Warga BTN Wisma Permata Tagih Janji Developer, Ancam Lapor Polisi Jika Tak Digubris

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan Warga BTN perumahan Wisma Permata yang dibangun PT Permata Karya Lombok merasa ditipu oleh pihak developer setelah 3 tahun tidak menunaikan janji dan kewajibannya.

Proyek perumahan tersebut diketahui berlokasi di Jalan Darul Hikmah IV Terong tawah, Lombok Barat.

Ketua RT Perumahan Wisma Permata Fauzan Hadi mengatakan, warga merasa pihak perusahaan diduga sengaja tidak menunaikan janji dan kewajibannya bahkan melakukan penipuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya, Jika pihak developer tidak merespon, warga berencana akan mengadukan PT. Permata Karya Lombok ke pihak berwajib dengan alasan penipuan

“Janji dan Kewajiban yang belum dilakukan banyak ada pengundian 3 unit mobil, melakukan pemasangan CCTV, pemasangan paving block, pembangunan pagar tembok perumahan dan masih banyak lagi,” jelas Fauzan saat diwawancarai, Kamis (5/12/2024).

BACA JUGA :  PUPR Lombok Tengah Berikan SP3 Minimarket Bermasalah di Selong Belanak

Fauzan pun menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang menimpa warganya.

Dikatakannya, pada tahun 2021, PT Permata Karya Lombok membuka proyek perumahan di Jalan Darul Hikmah IV Terong tawah, Lombok Barat.

Pada awal promosi, PT. Permata Karya Lombok menawarkan promosi 3 undian mobil bagi konsumen yang membeli secara cash. Dari hasil promosi ini terdapat 50 orang konsumen yang berhak ikut undian 3 unit mobil.

Sudah 3 tahun berlalu, PT. Permata Karya Lombok belum juga menunaikan kewajibannya, dengan berbagai alasan PT. Permata Karya Lombok selaku developer terus pengundian mobil.

“Sudah berapa kali dilakukan langkah persuasif dengan cara komunikasi antar warga yang berhak mendapatkan undian mobil dengan Taufikurrahman selaku direktur utama PT. Permata Karya Lombok,” jelas Fauzan.

Warga juga sudah mengunjungi kantor PT. Permata Karya Lombok untuk meminta kejelasan perihal pengundian mobil. Akan tetapi sampai sekarang undian 3 unit mobil tersebut belum terealisasi.

BACA JUGA :  PTPN2 Lakukan Pembersihan Areal HGU No.94 PTPN 2 Kebun Limau Mungkur

Fauzan mengatakan, musholla perumahan tidak ditembok oleh pihak developer sehingga anjing seringkali keluar masuk. Warga akhirnya berinisiatif secara mandiri untuk melakukan penembokan.

Fauzan mengaku warga sudah lelah melakukan komunikasi dengan pihak developer, hingga akhirnya berinisiatif sepakat menyampaikan keluhannya melalui media massa.

“Bahkan, jika langkah ini belum berhasil, kami berencana akan mengadukan PT. Permata Karya Lombok ke pihak berwajib dengan alasan penipuan,” tegas Fauzan.

Lebih lanjut Fauzan mengatakan, selain masalah undian mobil, PT. Permata Karya Lombok juga belum membangun tembok keliling perumahan dan beberapa titik jalan yang masih belum tuntas dikerjakan.

Gerbang perumahan juga belum sepenuhnya sesuai rencana pembangunan. Kondisi ini menyebabkan perumahan belum sepenuhnya rapi. Rumah tersebut terisi hanya 50 persen dari sekitar total 150 rumah.

BACA JUGA :  Gelar Roadshow Chapter VIII, Jasa Raharja dan Fordigi BUMN Ajak Ribuan Mahasiswa di Bali Tingkatkan Kemampuan Digital

“Kami sangat kecewa karena developer tidak penuhi janjinya. Kami juga sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh developer padahal Lokasi perumahan ini sudah sangat strategis, terletak di perbatasan Lombok barat dan Mataram sehingga akses ke Kota Mataram sangat mudah,” beber Fauzan Hadi.

Akses ke fasilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit Kota Mataram juga sangat mudah. Jika disempurnakan sesuai rencana awal Pembangunan, perumahan Wisma Permata akan semakin cantik dan nyamanan bagi semua warganya.

Drektur utama PT. Permata Karya Lombok, Taufikurrahman, saat dihubungi Tribun Lombok melalui berkali-kali pesan maupun sambungan telepon tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Wartawan Tribun Lombok akan terus berusaha menghubungi Taufikurrahman untuk mendapatkan penjelasan mengenai tuntutan warga BTN Perumahan Wisma Permata.

Berita Terkait

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB