NESIANEWS.COM – Warga dan sejumlah kontraktor di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mengeluhkan kelangkaan semen yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Stok semen disebut sulit ditemukan di sejumlah toko bangunan. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian pekerjaan konstruksi dan renovasi warga terpaksa ditunda.
Salah seorang warga Kecamatan Jonggat, Talib, mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan semen saat hendak membeli untuk pemasangan keramik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Senin (21/9/2026), Talib mencoba mencari semen di salah satu toko bangunan di Desa Puyung. Namun, seluruh merek semen di toko tersebut disebut telah habis.
“Saya mau pasang keramik, namun tidak jadi karena semen ternyata kosong di toko,” katanya.
Lanjut Talib, pemasangan keramik terpaksa ditunda karena semen dibutuhkan sebagai bahan perekat.
Kelangkaan serupa juga dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha konstruksi. Seorang subkontraktor asal Praya, Mahali, membenarkan kondisi tersebut.
Ia mengatakan sejumlah toko bangunan hingga gudang semen di wilayah Praya juga mengalami kekosongan stok. Bahkan, semen merek Merah Putih yang biasanya mudah diperoleh disebut kini sulit ditemukan.
“Hampir semua mereka saat ini langka sejak beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.
Mahali mengatakan kondisi tersebut mulai berdampak terhadap pekerjaan konstruksi yang ditargetkan selesai tahun ini.
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi agar pasokan semen kembali normal dan pekerjaan konstruksi tidak semakin terhambat.
Sementara itu, Owner Toko Sparta Puyung, Hj. Siti Aminah, mengatakan stok semen di tokonya telah habis pada Senin (21/9/2026).
“Betul langka akhir-akhir ini. Kalaupun ada maka jumlahnya sangat sedikit dan cepat habis,” kata Hj. Siti Aminah.
Menurut dia, pasokan yang diterima tokonya hanya berkisar 50 hingga 100 sak. Pasokan tersebut diperoleh setelah pihaknya melobi sejumlah agen semen di Praya.
“Kadang ada 50 sak Boswa, 50 Sak Tiga Roda. Sangat sedikit,” imbuh Hj. Siti Aminah.
Hj. Siti Aminah mengaku belum mengetahui penyebab semen tiba-tiba sulit diperoleh di pasaran.
Menanggapi kelangkaan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disperidag) Lombok Tengah, Lalu Setiawan, mengatakan kelangkaan tak hanya terjadi di Loteng.
Kelangkaan tersebut, terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota yang ada di NTB. Hal itu karena kurangnya pasokan dari pabrik.
“Kelangkaan semen terjadi bukan saja di Lombok Tengah, tapi di Mataram, Lobar dan Lotim juga. Ini karena kurangnya pasokan dari pabrik. Kami sedang koordinasikan hal ini dengan pihak provinsi,” kata Lalu Setiawan.
Hasil dari koordinasi dengan provinsi, bahwa pihak provinsi akan bersurat ke pihak Pelindo selaku kapal yang mengangkut Semen agar bisa segera diberikan bongkar muat.
“Kata Kadis Perindag Provinsi sedang bersurat ke Pelindo untuk diberikan kapal Semen bongkar muat segera,” pungkas Lalu Setiawan.
































