NESIANEWS.COM – Tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) asal Kabupaten Lombok Tengah, berhasil meraih penghargaan dalam ajang Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.
Ketiganya mencatatkan prestasi pada bidang kewirausahaan, lingkungan, dan ekonomi digital, sekaligus menunjukkan potensi inovasi usaha lokal dalam mengembangkan sumber daya desa.
Penghargaan yang diumumkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTB pada 22 Oktober 2026 diraih oleh Samsudin, S.Kom., melalui CocoSam sebagai Juara 1 bidang Kewirausahaan; Ida Yanti, S.E., melalui Monkey Cave sebagai Juara 2 bidang Lingkungan; serta L. Zaktyurrahman melalui Teh Prabu sebagai Juara 2 bidang Ekonomi Digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas pencapaian itu, CocoSam berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional setelah melalui proses verifikasi lanjutan oleh pihak penyelenggara.
General Manager The Mandalika, I Made Pari Wijaya, mengapresiasi pencapaian ketiga pelaku UMKM binaan ITDC. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan potensi masyarakat lokal dalam mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami bangga melihat pelaku UMKM lokal binaan ITDC mampu menunjukkan prestasi di tingkat provinsi. Capaian ini memperlihatkan bahwa kreativitas dan potensi masyarakat sekitar memiliki peluang untuk berkembang lebih luas. Melalui pendampingan pemasaran produk dan dukungan finansial, kami berupaya membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas serta memperluas akses pasar,” ujar Pari, dalam keterangannya, (5/11).
Salah satu penerima penghargaan, Samsudin, merupakan pemuda asal Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang mengembangkan CocoSam dengan mengolah potensi kelapa lokal menjadi produk bernilai tambah, salah satunya Virgin Coconut Oil (VCO).
Inovasi ini mengantarkannya meraih Juara 1 bidang Kewirausahaan sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan CocoSam dan memperkenalkan produk berbasis kelapa lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Saya juga berterima kasih kepada ITDC atas dukungan dan pendampingan yang diberikan, khususnya dalam membantu pengembangan dan pemasaran usaha kami. Harapannya, CocoSam dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ujar Samsudin.
Sementara itu, Ida Yanti melalui Monkey Cave berhasil meraih Juara 2 bidang Lingkungan. Penghargaan ini diraih melalui pengembangan destinasi wisata alam berbasis pelestarian lingkungan di Desa Prabu, dengan mengedepankan perlindungan habitat satwa, pengelolaan sampah, pengaturan jalur wisata, serta edukasi konservasi kepada pengunjung.
Inisiatif tersebut turut melibatkan masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Prabu, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui kegiatan wisata berbasis masyarakat.
Di bidang Ekonomi Digital, L. Zakiyurrahman melalui Teh Prabu berhasil meraih Juara 2 dengan mengembangkan produk teh berbahan tanaman lokal yang tumbuh di Desa Prabu, Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam pengembangan usahanya, Teh Prabu memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan QR Code pada kemasan yang memudahkan konsumen mengakses informasi produk, mulai dari cerita asal-usul hingga cara penyajian dan fasilitas pembayaran digital.
Inovasi tersebut turut didukung katalog digital yang menghubungkan pemasaran Teh Prabu dengan aktivitas wisata Monkey Cave, sehingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus mendukung keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan produksi dan penjualan.
Ketiga UMKM mendapatkan pendampingan ITDC melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama fungsi Community Development. Pembinaan dilakukan secara bertahap.
Teh Prabu dan Monkey Cave yang tergabung dalam kelompok usaha di bawah Pokdarwis Desa Prabu mulai mendapat pendampingan sejak Juli 2025. Sementara itu, CocoSam mulai dibina pada Mei 2026.
Dukungan ITDC juga mencakup fasilitasi pemasaran melalui keterlibatan UMKM di berbagai ajang di kawasan The Mandalika. CocoSam, misalnya, berpartisipasi dalam GT World Challenge.
Selain itu, CocoSam, Teh Prabu dan Monkey Cave turut terlibat dalam event Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Partisipasi ini jadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung, sekaligus membuka peluang pemasaran melalui aktivitas pariwisata.
Ajang Pemuda Pelopor Desa merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan instansi terkait di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Kompetisi ini mencakup lima bidang kepeloporan, yaitu kewirausahaan, ekonomi digital, lingkungan, kemasyarakatan, serta seni dan budaya.
Penilaian mempertimbangkan inovasi, dampak positif kegiatan terhadap lingkungan sekitar, serta kontribusi peserta dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pari menegaskan, pengembangan kawasan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin masyarakat sekitar turut mengambil bagian dalam pertumbuhan The Mandalika. Pelaku UMKM lokal perlu memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi lebih banyak pelaku usaha untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” tutup Pari.
































