Praktek Gas Elpiji Oplosan Ini, Diduga Jadi “ATM” Oknum APH

- Wartawan

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Praktek dugaan pengoplosan Gas Elpiji 3 kg subsidi ke Gas Elpiji 12 kg non subsidi  di wilayah Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Jawa Barat ini, diduga jadi “ATM” Aparat Penegak Hukum (APH).

Hingga saat ini dugaan praktek pengoplosan gas bersubsidi itu masih tetap berjalan tanpa tersentuh aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi di lokasi yang diduga tempat pengoplosan tersebut, tampak jelas banyaknya tabung gas elpiji ukuran 3 Kg dan tabung gas 12 Kg dan sejumlah pekerja yang sedang memindahkan tabung gas elpiji 12 Kg ke mobil yang siap diedarkan ke masyarakat.

BACA JUGA :  Perselingkuhan dimulai dari bulan Maret 2022, pengguguran janin terjadi pada bulan Juni 2022 dan dilaporkan ke polres Tasikmalaya pada Maret 2023,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak sedikit  warga sekitar yang merasa resah. Akibat banyak tabung melon yang  dirasakan tidak sesuai takaran sehingga cepat habis.

Salah seorang warga Rumpin, Somad pada Minggu 25 Juni 2023 mengaku, dirinya membeli gas melon seringkali cepat habis sebelum waktunya.

” Biasanya kalo beli gas melon bisa sampai 2 Minggu, tapi sekarang hanya seminggu lebih 3 hari udah habis,” ungkapnya.

Somad mengaku, kalau lokasi pengoplosan gas melon itu sering didatangi oknum berpakaian preman. Bahkan tidak sedikit yang mengaku oknum dari media tertentu.

BACA JUGA :  Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024

Yang datang hanya untuk koordinasi terkait masalah pengoplosan. Bahkan bila ada rekan-rekan media dan lembaga tertentu yang datang ke lokasi, langsung diarahkan kepada salah satu koordinator yang berinisial M.

“ Yang lebih mengherankan lagi, di lokasi pengoplosan tidak ada izin dari Pertamina maupun instansi lainnya. Bahkan tempat lokasi terkesan tertutup,” imbuh Somad.

Mengacu kepada Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bahwa Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau Liquefied Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

BACA JUGA :  Polres Lombok Tengah Gelar Latihan Pra Operasi Pengamanan Pemilu 2024

Selanjutnya, mengacu pada Pasal 62 junto Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Sementara itu, baik pihak pemilik lokasi dugaan pengoplosan dan pihak aparat setempat saat dikonfirmasi tetkait hal tersebut, hingga saat ini belum memberikan pernyataan resminya. (Irwan Santhosa)

Berita Terkait

Ratusan Gram Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Sumbawa
Terduga Pelaku Pencabulan di Kecamatan Kopang diamankan Polres Loteng
Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024
17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024
Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian
Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat
Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya
Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 11:20 WIB

Ratusan Gram Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Sumbawa

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:14 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan di Kecamatan Kopang diamankan Polres Loteng

Sabtu, 15 Juni 2024 - 03:05 WIB

Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:57 WIB

17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:00 WIB

Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian

Selasa, 4 Juni 2024 - 12:09 WIB

Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat

Selasa, 4 Juni 2024 - 06:20 WIB

Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:04 WIB

Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian

BERITA TERBARU

Peristiwa

Sidang 105 M Ditunda Lagi, Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin

Rabu, 10 Jul 2024 - 14:53 WIB