Lombok Tengah Bakal Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Target Operasi Juni 2026

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Konektivitas pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi menjalin kerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) untuk menyulap Bendungan Batujai menjadi hub dan hanggar pesawat amfibi (seaplane).

​Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah, H.L. Pathul Bahri, bersama manajemen PT AMAN di ruang Direktur Utama Bank NTB Syariah, Sabtu (28/2/2026).

Prosesi ini disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, serta jajaran Dirjen Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bupati Lombok Tengah, H.L. Pathul Bahri, menegaskan bahwa Bendungan Batujai sangat siap secara teknis untuk menjadi titik tolak konektivitas udara perairan di NTB.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Komitmen Kembangkan IKM di NTB

​“Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten kota di NTB melalui seaplane tersebut. Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung rencana ini,” ujar Pathul Bahri usai acara penandatanganan.

​Ia menambahkan, proyek ini tidak hanya soal transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi mikro. “Dampak positif yang ditimbulkan adalah adanya pertumbuhan dan pergerakan ekonomi masyarakat melalui UMKM, selain itu akan dijadikan pusat destinasi wisata bagi masyarakat,” tegasnya.

​Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyebut kehadiran seaplane selaras dengan visi “NTB Makmur Mendunia”. Layanan ini dirancang untuk menarik wisatawan mancanegara berkocek tebal (quality tourism) yang ingin menjangkau destinasi eksotis seperti Mandalika, Pulau Moyo, hingga Tambora dengan cepat.

​Data menunjukkan, hingga September 2025, kunjungan wisatawan asing ke NTB menembus angka 806 ribu orang. Presiden Direktur PT AMAN, Michael Nicholas, mengungkapkan perusahaan mengucurkan investasi awal sebesar Rp 450 miliar untuk pembangunan hanggar dan pengadaan armada.

BACA JUGA :  Berprestasi Ekspor, CV. Ading Walet di NTB Dapat SK Kementerian

​“Kita ingin menghadirkan wisata yang nyaman, aman, langsung dan cepat, dan kehadiran seaplane akan memberikan kecepatan bagi wisatawan berkualitas yang memiliki uang namun waktu yang terbatas,” jelas Michael.

​Rencananya, layanan ini mulai beroperasi pada Juni 2026, tepat waktu untuk mendukung ajang internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Asia Talent Cup. Untuk tahap awal, PT AMAN akan mendatangkan 2 unit pesawat dengan target ekspansi hingga 10 armada dalam lima tahun ke depan.

​Menanggapi isu lingkungan dan sosial, pihak PT AMAN memastikan bahwa operasional pesawat amfibi dengan panjang landasan pacu air sekitar 400 meter ini tidak akan mengganggu ekosistem maupun aktivitas nelayan setempat.

BACA JUGA :  Kampung Walet CV.Ading Walet Tetap Jadi Perhatian Indonesia

Hasil uji analisis dampak lingkungan (Amdal) menunjukkan hasil nihil dampak negatif.

​Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyatakan dukungan penuh atas inovasi transportasi ini, namun tetap menekankan kepatuhan pada regulasi.

​“Silahkan disegerakan. Semua kendala dan prosedur harus segera diselesaikan,” ucap Dudi.

​Model pengembangan ini berkaca pada kesuksesan Maladewa, di mana industri seaplane mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan menyumbang devisa hingga USD 5 miliar per tahun. Dengan operasional di Batujai, sektor perhotelan, restoran, dan UMKM di Lombok diyakini akan mengalami akselerasi pertumbuhan yang signifikan. (Red)

Berita Terkait

Alfamart Salurkan Ratusan Paket Sembako CSR untuk Anak Yatim di Lombok Tengah
Akselerasi Digitalisasi, Bank NTB Syariah Dorong UMKM Go Digital lewat QRIS di Gelegar Lentera Ramadhan
Tekan Harga Cabai yang Tembus Rp200.000, Pemkab Lombok Tengah Datangkan Stok dari Enrekang
Bank NTB Syariah Dukung Operasional 10 Koperasi Desa Merah Putih Percontohan se-NTB Melalui Bantuan Sarana Prasarana
ITDC Gandeng IAS Property Indonesia dalam Penyediaan Layanan Travel Management Corporate
Perumda Tirta Ardhia Rinjani dan Angkasa Pura I Teken MoU Layanan Air Bersih Bandara Lombok
Bank NTB Syariah Serahkan Pembiayaan ASN Rp 57 Miliar ke BSI, Ini Alasannya
Komiten Pemprov NTB Percepat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTB
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:00 WIB

Alfamart Salurkan Ratusan Paket Sembako CSR untuk Anak Yatim di Lombok Tengah

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:18 WIB

Akselerasi Digitalisasi, Bank NTB Syariah Dorong UMKM Go Digital lewat QRIS di Gelegar Lentera Ramadhan

Senin, 2 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tekan Harga Cabai yang Tembus Rp200.000, Pemkab Lombok Tengah Datangkan Stok dari Enrekang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:45 WIB

Lombok Tengah Bakal Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Target Operasi Juni 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:20 WIB

Bank NTB Syariah Dukung Operasional 10 Koperasi Desa Merah Putih Percontohan se-NTB Melalui Bantuan Sarana Prasarana

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:35 WIB

ITDC Gandeng IAS Property Indonesia dalam Penyediaan Layanan Travel Management Corporate

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:34 WIB

Perumda Tirta Ardhia Rinjani dan Angkasa Pura I Teken MoU Layanan Air Bersih Bandara Lombok

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:25 WIB

Bank NTB Syariah Serahkan Pembiayaan ASN Rp 57 Miliar ke BSI, Ini Alasannya

BERITA TERBARU