NESIANEWS.COM – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengklarifikasi potongan video wawancara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial beberapa waktu yang lalu.
Video yang diunggah ulang oleh akun gosip Lambe Turah tersebut dinilai telah mengalami penyuntingan yang menghilangkan konteks utuh sehingga memicu kegaduhan di masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa pernyataan “wajar” yang ia sampaikan merujuk pada rasio statistik antara jumlah penerima manfaat dengan insiden keracunan, bukan memaklumi peristiwa keracunan itu sendiri.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, Agus Sukandi, menilai publik perlu membedakan antara substansi kejadian dengan analisis data. Berdasarkan penelusuran terhadap video utuh, ia menyebut narasumber sedang memaparkan skala program nasional MBG.
”Dalam video itu, yang disebut wajar adalah interval angka kejadian dari total 60 juta penerima MBG setiap harinya di seluruh Indonesia. Jika yang mengalami kejadian keracunan berjumlah belasan orang, maka secara statistik angka kejadian itulah yang dimaksud masih dalam ambang batas wajar,” jelas Agus di Praya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Agus, framing yang beredar di media sosial telah memelintir gagasan bupati. Ia meyakini tidak ada pemimpin yang secara sadar menganggap musibah yang menimpa warganya sebagai hal yang lumrah.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Pathul Bahri menjelaskan bahwa program MBG merupakan proyek masif yang melibatkan 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi.
”Jika hari ini ada laporan keracunan lima atau sepuluh orang, dibandingkan dengan 60 juta penerima manfaat, perbandingannya sangat jauh. Hal inilah yang saya sampaikan kemarin agar tidak diperluas secara negatif oleh rekan-rekan wartawan,” tutur Pathul.
Ia menyayangkan tindakan pihak-pihak yang memotong pernyataannya untuk kepentingan konten media sosial. Pathul juga menegaskan bahwa tim dari akun Lambe Turah tidak berada di lokasi saat wawancara berlangsung dan hanya mengambil potongan video tanpa verifikasi lapangan.
”Apa yang saya sampaikan itu berbasis data. Komunikasi saya sangat jelas. Sangat disayangkan pernyataan itu dipotong dan dipicu untuk membuat semua pihak ribut,” pungkas Ketua DPD Gerindra NTB tersebut.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap berkomitmen untuk mengawal keamanan pangan program MBG agar insiden sekecil apa pun dapat diminimalisir di masa mendatang.

































