Diwarnai teriakan ratusan warga Parungpanjang Kabupaten Bogor nekad melakukan aksi penghadangan alat berat yang tengah mengerjakan proyek milik pengembang di Kampung Nangela Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor,

Minggu, 8 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diwarnai teriakan ratusan warga Parungpanjang Kabupaten Bogor nekad melakukan aksi penghadangan alat berat yang tengah mengerjakan proyek milik pengembang di Kampung Nangela Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, Jumat (6/9/2024) siang.

Tidak hanya sebatas menghadang, bahkan sejumlah warga berusaha naik mengambil alih kemudi yang tengah dioperasikan disertai adu mulut dan nyaris baku hantam dengan pengemudi alat berat.Aksi warga tersebut dipicu kemarahan mereka karena pihak pengembang sengaja menyerobot lahan yang hingga kini belum diselesaikan pembayarannya. Mereka menuntut pihak pengembang untuk menyelesaikan terlebih dahulu pembayaran atas lahan mereka sebelum memulai proyek.

BACA JUGA :  Perkara Pidana Umum di Lombok Tengah Melonjak, Warga Diajak Pantau Lewat Sistem Digital

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Tomi mengungkapkan bahwa lahan seluas satu hektar milik salah satu ahli waris diakuinya tidak merasa menjual lahan tersebut namum pihak pengembang bersikukuh telah memiliki akte jual beli.“Salah seorang ahli waris tidak merasa sudah menjual lahan seluas satu hektar kepada pihak pengembang namun mereka mengklaim punya bukti surat jual beli, padahal pemiliknya tidak tahu menahu,” ujar Tomi.

BACA JUGA :  Kedapatan Membawa Sabu, Dua Pemuda Diamankan Polsek Pratim

ADVERTISEMENT

BACA JUGA :  Polres Lombok Tengah Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pencurian Kabel PJU

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pun akhirnrya menghadang kehadiran alat berat yang tengah beroperasi dan meminta menghentikan pekerjaan hingga urusan pembayaan lahan selesai dilakukan pihak pengembang.

“Warga akan tetap melakukan aksi penghadangan alat berat milik pengembang yang tengah beroperasi mengerjakan proyek jika tuntutan tidak dipenuhi,” tegas salah seorang warga.

Berita Terkait

Viralll Video Investigasi BBC “Kekerasan Seksual”, Wali Santri Datangi Ponpes ABW di Jonggat, Lombok Tengah
Vonis 14 Tahun Penjara untuk Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas, Hakim PN Praya Nyaris Penuhi Tuntutan Jaksa
Saksi Ungkap Peran Empat Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll di Loteng
MYA (25) Oknum Guru Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Ditahan Kejaksaan Negeri Lombok Tengah
Semua Fakta dan Alat Bukti Siap Dibuka dalam Sidang Korupsi Pengadaan Dump Truck Rabu Depan
4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah
Polres Loteng Berhasil Amankan Seorang Pengedar dan Barang Bukti 72,50 Gram Sabu di Pratim
Korupsi Pembangunan Bandara Lombok Hampir 40 Miliar Hingga Aset Mewah di Bali
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:08 WIB

Viralll Video Investigasi BBC “Kekerasan Seksual”, Wali Santri Datangi Ponpes ABW di Jonggat, Lombok Tengah

Jumat, 4 September 2026 - 07:42 WIB

Vonis 14 Tahun Penjara untuk Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas, Hakim PN Praya Nyaris Penuhi Tuntutan Jaksa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Saksi Ungkap Peran Empat Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll di Loteng

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:04 WIB

MYA (25) Oknum Guru Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Ditahan Kejaksaan Negeri Lombok Tengah

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:39 WIB

Semua Fakta dan Alat Bukti Siap Dibuka dalam Sidang Korupsi Pengadaan Dump Truck Rabu Depan

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:22 WIB

4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:57 WIB

Polres Loteng Berhasil Amankan Seorang Pengedar dan Barang Bukti 72,50 Gram Sabu di Pratim

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:50 WIB

Korupsi Pembangunan Bandara Lombok Hampir 40 Miliar Hingga Aset Mewah di Bali

BERITA TERBARU