Kejari: Siap-siap, Siapa Bertanggung Jawab! Dugaan Korupsi Rp5 Miliar Dump Truck DLH Loteng

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah terus tancap gas mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Belanja Modal berupa Dump Truck dan Arm Roll pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2021.

 

Dengan pagu anggaran mencapai Rp 5 miliar yang diduga menjadi bancakan, Kejari Lombok Tengah kini tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk segera menetapkan siapa tersangka yang harus bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidikan kasus ini merujuk pada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Nomor: PRIN- 602/N.2.11/Fd.2/04/2026.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lombok Tengah, Alfa Dera mewakili Putri ayu wulandari selaku kepala kejaksaan Negeri Lombok Tengah menegaskan bahwa proses hukum yang dikomandoi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Dimas Praja Subroto, terus berjalan progresif sesuai dengan arahan tegas Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Gunakan Kendaraan Bak Terbuka Saat Liburan Ketupat, Kapolres Loteng "Silahkan Putar Balik"

“Ya, untuk kasus dump truck saat ini, teman-teman penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus di bawah komando Mas Dimas masih terus berjalan. Penyidik telah memanggil dan memeriksa lebih dari 20 orang saksi,” ujar Alfa Dera saat memberikan keterangan, Senin (27/4).

Dera menjelaskan, pihak penyidik juga telah berkoordinasi secara intensif dengan ahli untuk menghitung kerugian keuangan negara akibat proyek pengadaan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kerugian keuangan negaranya akan segera keluar. Kami pastikan Insyaallah teman-teman BPKP segera menyerahkan hasil perhitungannya.

Kami yakin BPKP bekerja secara profesional menghitung berapa jumlah uang rakyat yang rugi. Setelah jumlahnya keluar, baru akan ditentukan siapa yang bertanggung jawab,” tegas Dera.

BACA JUGA :  Kampung Bahari Nusantara Lanal Bintan Pintu Menuju Masyarakat Pesisir Sejahtera

Rekam Jejak “Duet Maut” Pemberantas Korupsi

Ketegasan penyidikan kasus ini tidak lepas dari rekam jejak mumpuni “duet” Alfa Dera dan Dimas Praja Subroto.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak digital, keduanya pernah bertugas di satuan kerja (satker) yang sama dan memiliki sejarah panjang dalam membongkar kasus korupsi bernilai fantastis.

Keduanya tercatat pernah berhasil memulihkan kerugian uang tindak pidana pajak hingga hampir Rp 3 miliar. Selain itu, duet ini juga sukses membongkar kasus korupsi pengadaan jasa perencanaan di Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dengan nilai pantastis.

Prestasi paling menonjol dari keduanya adalah saat berhasil meringkus buronan kelas kakap asal Sulawesi Barat bernama Meryati, yang merugikan keuangan negara hingga Rp 41 miliar.

Meryati yang divonis empat tahun penjara sempat melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 11 tahun, sebelum akhirnya takluk di tangan Alfa Dera dan Dimas Praja.

BACA JUGA :  Personel Lanal Sabang Terima Sejumlah Sosialisasi

Awas “Markus”, Kejari Ingatkan Kasus Transparan Berdasarkan Alat Bukti

Menutup keterangannya, Alfa Dera memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak termakan rayuan oknum atau makelar kasus (markus) yang mengklaim bisa menyelesaikan perkara di Kejari Lombok Tengah.

“Kami ingatkan, jangan percaya kalau ada yang bilang bisa bantu selesaikan perkara. Awas tipu-tipu! Kalau ada yang menjanjikan seperti itu, bohong semua. Penanganan ini murni berdasarkan alat bukti, semuanya transparan dan masyarakat bisa ikut mengawasi,” tegas mantan Kasi Intelijen Lampung Tengah tersebut.

Ia juga mewanti-wanti pihak-pihak terkait agar tidak mencoba-coba “bermain” dalam perkara ini.

“Jangan mau diiming-imingi atau dijanjikan oleh pihak-pihak tertentu. Ini uang rakyat, tidak usah aneh-aneh di kondisi saat ini,” pungkas Dera dengan nada tegas. (Rls/red)

Berita Terkait

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung
Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:49 WIB

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

BERITA TERBARU