Musim Penghujan Tiba, Dinkes Lombok Tengah Imbau Warga Waspadai Ancaman DBD hingga Leptospirosis

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit yang kerap mengintai saat cuaca ekstrem.

Curah hujan tinggi berisiko menimbulkan genangan air, banjir, lingkungan yang lembap, serta penurunan kualitas air bersih dan sanitasi.

Kondisi ini memicu kerentanan penularan sejumlah penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis akibat bakteri dari urine tikus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga berbagai penyakit kulit berbasis lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, Sp. PD., FINASIM., C.M.C. menegaskan bahwa pencegahan penyakit selama musim penghujan tidak bisa dibebankan semata kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA :  350 Personil Diterjukan Polres Loteng Untuk Amankan Libur Lebaran Ketupat

“Jangan menunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit atau terjadi peningkatan kasus penyakit. Justru pada saat musim penghujan seperti sekarang, langkah pencegahan harus kita lakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga masing-masing,” ujar dr. Mamang melalui keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Lombok Tengah membagikan sejumlah panduan penting pencegahan penyakit.

Pertama, menekan perkembangbiakan nyamuk DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lewat metode 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Masyarakat juga diminta memakai obat antinyamuk dan kelambu.

BACA JUGA :  Tim Kementerian Kesehatan Rekomendasikan RSUD Praya Naik ke Kelas B

Kedua, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi sehat dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menghindari konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi air banjir.

Ketiga, mewaspadai leptospirosis dengan menghindari kontak langsung dengan genangan air banjir menggunakan pelindung diri atau alas kaki, khususnya bagi yang memiliki luka terbuka.

Keempat, menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah ISPA dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, menjaga ventilasi rumah, serta menerapkan etika batuk.

Kelima, menjaga kebersihan makanan agar dimasak matang dan tidak membuang sampah ke saluran drainase atau sungai.

Keenam, menghindari aktivitas di aliran air banjir demi keselamatan kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, serta penyandang penyakit kronis.

Dinkes juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala klinis seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah berulang, diare berat, tanda dehidrasi, sesak napas, maupun perdarahan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA :  Andika Mahasiswa Kedokteran Unram Raih Juara 2 Lomba Tartil Al-Qur'an Se Indonesia

Warga diimbau agar tidak melakukan pengobatan mandiri secara berlebihan atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep tenaga medis.

Di sisi internal, Dinkes Lombok Tengah telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk meningkatkan pemantauan kasus, memperkuat surveilans penyakit potensial wabah, serta menggencarkan edukasi kesehatan kepada publik.

“Prinsipnya, kita ingin masyarakat tetap sehat dan produktif meskipun memasuki musim penghujan. Kewaspadaan, kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit maupun kejadian luar biasa (KLB),” pungkasnya.

Berita Terkait

Langkah Strategis, RSUD Praya dan Universitas Bumigora Tandatangani MoU
Wujudkan Pelayanan Publik yang Semakin Berkualitas, RSUD Praya Gandeng Ombudsman
Kunjungan Pasien Cukup Tinggi, RSUD Praya Tetap Beri Pelayanan Terbaik
Mulai dari Perangkat Desa hingga Marbot Masjid, Pemkab Lombok Tengah Berikan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
Naik Tipe B, RSUD Praya Lombok Tengah Bakal Dipimpin Direktur Utama
Targetkan 12 Kecamatan, KASTA NTB Rutinkan Pengobatan Gratis di Lombok Tengah
Menjadi RS Tipe B, RSUD Praya Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Wakil Bupati Lombok Tengah Serahkan Ambulans Gratis, RSUD Praya Komitmen Tingkatkan Pelayanan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:33 WIB

Musim Penghujan Tiba, Dinkes Lombok Tengah Imbau Warga Waspadai Ancaman DBD hingga Leptospirosis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Langkah Strategis, RSUD Praya dan Universitas Bumigora Tandatangani MoU

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:20 WIB

Wujudkan Pelayanan Publik yang Semakin Berkualitas, RSUD Praya Gandeng Ombudsman

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:46 WIB

Kunjungan Pasien Cukup Tinggi, RSUD Praya Tetap Beri Pelayanan Terbaik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:12 WIB

Mulai dari Perangkat Desa hingga Marbot Masjid, Pemkab Lombok Tengah Berikan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:21 WIB

Naik Tipe B, RSUD Praya Lombok Tengah Bakal Dipimpin Direktur Utama

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:47 WIB

Targetkan 12 Kecamatan, KASTA NTB Rutinkan Pengobatan Gratis di Lombok Tengah

Jumat, 30 Januari 2026 - 01:28 WIB

Menjadi RS Tipe B, RSUD Praya Tingkatkan Kualitas Pelayanan

BERITA TERBARU

Peristiwa

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:22 WIB