Kisah Amaq Rasip: Menantang Lahan Kering Segala Anyar dengan Wangi Kopi Arabika

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Desa Segala Anyar dikenal sebagai wilayah dengan karakteristik lahan kering dan tadah hujan. Namun, di tangan Amaq Rasip (60), keterbatasan itu justru menjadi ladang pembuktian. Di atas lahan seluas 12 are miliknya, tepatnya di Kebon Kupi Langan Dadih, Dusun Kadik II, tanaman kopi jenis Arabika dan Robusta tumbuh subur dan kini memasuki masa panen raya.

​Keberhasilan ini tidak datang dalam semalam. Amaq Rasip telah memulai ikhtiar ini sejak empat tahun silam. Kini, kerja kerasnya terbayar saat melihat 300 pohon kopi di kebunnya mulai merunduk karena beban buah yang lebat.

​”Terdapat 300 pohon kopi di kebun ini yang sekarang telah memasuki masa panen. panen tahun ini adalah yang terbanyak sejak pohon kopi ini ditanam,” jelas Amaq Rasip saat ditemui di kebunnya, Minggu (12/4/2026).

BACA JUGA :  Desa Aik Mual Banggakan Kabupaten Lombok Tengah di Tingkat Nasional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Laki-laki yang telah memasuki usia kepala enam ini menceritakan bahwa perjalanannya mencari komoditas yang tepat sempat diwarnai bongkar pasang tanaman. Sebelum mantap dengan kopi, ia telah mencoba berbagai jenis tanaman lain namun hasilnya tidak sesuai harapan.

​”Sebelumnya, berbagai komoditas pertanian pernah ditanam di lahan ini, seperti pisang, pepaya dan lainnya. Namun belum membuahkan hasil yang signifikan sehingga dirinya terus melakukan upaya untuk mengganti dengan tanaman lain. Hingga suatu hari saya nekat membeli bibit kopi dan menanamnya di lahan ink,” ungkapnya.

​Ketekunan Amaq Rasip untuk mempelajari hal baru patut diacungi jempol. Di lingkungannya, ia adalah pionir yang berani menanam kopi jenis Arabika. Melalui berbagai inovasi dan rekayasa lingkungan yang dilakukannya secara mandiri, ia berhasil mematahkan anggapan bahwa kopi sulit tumbuh optimal di lahan kering Segala Anyar.

BACA JUGA :  Kejaksaan RI Periksa Menteri Dito Ariotedjo Terkait Perkara Dugaan TPPU

​”Umur kepala enam tidak menghalanginya untuk mempelajari hal baru, karena kopi jenis arabika hanya dirinya saja yang baru mulai menanam. Berbagai inovasi dan rekaya lingkunhan yanh dilakukan sehinggal alhamdulillah panennya di tahun keempat bisa lebih membuahkan hasil,” tambahnya.

​Tak hanya fokus pada panen pribadi, Amaq Rasip kini juga menyediakan bibit kopi arabika bagi para petani lain yang ingin mencoba peruntungan serupa.

​Keberhasilan Amaq Rasip mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Segala Anyar. Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menilai bahwa wilayahnya memiliki potensi strategis meskipun didominasi lahan tadah hujan.

​”Petani petani kita mengoptimalisasikan lahan tadah hujan dengan menanam berbagai komoditas salah satunya yang dikembangkan oleh orang tua kami amaq rasip dengan menanam kopi robusta dan arabika, dengan lahan yang terbatas beliau dan dengan tantangan keterbatasan air mampu membuktikan bahwa jenis kopi jenis robusta dan arabika bisa tumbuh subur dan menghasilkan selain komoditas lain yg ditanam oleh warga segala anyar melon,semangka, cabe,tomat bawang,” jelas Ahmad Zaini.

BACA JUGA :  FORKA Loteng Rayakan HUT ke 2 Dengan Tabligh Akbar dan Giat Sosial

​Langkah Amaq Rasip menjadi katalisator bagi pemerintah desa untuk mengembangkan pertanian terpadu. Melalui BUMDes dan kelompok petani muda, pihak desa tengah berupaya memproduksi pupuk organik yang memanfaatkan kotoran hewan (kohe) dari peternakan sapi, kambing, hingga ayam milik warga setempat.

​Zaini juga membeberkan rencana besar desa dalam waktu dekat, termasuk kolaborasi internasional untuk memperkuat sektor pangan.

​”Dan sekarang ini kita menjalankan kerjasama dengan wakai farm jepang utk mengembangkan atau budidaya sayur²an organik dan rencana wakai farm akan membangun greenhouse untuk mendukung upaya pengembangan tersebut,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Lalu Ratmaji antar Desa Semparu Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi NTB 2026
Desa Bilebante Raih Juara 1 Penjaringan Desa Berprestasi Tingkat Provinsi NTB 2026
Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Pathul Bahri Melenggang Ke Pusat, Menlu RI Sugiono Tunjuk Jadi Wabendum PB IPSI
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persadha Nusantara Resmi Dilantik
Duta Lingkungan NTB Gencarkan Gerakan Hijau, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Beraksi
Diskominfo Lombok Tengah Tingkatkan Pengamanan Ruang Siber Kolaborasi dengan BSSN
HUT Ke-81 RI, Pathul Bahri: Pentingnya Pembangunan Inklusif di Lombok Tengah
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:34 WIB

Lalu Ratmaji antar Desa Semparu Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi NTB 2026

Jumat, 11 September 2026 - 10:28 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Selasa, 8 September 2026 - 05:54 WIB

Pathul Bahri Melenggang Ke Pusat, Menlu RI Sugiono Tunjuk Jadi Wabendum PB IPSI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persadha Nusantara Resmi Dilantik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Duta Lingkungan NTB Gencarkan Gerakan Hijau, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Beraksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Diskominfo Lombok Tengah Tingkatkan Pengamanan Ruang Siber Kolaborasi dengan BSSN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:40 WIB

HUT Ke-81 RI, Pathul Bahri: Pentingnya Pembangunan Inklusif di Lombok Tengah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Anggota Kodim 1620/Loteng Serka Umar Bakri Pimpin Pasukan Pengibar Bendera HUT Ke-81 RI

BERITA TERBARU

Pemerintahan

Masyarakat Lebih Mudah Akses Informasi, Lombok Tengah Perkuat PPID

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:28 WIB

Politik

Ketua DPD Gerindra NTB Tutup Diklat Laskar Gerindra 2026

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:22 WIB

Peristiwa

KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU

Senin, 14 Sep 2026 - 21:33 WIB