AKA: Saka Tagana Jadi Investasi Masa Depan Bangun Kesiapsiagaan Haadapi Bencana

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Dinas Sosial Provinsi NTB bekerjasama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mataram, mengadakan Pembinaan Teknis bagi Satuan Karya Pramuka Taruna Siaga Bencana (Saka Tagana) Kota Mataram.

Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Mataram Kakak Didi Sumardi, SH, yang juga Ketua DPRD Kota Mataram.

Hadir juga pada upacara pembukaan, Kepala Dinas Sosial NTB Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, para pejabat struktural Dinas Sosial NTB dan Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Mataram serta Tagana senior yang akan menjadi instruktur dan nara sumber selama Bintek. Bintek tersebut diadakan selama dua hari tanggal 26 – 27 Juni 2023.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sambutan dan arahannya Kak Didi Sumardi menyampaikan bahwa, Kota Mataram sangat memandang tepat terkait berdirinya Saka Tagana ini.

“Karena ini bisa menjawab berbagai permasalahan sosial, kemanusiaan dan kebencanaan yang juga sering dihadapi di Kota Mataram,” katanya.

BACA JUGA :  Empat Kepala Desa PAW Resmi Dilantik Bupati Lombok Tengah

Saka Tagana adalah panggilan kemanusiaan, panggilan nurani yang sejalan dengan Panca Dharma Satya Pramuka dan Tri Satya yang kita yakini sebagai dasar kita dalam pramuka.

“Di samping itu managemen kebencanaan sangat penting dalam menghadapi bencana yang bisa saja terjadi kapan saja termasuk di daerah kita, sehingga kegiatan ini, adalah sangat penting untuk keselamatan di masa depan di tengah ancaman kebencanaan yang kita hadapi,” ujar Kak Didi.

Dengan hadirnya Saka Tagana ini, maka Pramuka akan hadir menjadi bagian dalam mitigasi bencana, penanganan bencana bahkan penanganan pasca bencana.

Diklat ini harus terus secara simultan akan kita sinergikan dengan keseluruhan organ di kwarcab, kwaran, DKC, DKR dan Gudep bahkan dengan Saka-Saka yang lain, sehingga bisa mendesain dengan baik dalam tubuh pramuka ada gerakan yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana.

“Sehingga Saka tagana ini menjadi satu kualifikasi penting bagi pramuka, yang memang ruh nya adalah kemanusiaan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Minta Direksi Kompak Atasi Masalah Air Bersih

Pramuka bisa menjadi potensi pengganda dalam setiap proses menghadapi kebencanaan, mulai mitigasi sampai rehabilitasi sosial kebencanaan.

“Keberadaan saka tagana menjadi bagian yang akan menjadi role mode secara nasional dalam membina pramuka sebagai SDM yang tangguh dan tanggap dalam kebencanaan,” pungkas Kak Didi.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial NTB, Dr. Ahsanul Khalik yang kerap disapa Aka mengatakan lahirnya Saka Tagana ini menjadi bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Sumber Daya Manusia Kebencanaan dari kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa yang memiliki kemampuan tentang kebencanaan.

Aka mengatakan ikhtiar ini mungkin terlihat sederhana tapi akan menjadi investasi masa depan kita dalam membangun peradaban kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Di mana Saka Tagana kita harapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas anggota Pramuka dalam melakukan aksi penanggulangan bencana, memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat dan negara dalam penanggulangan bencana, menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab anggota Pramuka terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perempuan 18 Tahun Tenggelam di Pantai Semeti Lombok Tengah

“Kemudian, meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana, dan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota Pramuka tentang ilmu dan keterampilan dalam penanggulangan bencana,” kata Aka.

Selama dua hari ke depan, Anggota Saka Tagana akan diberikan pelatihan penanggulangan bencana dalam hal perlindungan dan jaminan sosial, tatacara penanggulangan bencana di lingkungan sekolah, termasuk prosedur evakuasi dan pengaturan posko. Kegiatan akan digelar di Bumi Perkemahan Kota Mataram.

“Bagaimana membangun kemitraan dengan pihak keamanan, pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana serta bagaimana pengelolaan sumber daya dan alat-alat yang digunakan dalam penanggulangan bencana. Saka Tagana ini kita harapkan akan menjadi salah satu kreativitas bersama Dinas Sosial NTB dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mataram yang akan berkembang secara nasional. Karena memang ini baru pertama di Indoensia, kita lembagakan secara khusus,” kata Aka.

Berita Terkait

Kepala Desa Diinfus! Mediasi Pemberhentian 4 Kadus dan Staf Desa Prako Ditunda
Didampingi Kasta NTB, Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Bupati Lombok Tengah
DPRD Loteng Dengarkan Keresahan Warga Soal Jalan, Sampah, dan Pelayanan PDAM
Oppsss!! Error 404
Kasta NTB Sayangkan Rencana Pemecatan 54 Guru Honorer Bersertifikasi di Lombok Tengah
InJourney Airports BIZAM Lepas Penumpang Terakhir Tahun 2025 dan Sambut Penumpang Perdana Tahun 2026
Akses Vital Tiga Desa Terganggu Debu Galian C, Warga Keramejati Gelar (Protes) Aksi Bersih Jalan
Aktivitas Galian C di Keramejati Tuai Polemik: Warga dan Pemdes Suarakan Kekhawatiran
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 11:00 WIB

Kepala Desa Diinfus! Mediasi Pemberhentian 4 Kadus dan Staf Desa Prako Ditunda

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:27 WIB

Didampingi Kasta NTB, Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Bupati Lombok Tengah

Senin, 5 Januari 2026 - 18:58 WIB

DPRD Loteng Dengarkan Keresahan Warga Soal Jalan, Sampah, dan Pelayanan PDAM

Senin, 5 Januari 2026 - 14:20 WIB

Oppsss!! Error 404

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:35 WIB

Kasta NTB Sayangkan Rencana Pemecatan 54 Guru Honorer Bersertifikasi di Lombok Tengah

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:32 WIB

InJourney Airports BIZAM Lepas Penumpang Terakhir Tahun 2025 dan Sambut Penumpang Perdana Tahun 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:24 WIB

Akses Vital Tiga Desa Terganggu Debu Galian C, Warga Keramejati Gelar (Protes) Aksi Bersih Jalan

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:10 WIB

Aktivitas Galian C di Keramejati Tuai Polemik: Warga dan Pemdes Suarakan Kekhawatiran

BERITA TERBARU