Cuaca Ekstrem di Mandalika, Pemerintah NTB dan ITDC Perkuat Mitigasi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Lombok bagian selatan sejak Selasa (24/2) memicu banjir di sejumlah titik di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Menyikapi peristiwa tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif berbasis tata kelola hulu–hilir, serta tidak disederhanakan pada satu faktor tunggal.

Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak peristiwa hidrometeorologi akibat hujan berintensitas sangat tinggi, yang diperparah oleh kondisi daerah tangkapan air di wilayah hulu di luar kawasan KEK Mandalika.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Limpasan air dan sedimentasi dari area tersebut meningkatkan debit aliran menuju wilayah hilir, termasuk area sekitar KEK Mandalika.

“Pemprov NTB menekankan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama lintas sektor. Pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta pemerintah kabupaten/kota akan mendorong terbangunnya sistem mitigasi bencana yang terpadu dan terkonsolidasi secara permanen, dengan integrasi pengelolaan daerah tangkapan air, tata air kawasan, serta pengendalian perubahan kontur lahan.” ujar Dr. Aka dalam rilis yang diterima media (27/2/26).

BACA JUGA :  Bertemu Cak Imin Bacaleg PKB Ini Langsung Minta Restu

Selain penguatan infrastruktur, Pemprov NTB juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang melalui perlindungan kawasan hulu dan penataan sistem aliran air yang jelas. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meminimalkan risiko banjir di masa mendatang sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pariwisata unggulan daerah.

Kepada para wisatawan dan masyarakat, Pemprov NTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut. Pemerintah menilai bahwa meskipun faktor alam tidak dapat dihindari, penguatan langkah antisipatif secara menyeluruh tetap menjadi prioritas bersama.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika menegaskan bahwa kawasan yang dikelolanya telah dilengkapi sistem mitigasi hidrometeorologi, termasuk drainase terintegrasi, kolam retensi, konsep eco-drainage, serta SOP tanggap darurat banjir.

BACA JUGA :  Gagal Menemui Kepala BWS Komunitas Pejuang Demokrasi Akan Gelar Aksi Jilid Dua.

Seluruh pembangunan di dalam kawasan dilaksanakan sesuai kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan – Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL–RPL), dan melalui mekanisme Design Committee yang melibatkan unsur pemerintah serta akademisi guna memastikan tata kelola lingkungan yang ketat.

PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa kebijakan serta standar pengembangan kawasan yang diterapkan di KEK Mandalika senantiasa mengacu pada prinsip tata kelola yang baik, keberlanjutan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, dan sejalan dengan semangat perbaikan serta penataan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan siap untuk terus berkolaborasi secara terbuka dan konstruktif bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat, guna memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan secara terintegrasi, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.” ujar Agus.

BACA JUGA :  Ketua Dewan Penasehat Respon Positif Hasil Musda ASISI Nusantara

Dalam aspek penanganan teknis, ITDC telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I untuk percepatan normalisasi aliran air dan pembersihan material sedimen menggunakan alat berat. Selain itu, dilakukan inspeksi lapangan dan evaluasi kapasitas drainase eksisting sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di kawasan.

Pemprov NTB bersama ITDC menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis pendekatan terpadu yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi pondasi penting dalam membangun ketangguhan kawasan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan kawasan harus dibangun bersama. Ini bukan soal saling menyalahkan, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga Mandalika agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan,” demikian disampaikan Dr. Aka. (REL)

Berita Terkait

Dugaan Gadai Emas Palsu, Koperasi Syariah Ngiring Tunas Paice Polisikan Nasabah Terkait Kerugian Rp4 Miliar
Akulturasi Budaya, Barongsai dan Kecak Meriahkan Imlek serta Valentine di The Nusa Dua
Mesin Mobil VW Terbakar di Nyerot, Tim Damkar Lombok Tengah Gerak Cepat Padamkan Api
Dapur MBG Labulia 2 Terancam Ditutup, Pemilik Bentak Wartawan Saat Investigasi
Eksekusi di Desa Gapura Tuntas, PA Praya Buktikan Ketegasan Hukum Meski Sempat Diwarnai Aksi Unjuk Rasa
Himpun Laporan Kejanggalan Dalam Kasus Tanah, GMPRI Demo PA Praya, Oknum Hakim Diduga “Bermain”
Satgas MBG Tanggapi Serius Soal Potensi Penghamburan Uang Rakyat Bila Ada 2 SPPG di Sukarara
Ternyata! Ada Potensi Besar Penghamburan Uang Negara Pada Program MBG
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:01 WIB

Cuaca Ekstrem di Mandalika, Pemerintah NTB dan ITDC Perkuat Mitigasi

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:05 WIB

Dugaan Gadai Emas Palsu, Koperasi Syariah Ngiring Tunas Paice Polisikan Nasabah Terkait Kerugian Rp4 Miliar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:49 WIB

Akulturasi Budaya, Barongsai dan Kecak Meriahkan Imlek serta Valentine di The Nusa Dua

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:24 WIB

Mesin Mobil VW Terbakar di Nyerot, Tim Damkar Lombok Tengah Gerak Cepat Padamkan Api

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:05 WIB

Dapur MBG Labulia 2 Terancam Ditutup, Pemilik Bentak Wartawan Saat Investigasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:11 WIB

Eksekusi di Desa Gapura Tuntas, PA Praya Buktikan Ketegasan Hukum Meski Sempat Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:58 WIB

Himpun Laporan Kejanggalan Dalam Kasus Tanah, GMPRI Demo PA Praya, Oknum Hakim Diduga “Bermain”

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:46 WIB

Satgas MBG Tanggapi Serius Soal Potensi Penghamburan Uang Rakyat Bila Ada 2 SPPG di Sukarara

BERITA TERBARU