Dua Tersangka Kasus Poltekes Kemenkes Mataram Ditahan Polda NTB

- Wartawan

Rabu, 23 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dilakukan Pegawai Negeri pada Poltekkes Kemenkes Mataram dalam kegiatan pengadaan Alat Laboratorium Penunjang Belajar Mengajar (APBM) Pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016 yang ditangani Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTB dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan LP nomor 250 tertanggal 16 Agustus 2021 dimana ada dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan APBM di Poltekkes Kemenkes Mataram.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik Dit Reskrimsus Polda NTB telah menetapkan dua tersangka sesuai alat bukti yang berhasil diperoleh. Kedua tersangka tersebut HAD (59) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan ZF, (47) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

ADVERTISEMENT

BACA JUGA :  Antusias SPS Anggrek Nyerot Ikut Memeriahkan Karnaval Budaya Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-78

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedua tersangkanya adalah KPA dan PPK berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Penyidik,”ungkap Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Command Center Polda NTB, Selasa (22/08/2023).

Dikatakan Jenderal Bintang dua ini, bahwa penyidik telah mengumpulkan fakta-fakta yang menetapkan keduanya (KPA dan PPK) menjadi tersangka, dimana HAD selaku PPK terbukti menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan DENGAN SENGAJA menetapkan dan menentukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Spesifikasi barang/jasa APBM sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Refrence (TOR) tanpa proses verifikasi, evaluasi dan penyusunan perencanaan anggaran oleh tim perencanaan program.

Kemudian pada proses perencanaan anggaran menurut Mantan Penyidik KPK ini, tidak melakukan proses perencanaan yang tepat dan benar dan tanpa melalui proses usulan kebutuhan barang/jasa APBM oleh masing-masing Prodi selaku pengguna APBM sesuai kurikulum program studi Poltekkes Kemenkes Mataram sehingga didapati 4 item alat, 14 unit alat Laboratorium yang tidak dibutuhkan dan bahkan tidak terdapat dalam standar Laboratorium sesuai dengan kurikulum prodi jurusan.

BACA JUGA :  Bupati Lombok Tengah, Dukung APH Usut FEC

Sementara ZF selaku PPK sesuai fakta-fakta terbukti menyalahgunakan kewenangan Jabatan / Kedudukan dengan Sengaja menentukan/menetapkan HPS dan spesifikasi APBM yang diadakan tahun 2016 dengan besar HPS Rp. 19.377.216 .163,00 berdasarkan KAK/TOR yang disahkan Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram selaku KPA.

Padahal lanjutnya, Diketahui RAB dari APBM KAK/TOR tidak dilakukan evaluasi, verifikasi dan kajian kebutuhan oleh tim perencana program dan perencana anggaran serta tanpa melalui proses usulan oleh masing-masing Prodi jurusan selaku pengguna sesuai Kurikulum yang ada untuk pengadaan APBM pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016.

Dijelaskan pula bahwa berdasarkan data yang diterima bahwa pada tahun anggaran 2016 Poltekkes Kemenkes Mataram mendapatkan anggaran yang bersumber dari DIPA APBN Kemenkes sebesar Rp. 22.214.197.000 sesuai kode mata anggaran 532111 tanggal 7 Desember 2016.

BACA JUGA :  Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota Berhasil Ungkap dan Tangkap Pelaku Pencurian dengan Pemberatan

“Dengan demikian ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 3.242.571.504,”tutupnya.

Sementara Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Nasrun Pasaribu S.I.K., yang turut hadir mendampingi Kapolda dalam konferensi pers tersebut menjelaskan bahwa berkas perkara kasus Tipikor tersebut telah rampung, dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Pelimpahan tersangka berikut barang bukti (tahap 2) ke Kejaksaan akan kami lakukan dalam waktu dekat ,”ucapnya .

“Ada sebanyak 15 item yang terdiri dari berkas dan alat /barang sebagai barang bukti yang turut pula kami limpahkan. Kemudian untuk melengkapi berkas perkaranya penyidik telah memeriksa sebanyak 50 saksi dalam perkara ini,”tambahnya menutup penjelasan.

Berita Terkait

Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024
17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024
Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian
Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat
Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya
Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian
5 Orang dan 2,247 Kg Barang Bukti Mashroom Diamankan Polres Lombok Utara
Tiga Terduga Pelaku Pengedar Narkoba Diamankan Polres Loteng

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 03:05 WIB

Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:57 WIB

17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:00 WIB

Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian

Selasa, 4 Juni 2024 - 12:09 WIB

Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat

Selasa, 4 Juni 2024 - 06:20 WIB

Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:04 WIB

Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian

Kamis, 9 Mei 2024 - 05:39 WIB

5 Orang dan 2,247 Kg Barang Bukti Mashroom Diamankan Polres Lombok Utara

Jumat, 3 Mei 2024 - 20:34 WIB

Tiga Terduga Pelaku Pengedar Narkoba Diamankan Polres Loteng

BERITA TERBARU

Politik

Sugiarto Terpilih Menahkodai Partai Hanura 2024-2029

Minggu, 16 Jun 2024 - 06:58 WIB