NESIANEWS.COM – Di jantung Bazaar Mandalika, aroma daging panggang bercampur dengan riuh rendah percakapan wisatawan. Di antara deretan gerai UMKM yang berjejer, satu nama kerap menjadi buah bibir pengunjung: Boom Burger. Bukan sekadar gerai cepat saji biasa, tempat ini merupakan potret hidup bagaimana deru mesin di Pertamina Mandalika International Circuit berbanding lurus dengan kepul asap dapur warga lokal.
Yuni, sang pemilik, sudah dua tahun terakhir menggantungkan asanya di sini. Sejak bergabung menjadi bagian dari UMKM Mandalika, ia menyaksikan transformasi kawasan ini dari sekadar destinasi wisata menjadi magnet ekonomi melalui konsep sport tourism kelas dunia.
”Kami menyajikan perpaduan menu lokal dan western. Yang paling banyak dicari itu burger dan kebab, meski kami juga punya pizza dan makanan lokal lainnya,” ujar Yuni saat ditemui di gerainya, Rabu (18/2/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsistensi adalah kunci. Dalam kondisi normal, Boom Burger mampu melepas rata-rata 200 porsi burger setiap hari. Namun, angka ini hanyalah pembuka. Saat bendera start dikibarkan dalam ajang internasional seperti MotoGP, GT World Challenge Asia, hingga event lari seperti Pocari Run, dapur Yuni seolah ikut “meledak”.
”Kami sangat berterima kasih kepada ITDC dan MGPA. Berkat acara besar seperti MotoGP, omzet kami bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat,” ungkap Yuni penuh syukur. Lonjakan ini tak hanya soal angka, tapi juga tentang perputaran ekonomi yang lebih luas—mulai dari penyerapan tenaga kerja tambahan hingga peningkatan permintaan bahan baku lokal.
Bazaar Mandalika kini bukan sekadar tempat singgah, melainkan etalase bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu pasar global. Wisatawan mancanegara mendapatkan rasa yang familiar melalui menu western, sementara pengunjung domestik tetap bisa menikmati cita rasa yang dekat di lidah.
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa dampak ekonomi bagi pelaku UMKM adalah salah satu pilar utama penyelenggaraan setiap ajang di Mandalika. Menurutnya, keberhasilan sebuah sirkuit tidak hanya diukur dari suksesnya balapan, tapi dari seberapa ramai transaksi di pasar-pasar lokal sekitarnya.
”Setiap event yang kami hadirkan bukan hanya tentang olahraga semata, tetapi bagaimana ekonomi lokal bergerak. UMKM seperti Boom Burger adalah bagian penting dari ekosistem ini,” jelas Priandhi.
Ia menambahkan, MGPA berkomitmen untuk memastikan adanya multiplier effect atau dampak pengganda yang nyata. Kehadiran produk lokal, kuliner, hingga kerajinan tangan di kawasan The Mandalika menjadi wajah keramahtamahan yang melengkapi kemegahan infrastruktur sirkuit bertaraf dunia tersebut.
Bagi Yuni dan pelaku usaha lainnya, setiap event internasional adalah harapan baru. “Harapan kami, semoga semakin banyak event besar agar wisatawan terus berdatangan ke Mandalika,” tutupnya.

































