Virall !! Puluhan WNI di Myanmar Minta Dipulangkan Presiden

Kamis, 27 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan Warga Negara Indonesia ( WNI ) di Myanmar diduga disekap dan virall karena meminta Presiden Joko Widodo memulangkan mereka.

Kasus dugaan penyekapan puluhan WNI di Myanmar tersebut, sudah tersebar di media sosial melalui video yang diunggah akun @bebaskankami.

Dalam video itu tampak sejumlah WNI terlihat putus asa sambil menatap kamera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Their lives at stake. 4 of them going to be sold to another company tomorrow, while the other will be separated to another team that led by Chinese leader who were notorious for their cruelty punishment. In this video, they want the Indonesian government to see and remember their faces. The face that desperately asking for help.

BACA JUGA :  IndonesianGP 2023: Manfaatkan Pembelian Tiket MotoGP Mandalika 2023 dengan Harga Spesial!

(Hidup mereka dipertaruhkan. 4 dari mereka akan dijual ke perusahaan lain besok, sementara yang lain akan dipisahkan ke tim lain yang dipimpin oleh pemimpin Cina yang terkenal dengan hukuman kejam mereka. Dalam video ini, mereka ingin pemerintah Indonesia melihat dan mengingat wajah mereka. Wajah2 putus asa memohon pertolongan).

Please make it Viral!,” tulis akun tersebut dalam video unggahannya.

Sementara itu, salah seorang istri korban penyekapan, Ema Ulfatul Hilmiah, 28, pada kamis 27/4/2023 menceritakan, jika para korban ini sebelumnya diberangkatkan untuk bekerja di Thailand. Namun faktanya, korban justru dibawa ke Myanmar dan bekerja dengan tidak layak.

“Suami saya awalnya enggak tahu [bila akan dibawa ke Myanmar]. Awalnya itu ditawari bekerja sebagai operator marketing di Thailand. Berangakat November 2022 kemarin. Tapi kenyataanya, malah sampai di tempat terpencil di Mnyanmar, di tengah-tengah hutan,” terang Ema.

BACA JUGA :  LPTQ Lombok Tengah Resmi Luncurkan Program Sambang TPQ di 12 Kecamatan

Lebih lanjut, saat perjalanan dan setibanya di Bangkok, 20 orang WNI termasuk suami Ema itu langsung dibawa ke perbatasan Thailand dan Myanmar. Mereka dibawa pergi dengan kawalan dua orang bersenjata dan berseragam militer.

Di tempat terpencil yang ditak diketahui lokasi pastinya itu, mereka dipaksa bekerja mulai dari pukul 20.00 malam hingga pukul 13.00 siang.

Tugas mereka adalah mencari kontak-kontak sasaran untuk ditipu melalui website atau aplikasi Crypto sesuai dengan target perusahaan. Apabila target tersebut tak tercapai, mereka akan dihukum secara fisik.

“Awalnya enggak ada hukuman. Tapi setelah dua pekan training, tiba-tiba bila target satu nomor orang luar negerinya enggak tercapai, ada hukumanya. Seperti lari, pushup, squat jump sampai 100-500 kali. Ada juga yang dalam lima hari enggak dapat satu kontak dicambuk dan disetrum,” jelasnya.

BACA JUGA :  Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade

Ema pun berharap Pemerintah merepons permintaan atau mengulurkan tangan kepada ke 20 WNI yang telah meminta pertolongan pulang tersebut. Sebab, selain dipekerjakan tak layak, mereka saat ini juga diduga terancam diperdagangkan.

Ema saat ini sudah tidak mengetahui bagaimana kabar dari suaminya di Myanmar. Sebab, dirinya kali terakhir dihubungi suaminya pada Senin 24/4/2023 siang.

“Sampai sekarang belum ada kabar lagi. Saya dapat kabar itu saja karena suami curi-curi kesemptan. Di sana semua handphone (HP) dikumpulkan. Ada batas 10 menit dan satu pekan sekali boleh pegang HP. Itu pun disadap,”pungkas Ema.

 

Berita Terkait

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi
Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade
Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade
Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat
Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng
Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat
KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati
Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:55 WIB

KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata

BERITA TERBARU

Pemerintahan

Lalu Basarudin Janji Bawa Desa Kateng Jadi Lebih Maju

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:37 WIB