NESIANEWS.COM – Kasta NTB memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah yang memulai pendataan petani tembakau di wilayahnya.
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan semangat untuk menata persoalan sektor pertembakauan yang selama ini tidak berbasis pada data yang valid dan kredibel.
Pendataan petani tembakau merupakan hal esensial untuk menyusun program-program yang relevan dengan kepentingan petani, khususnya dalam pengalokasian anggaran agar tepat guna dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana kebijakan Pemkab Loteng untuk mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi petani dan buruh tembakau juga layak diapresiasi.
Langkah ini merupakan aktualisasi dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan DBHCHT, khususnya untuk sektor-sektor yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kasta NTB DPD Lombok Tengah, Dirman Zaid, di sela-sela keikutsertaannya dalam rapat persiapan pendataan petani tembakau oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, 27 Agustus 2024.
“Untuk memastikan besaran anggaran yang memadai dan kepastian penerima manfaat, semua harus berbasis data akurat. Karena itu, perlu ada pendataan, baik jumlah lahan maupun hasil produksi tembakau petani, yang terus diperbarui setiap tahun,” tegas Dirman.
Menurutnya, perkembangan luas lahan dan jumlah petani tembakau di Loteng cenderung meningkat setiap tahun. Saat ini, estimasi terdapat sekitar 14.000 hektar lahan pertanian tembakau dengan lebih dari 23.000 petani dan buruh yang terlibat.
“Jumlah tersebut bisa jadi melebihi perkiraan yang ada. Karena itu, diperlukan pendataan berbasis sensus agar diperoleh data valid yang berbasis by name by address,” pungkas Dirman.
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Kabag UPBJ, Bappeda, serta perwakilan BPS Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pertanian setempat.

































