NESIANEWS.COM – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali mencatatkan rapor positif.
Berdasarkan data resmi penyelenggara, jumlah penonton yang hadir langsung di sirkuit mencapai 157.875 orang atau meningkat 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan angka tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan pergerakan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat, total perputaran ekonomi selama perhelatan berlangsung menyentuh angka Rp5,2 triliun. Capaian ini melampaui target awal sebesar Rp5 triliun.
Dampak ekonomi tersebut terdistribusi secara masif melalui berbagai sektor, mulai dari kuliner, suvenir, akomodasi, hingga transportasi lokal.
Chairman Indonesia Grand Prix 2026, Troy Warokka, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan tingkat desa yang dinilai menjadi kunci sukses perhelatan balap motor tingkat dunia ini.
“Saya ingin berterima kasih bahwa semua acara MotoGP itu tidak terlepas dari bantuan dan dorongan Pemerintah NTB, dalam hal ini gubernur, kapolda, bupati, wakil bupati dan yang paling penting juga dukungan dari Diskominfo,” ujar Troy saat memberikan keterangan di Hotel Pullman Mandalika, (27/10).
“Namun saya yakin dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, pemerintah kabupaten sampai ke desa, maka acara ini bisa terselenggara dengan baik,” tambahnya.
Troy menjelaskan, tren peningkatan jumlah penonton di Mandalika terus terjadi secara konsisten sejak edisi 2022, 2023, 2024, hingga 2025.
Terjual habisnya tiket kategori early bird hanya dalam rentang satu minggu menjadi indikator awal tingginya antusiasme masyarakat.
Menurutnya, daya tarik ajang tahun ini juga terdongkrak signifikan oleh kehadiran dua pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji.
“Harus saya akui bahwa kehadiran Veda Ega dan Mario Aji itu menjadi mustika pemikat MotoGP ini. Saya banyak ketemu orang-orang yang tidak pernah nonton MotoGP, akhirnya menonton MotoGP karena modal Veda dan Mario Aji,” ungkap Troy.
“Target yang kami canangkan adalah 5 triliun. Waktu saya ditanya sama teman-teman wartawan, ‘Apakah yakin bisa mencapai 5 triliun?’ Hitungannya sangat sederhana. Kalau tahun lalu kita dapat 4,9, harusnya dengan feeling yang saya dapat bersama teman-teman, dengan dukungan dari pemerintah pusat, daerah, sampai kepada level desa, angka 5 triliun, bismillah bisa tercapai,” tuturnya.
Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Sektor Akomodasi
Selain menggerakkan sektor UMKM, MotoGP 2026 turut memberikan dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Sebanyak 3.900 tenaga kerja asal NTB terserap selama kegiatan berlangsung, atau meningkat 16,7 persen dibanding edisi sebelumnya.
Keterlibatan warga lokal juga terlihat pada jajaran petugas lintasan (marshal). Dari total 437 marshal yang bertugas, 20 di antaranya merupakan marshal perempuan asal NTB.
Kelancaran mobilitas pengunjung didukung ketersediaan moda transportasi masif, termasuk pengoperasian 66 penerbangan tambahan (extra flight) rute Lombok-Jakarta dan Lombok-Bali oleh maskapai Pelita Air, Garuda Indonesia, Transnusa, dan Citilink, serta armada transportasi laut dari Surabaya.
Tingkat kepuasan pengunjung berdasarkan survei digital di 400 titik daring mencatatkan skor 4,55 dari target awal 4,4.
Sektor akomodasi pun mencatat keterisian maksimal; tingkat okupansi hotel di Kota Mataram mencapai 92 hingga 100 persen, sementara seluruh akomodasi di kawasan Mandalika terisi penuh.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah menyambut positif keberhasilan penyelenggaraan ini.
Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung agenda tahunan tersebut.
“Kami dari pemerintah daerah tentunya selalu memberikan dukungan yang semampu kami untuk penyelenggaraan event MotoGP ini, karena dengan terselenggaranya MotoGP di wilayah kami di Lombok Tengah ini tentunya sangat berdampak positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah tentunya,” ujar Lalu Herdan.
































