Tanggapi GPMS, Plt. Kades Mekar Sari Nyatakan Sudah Berikan Penjelasan

Selasa, 19 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Plt. Kepala Desa (Kades) Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah NTB, tanggapi pernyataan Gerakan Pemuda Desa Mekar Sari (GPMS) pada pemberitaan sebelumnya.

Plt. Kades Mekar Sari, Yahye, SH kepada wartawan via WA menyampaikan, sesungguhnya Fajar dan kawan-kawanya yang tergabung dalam GPMS tidak datang hearing di Kantor Desa.

Paktanya pada suatu malam sekitar seminggu yang lalu, sebelum dirinya sempat sakit, Fajar bersama Awal menelpon dirinya dan memintaya untuk datang ke kediamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, para pemuda desanya itu lanjut Kades, menanyakan sejumlah terkait karang taruna, BKD, serta mobil yang ingin dijadikan ambulance, namun tandas Kades malam itu pihaknya telah memberikan penjelasan semuanya.

BACA JUGA :  Peristiwa 27 Juli 1996 atau lebih dikenal dengan Tragedi Kudatuli sebuah konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

“Di APBDes mobil itu tertera (sebagai) mobil operasional, kalau saya anu (rubah) kan nanti salah saya. Kalau saya akan anggarkan pada APBDes perubahan kemarin, saya akan salah kalau merubah program yang sudah berjalan itu,”kata Kades.

Kemarin malam lanjut Kades, Fajar dan kawan-kawan datang lagi dan menyakan lagi sejumlah hal, salah satunya soal amggaran Badan Keamanan Desa (BKD) yang hingga saat ini belum dicairkan.

Pihaknya kemudian menjelaskan, kalau anggaran untuk BKD itu tidak ditarik dari Bank karena BKD saat ini tidak aktif dan tanpa kegiatan.

“Memang selama BKD tidak aktif, dananya tidak kami tarik. Kalau kami tarik lalu penggunaanya.ke hal lain malah khawatirnya jadi salah nanti. Nah, nanti kalau sudah Januari (2024) mari kita bagaimana sama-sama menjalankan hal ini, karena tadi malam ada dari BKD yang juga datang,”terang Kades.

BACA JUGA :  Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Dana BKD dan lainya, bahkan selama setahun ini memang belum ada yang dicairkan.

Terkait soal dana Bumdes, memang belum dijelaskan ke para pemuda, karena saat ini direktur bumdes sudah berganti dan rencananya ke depan pihkanya akan ambil laih Bumdes tersebut, namun untuk saat ini pihaknya meminta waktu untuk menuyelesaikan berbagai persiapan terkait pemilu 2024 yang saat ini masih sedang dalam persiapan.

“Tolong beri kami waktu anak-anakku. Saat ini masih sibuk-sibuknya persiapkan pemilu legeslatif. Penempatan KPPS saat ini di beberapa dusun juga belum, itu yang kami bantu persiapkan TPS dan sebagainya,”jelas Kades.

BACA JUGA :  FORKA Loteng Rayakan HUT ke 2 Dengan Tabligh Akbar dan Giat Sosial

Tokoh masyarakat di Praya Barat yang juga mantan Kades Selong Belanak ini lebih juah menyatakan, kalau memang belum bisa memberikan penjelasan soal bagaimana hasil bumdes dan seperti apa laporan keuanganya karena direksinya sudah demisioner.

Pihaknya meminta waktu hingga selesai pemilu 2024, barulah akan bisa membenahi semuanya dengan merangkum semua pihak termasuk para pemuda yang tergabung dalam GPMS.

Sementara itu, terkait dengan adanya dugaan oknum kadus yang melakukan intimidasi, Kases sejauh ini belum mengetahui hal tersebut karena belum menerima informasi terkait hal tersebut.

“Tapi insyaAllah tidak ada Kadus yang begitu. Saya belum ada terima laporan,”pungkas Kades.

Berita Terkait

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar

BERITA TERBARU