NESIANEWS.COM – Sejumlah wali santri mendatangi Pondok Pesantren ABW di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin malam, (21/9/2026).
Kedatangan wali santri tersebut dikarenakan beredarnya video investigasi di kanal Youtube BBC News Indonesia yang berjudul “Aib Sang Guru: Dua Mantan Santri Bersuara Soal Kekerasan Seksual, Intimidasi dan Ancaman”.
Salah seorang wali santri asal Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, H. Sunardi, tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WITA. Ia mengaku dilanda resah seusai menyimak video tersebut, padahal putrinya baru tiga bulan mengenyam pendidikan di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hanya khawatir setelah menonton laporan BBC itu, saya mau menarik anak saya,” kata H.Sunardi di temui di area ponpes.
Keputusan senada diambil setidaknya empat wali santri lainnya. Mereka mendatangi ponpes pada larut malam dengan niat serupa, yakni memulangkan putri mereka.
Pantauan Jurnalis, selain wali santri, sejumlah warga sekitar juga berdatangan ke area ponpes.
Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Aipda Lalu Wira AS langsung bersiaga di tempat untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah timbulnya hal yang tidak diinginkan.
“Betul, selain wali santri, ada warga sekitar ponpes yang juga berdatangan ke area ponpes. Namun, situasi aman terkendali,” kata Lalu Wira.
Guna menjaga ketertiban suasana malam, aparat mengarahkan para wali santri agar bersabar dan kembali esok hari sehingga dapat bertemu langsung dengan pimpinan atau pengurus ponpes.
Di sisi lain, pengasuh Ponpes ABW berinisial TGH. AIS belum memberi penjelasan rinci perihal dugaan dalam video investigasi BBC News Indonesia tersebut. Saat ditemui di kediamannya, ia hanya merespons singkat.
“Serah juk sak kuase (Serahkan ke yang maha kuasa ),” katanya.
































