Salah Satu Warga Kelurahan Gerantung Terseret Arus Sungai, Polsek Praya Tengah Lakukan Evakuasi

Kamis, 16 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Polsek Praya Tengah Polres Lombok Tengah berhasil evakuasi salah satu warga yang terseret arus sungai di Lingkungan Lengkok Kudung Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah, Rabu (15/11).

Kapolsek Praya Tengah IPTU Agus Priyatno SH, mengatakan korban atas nama Muhammad Khairul Aziz umur 2,5 tahun, laki-laki /islam warga kelurahan gerantung Kecamatan Praya Tengah ditemukan sekitar 2 km dari TKP (tempat kejadian perkara).

BACA JUGA :  Pria Gantung Diri, Polres Loteng Lakukan Olah TKP

Agus mengatakan kronologis kejadian bermula sekitar pukul 06.00 wita, Korban bersama saksi Lailatul Sifa (kakak korban) bermain disekitar jembatan diatas sungai yang berada disamping rumah Korban dimana kondisinya air sungai sedang meluap sampai diatas jembatan akibat tingginya intesitas hujan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat bermain, Korban hendak akan menyingkirkan sebatang kayu yang tersangkut ditengah jembatan namun korban terpeleset dan terjatuh sehingga Korban langsung terseret arus sungai.

BACA JUGA :  Prestasi Gemilang, Bripda Rezky Risaldi di Internasional Karate Championship Piala Presiden RI-2024

Setelah kejadian tersebut saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada saudari Mirza (ibu korban), selanjutnya ibu korban meminta tolong dengan dibantu warga sekitar melakukan upaya pencarian disekitar TKP.

“Sekitar pukul 07.40 wita korban ditemukan di aliran Sungai Lingkungan Peropok Kelurahan Semayan Kecamatan Praya yang berjarak sekitar 2 Km dari TKP,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Safari Ramadan, Sektor Pariwisata Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Loteng

Selanjutnya Bhabinkamtibmas bersama warga melakukan evakuasi dan membawa korban menuju RSUD kabupaten lombok tengah namun saat diperjalanan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Ia juga menyampaikan pihaknya telah berkordinasi dengan keluarga korban dan menolak untuk dilakukan Autopsi.

“keluarga korban menolak untuk dilakukan Autopsi dengan disertai Surat Penolakan Autopsi dan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah,” tutup Agus.

Berita Terkait

Terdakwa Terus Berkelit, Jaksa: “Tolong Sensitif, yang Dikorupsi Itu Uang Token Listrik Rakyat Miskin
Diduga Ada Pelanggaran Aturan Mutasi, Kasta NTB dan Pemuda Sasak Datangi Kantor BKD
Sidang Pledoi Kasus PPJ, Seluruh Saksi Ahli Nyatakan Tak Ada Aturan Yang Dilanggar Terdakwa
Kejari: Siap-siap, Siapa Bertanggung Jawab! Dugaan Korupsi Rp5 Miliar Dump Truck DLH Loteng
Korupsi Pajak Lombok Tengah, Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Penjara dan Sita Harta
DPP KASTA NTB Resmi Laporkan Tiga Dugaan Korupsi Besar di Lombok Barat ke Kejati NTB
Kasta NTB Kritik Alokasi DBHCHT Lombok Tengah 2026: Dinilai Tak Berpihak ke Petani
Gaji P3K Paruh Waktu Lombok Tengah Rp200 Ribu, Kasta NTB: Sangat Tidak Layak
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:00 WIB

Terdakwa Terus Berkelit, Jaksa: “Tolong Sensitif, yang Dikorupsi Itu Uang Token Listrik Rakyat Miskin

Selasa, 28 April 2026 - 20:20 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Aturan Mutasi, Kasta NTB dan Pemuda Sasak Datangi Kantor BKD

Selasa, 28 April 2026 - 14:48 WIB

Sidang Pledoi Kasus PPJ, Seluruh Saksi Ahli Nyatakan Tak Ada Aturan Yang Dilanggar Terdakwa

Selasa, 28 April 2026 - 06:42 WIB

Kejari: Siap-siap, Siapa Bertanggung Jawab! Dugaan Korupsi Rp5 Miliar Dump Truck DLH Loteng

Sabtu, 25 April 2026 - 07:04 WIB

Korupsi Pajak Lombok Tengah, Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Penjara dan Sita Harta

Jumat, 24 April 2026 - 16:51 WIB

DPP KASTA NTB Resmi Laporkan Tiga Dugaan Korupsi Besar di Lombok Barat ke Kejati NTB

Kamis, 23 April 2026 - 20:02 WIB

Kasta NTB Kritik Alokasi DBHCHT Lombok Tengah 2026: Dinilai Tak Berpihak ke Petani

Selasa, 21 April 2026 - 20:21 WIB

Gaji P3K Paruh Waktu Lombok Tengah Rp200 Ribu, Kasta NTB: Sangat Tidak Layak

BERITA TERBARU