihak,” ujar Lalu Sandi.

BACA JUGA :  Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian

Pada kasus tersebut telah menyeret tiga terdakwa. Dua di antaranya telah ditahan usai divonis pengadilan.

Iskandar selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) divonis pidana penjara selama satu tahun dan lima bulan serta denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Kemudian, Yanrik selaku pelaksana proyek dijatuhi hukuman penjara satu tahun dua bulan serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dia juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp135 juta. Jika uang pengganti tidak dibayar, maka harta benda miliknya akan dilelang oleh negara. Namun jika tidak memiliki harta benda, akan dipenjara selama enam bulan.

Suzana sebelumnya dituntut oleh jaksa dengan hukuman penjara selama satu tahun sembilan bulan.

Berita Terkait

Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan 118 Kepala Desa Sekabupaten Lombok Tengah
Libur Sekolah, Pergerakan Penumpang di Bandara Lombok Meningkat
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana pada hari ulang tahun BNPT ke-14 di Kompleks BNPT,
Hari Kedua Operasi Patuh Rinjani, Polres Loteng Tindak 79 Pelanggar Lalu Lintas
Untuk Menciptakan Situasi Aman dan Kondusif, Polsek Ambalawi Laksanakan Patroli Cipkon KRYD
Polres Loteng Gelar Apel Operasi Patuh Rinjani 2024
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkap, partainya telah menyiapkan kader terbaik, yaitu pengusaha Jusuf Hamka, untuk mendukung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 21:29 WIB

Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan 118 Kepala Desa Sekabupaten Lombok Tengah

Rabu, 17 Juli 2024 - 15:11 WIB

Libur Sekolah, Pergerakan Penumpang di Bandara Lombok Meningkat

Selasa, 16 Juli 2024 - 20:55 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana pada hari ulang tahun BNPT ke-14 di Kompleks BNPT,

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:42 WIB

Hari Kedua Operasi Patuh Rinjani, Polres Loteng Tindak 79 Pelanggar Lalu Lintas

Selasa, 16 Juli 2024 - 05:34 WIB

Untuk Menciptakan Situasi Aman dan Kondusif, Polsek Ambalawi Laksanakan Patroli Cipkon KRYD

Selasa, 16 Juli 2024 - 05:15 WIB

Polres Loteng Gelar Apel Operasi Patuh Rinjani 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 22:23 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkap, partainya telah menyiapkan kader terbaik, yaitu pengusaha Jusuf Hamka, untuk mendukung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:53 WIB

Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin

BERITA TERBARU

Teknologi

ITDC Dorong Konektivitas Penerbangan ke Lombok Melalui FGD

Kamis, 18 Jul 2024 - 15:49 WIB