Masyarakat Mengadu! ATM Penerima BPNT PKH Dipegang Kadus, Bantuan Tak Kunjung Diberikan

Kamis, 1 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Non Tunai di Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB (01/02/24), mengadu ke Kantor Desa karena bantuan yang seharusnya diterima tidak kunjung diberikan.

Bantuan tersebut merupakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang seharusnya diterima pertriwulan dan ditransfer melalui rekening Bank masing-masing Keluarga Penerima Manfaat.

Keluarga Penerima Manfaat bisa langsung mencairkan bantuan tersebut melalui kartu ATM yang telah dibuatkan oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun anehnya, Menurut KPM berinisal K, kartu  ATM-nya selama ini di pegang oleh oknum kadus  dan ATM itu tidak pernah diberikan. Ketika mendapat bantuan, dirinya hanya diantarkan uang saja.

BACA JUGA :  Gagal Menemui Kepala BWS Komunitas Pejuang Demokrasi Akan Gelar Aksi Jilid Dua.

Lebih lanjut K menuturkan, karena sudah terlalu lama dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan, Ia kemudian berinisiatif mendatangi oknum Kadus tersebut untuk menanyakan kenapa dirinya sudah sekian lama tidak pernah menerima bantuan.

Pada tanggal 27 Januari 2024, K meminta kartu ATM-nya kepada oknum Kadus tersebut. Kemudian melakukan pengecekan ke Dinas Sosial, namun jawaban dari pihak dinas disarankan untuk melakukan pengecekan di Bank yang ditunjuk dalam hal ini BRI.

Setelah melakukan pengecekan ke Bank, ternyata kartu rekening milik korban masih aktif, dan  dana bantuan sudah ada yang masuk ke dalam rekening. Namun, sudah  dilakukan penarikan sebesar Rp.1.600.000 pada tanggal 9 Desember 2023, sebelum kartu ATM-nya itu diberikan oleh oknum kadus.

BACA JUGA :  Diduga Lakukan Penipuan, Polres Loteng Panggil MN

“Muk kire-kire, sai jari bait kepeng (Terus kira-kira, siapa yang ambil uang) selain isik sak tegel kartu ATM ( selain yang pegang kartu ATM),”kata K, tuturnya dalam bahasa sasak.

Adapun oknum Kadus inisial HM dikonfirmasi media, Ia mengakui kalau selama ini dirinya memang memegang kartu ATM milik K dan beberapa warga penerima BPNT lainnya.

“Kenapa saya pegang kartu, karena masyarakat tidak mau memegang sendiri kartunya. Selain itu bila bantuan keluar, harapannya cepat cair dan kartu takut hilang kalau dipegang sendiri,”kata HM.

Terkait apa yang dialami oleh K, HM mengatakan, kalau dirinya memang benar memegang kartu milik K, namun Ia tegaskan tidak mengetahui PIN-nya.

BACA JUGA :  Penemuan Orok Bayi di Saluran Irigasi, ‎Polsek Pringgarata Olah TKP

HM juga membantah kalau dirinya mencairkan dana milik K pada bulan Desember 2023 lalu.

“Mengenai siapa yang menarik uang tersebut, saya juga tidak mengetahuinya. Sekali lagi saya tidak mengetahui PIN dari semua ATM yang saya pegang,”tandas HM.

Sementara itu, PLH Kepala Desa (Kades) Barejulat Rozi Arpan, usai  menerima aduan masyarakat mengatakan, pihaknya akan memanggil oknum Kadus tersebut untuk melakukan klarifikasi.

“Kalau terbukti, kami akan menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut ke lebih tinggi,” katanya.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan aduan ke Pemerintah Deaa seperti yang dilakukan oleh K.

“Jadi bila ada Masyarakat mengalami kejadian yang sama, silahkan adukan ke Kantor Desa,”himbau rozi arpan.

Berita Terkait

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa
Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

BERITA TERBARU