Kasta NTB Soroti Penutupan Ratusan Dapur SPPG di NTB

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan (suspend) operasional 302 unit dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu kritik keras. Langkah ini diambil lantaran ratusan dapur tersebut kedapatan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang memadai.

​Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, menilai fenomena ini sebagai bentuk keteledoran fatal dari pihak BGN. Menurutnya, BGN terkesan terburu-buru dalam mengoperasikan program tanpa melakukan verifikasi dokumen esensial secara ketat sejak awal.

​”Program Makan Siang Gratis (MBG) seharusnya dijalankan dengan baik dan tahapan yang tidak sekedar asal beroperasi segera, tetapi harus memprioritaskan seluruh syarat dan ketentuan yang ada terutama dari aspek perizinan dan dokumen-dokumen penting lainnya,” tegas Wink Haris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).

BACA JUGA :  Acara pasukan 08 pada pelantikan provinsi Banten

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ia menekankan bahwa aspek higienitas dan sanitasi merupakan poin krusial dalam program ini. Mengingat program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut bersentuhan langsung dengan kesehatan siswa, standar keamanan pangan tidak boleh dikompromikan.

​”Hal tersebut sangat penting menjadi perhatian BGN karena program prioritas presiden Prabowo tersebut berkaitan dengan hyginitas makanan dan jaminan produk makanan yang sehat untuk dikonsumsi siswa-siswi sebagai penerima manfaat, sehingga potensi terjadinya peristiwa keracunan dapat diminimalisir dan kualitas makanan terjamin,” tambahnya.

BACA JUGA :  KMHDI NTB Gelar Dharma Camp XIII, Bentuk Karakter Generasi Muda Hindu

​Berdasarkan data yang dihimpun, NTB menjadi salah satu provinsi dengan jumlah dapur SPPG terbanyak yang ditangguhkan operasionalnya di tingkat nasional. Tingginya angka penutupan sementara ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan BGN di lapangan.

​”Tingginya angka penutupan sementara ini dianggap sebagai bukti lemahnya pengawasan BGN di lapangan yang cenderung asal-asalan,” ungkap Wink Haris.

​Atas dasar itu, Kasta NTB menuntut BGN untuk mengambil langkah yang lebih tegas ketimbang sekadar penutupan sementara. Mereka mendesak agar dapur yang membandel segera ditutup secara permanen.

​”Kami meminta langkah lebih tegas dari BGN untuk tidak sekedar melakukan penutupan sementara terhadap dapur SPPG yang tidak memenuhi dokumen esensial berupa SHLS dan IPAL tetapi agar melakukan langkah lebih tegas lagi berupa penutupan permanen, apalagi pihak BGN sendiri sejak awal sudah memberikan warning kepada pemilik dapur SPPG tersebut untuk melengkapi dokumen namun diabaikan karena imbas dari penutupan sementara ini jelas merugikan siswa sebagai penerima manfaat dan menghambat capaian target dari program strategis nasional tersebut,” pungkas Wink Haris.

BACA JUGA :  Antisipasi Kenakalan Remaja, Samapta Polres Sumbawa Periksa Remaja Yang Nongkrong

​”Keterlambatan ini dikhawatirkan akan mengganggu distribusi nutrisi bagi ribuan siswa di NTB sekaligus menjadi rapor merah bagi implementasi program strategis nasional di wilayah tersebut,” sambungnya. (AD)

Berita Terkait

Gubernur NTB Polisikan Aktivis Soal Sebar Nomor HP: Demokrasi di Titik Nadir?
Kasta NTB, Akses Siswa Terputus, Jembatan di Mujur Praya Timur Tak Kunjung Diperbaiki Sejak 2025
Dugaan Pemalsuan Surat di Desa Penujak, Polisi Proses Laporan Warga Karang Daye
Keracunan Massal Siswa di Praya Tengah, Kasta NTB: Pengelola SPPG Lalai Jalankan Aturan
KASTA NTB Serahkan Laporan Dugaan Dana Siluman DPRD ke Kejati, 13 Oknum Disebut Terima Aliran Dana
Konsultan Laporkan Mitra Dapur MBG di Lombok Tengah ke Polisi Atas Dugaan Penipuan
Transparansi Kejari Loteng: Buka Data Perkara, Kedepankan Hukum Humanis
LSM KASTA NTB Pasang Badan Kawal Guru Agama yang Diduga Dianiaya Oknum Kades
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:38 WIB

Gubernur NTB Polisikan Aktivis Soal Sebar Nomor HP: Demokrasi di Titik Nadir?

Rabu, 15 April 2026 - 15:56 WIB

Dugaan Pemalsuan Surat di Desa Penujak, Polisi Proses Laporan Warga Karang Daye

Sabtu, 11 April 2026 - 16:55 WIB

Keracunan Massal Siswa di Praya Tengah, Kasta NTB: Pengelola SPPG Lalai Jalankan Aturan

Rabu, 8 April 2026 - 06:48 WIB

KASTA NTB Serahkan Laporan Dugaan Dana Siluman DPRD ke Kejati, 13 Oknum Disebut Terima Aliran Dana

Minggu, 5 April 2026 - 08:52 WIB

Konsultan Laporkan Mitra Dapur MBG di Lombok Tengah ke Polisi Atas Dugaan Penipuan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:41 WIB

Transparansi Kejari Loteng: Buka Data Perkara, Kedepankan Hukum Humanis

Jumat, 3 April 2026 - 19:07 WIB

LSM KASTA NTB Pasang Badan Kawal Guru Agama yang Diduga Dianiaya Oknum Kades

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Merasa Dizalimi, Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Akan Melapor ke Jaksa Agung dan DPR RI

BERITA TERBARU