NESIANEWS.COM – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit yang kerap mengintai saat cuaca ekstrem.
Curah hujan tinggi berisiko menimbulkan genangan air, banjir, lingkungan yang lembap, serta penurunan kualitas air bersih dan sanitasi.
Kondisi ini memicu kerentanan penularan sejumlah penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis akibat bakteri dari urine tikus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga berbagai penyakit kulit berbasis lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, Sp. PD., FINASIM., C.M.C. menegaskan bahwa pencegahan penyakit selama musim penghujan tidak bisa dibebankan semata kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Jangan menunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit atau terjadi peningkatan kasus penyakit. Justru pada saat musim penghujan seperti sekarang, langkah pencegahan harus kita lakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga masing-masing,” ujar dr. Mamang melalui keterangan tertulis, Selasa (3/11).
Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Lombok Tengah membagikan sejumlah panduan penting pencegahan penyakit.
Pertama, menekan perkembangbiakan nyamuk DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lewat metode 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Masyarakat juga diminta memakai obat antinyamuk dan kelambu.
Kedua, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi sehat dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menghindari konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi air banjir.
Ketiga, mewaspadai leptospirosis dengan menghindari kontak langsung dengan genangan air banjir menggunakan pelindung diri atau alas kaki, khususnya bagi yang memiliki luka terbuka.
Keempat, menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah ISPA dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, menjaga ventilasi rumah, serta menerapkan etika batuk.
Kelima, menjaga kebersihan makanan agar dimasak matang dan tidak membuang sampah ke saluran drainase atau sungai.
Keenam, menghindari aktivitas di aliran air banjir demi keselamatan kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, serta penyandang penyakit kronis.
Dinkes juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala klinis seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah berulang, diare berat, tanda dehidrasi, sesak napas, maupun perdarahan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Warga diimbau agar tidak melakukan pengobatan mandiri secara berlebihan atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep tenaga medis.
Di sisi internal, Dinkes Lombok Tengah telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk meningkatkan pemantauan kasus, memperkuat surveilans penyakit potensial wabah, serta menggencarkan edukasi kesehatan kepada publik.
“Prinsipnya, kita ingin masyarakat tetap sehat dan produktif meskipun memasuki musim penghujan. Kewaspadaan, kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit maupun kejadian luar biasa (KLB),” pungkasnya.
































