NESIANEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Lombok Tengah.
Dua pemuda asal Desa Prabu, Kecamatan Pujut, berhasil meraih Juara II dalam ajang Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 pada dua bidang berbeda.
Kedua pemuda tersebut adalah L. Zakiyurrahman, yang meraih Juara II Bidang Ekonomi Digital melalui inovasi produk lokal Teh Prabu, serta Idayanti, S.E., yang meraih Juara II Bidang Lingkungan Pariwisata melalui pengembangan dan pelestarian destinasi wisata Monkey Cave Lombok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan kepada kedua pemuda berprestasi tersebut diserahkan pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Momentum ini menjadi semakin bermakna karena prestasi keduanya mendapat apresiasi dalam peringatan hari bersejarah bagi generasi muda Indonesia.
Keberhasilan keduanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lombok Tengah, khususnya masyarakat Desa Prabu, sekaligus menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi inovasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Teh Prabu, Inovasi Produk Lokal Berbasis Ekonomi Digital
L. Zakiyurrahman mengangkat potensi Teh Prabu, produk minuman khas Desa Prabu yang dikembangkan bersama masyarakat setempat.
Produk tersebut melalui proses penanaman, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang melibatkan pemuda dan masyarakat desa.
Melalui pemanfaatan media sosial dan platform perdagangan digital, Teh Prabu yang sebelumnya hanya disajikan untuk tamu kini mulai dikenal sebagai salah satu produk oleh-oleh lokal yang terhubung dengan pengembangan wisata Monkey Cave Lombok.
“Teh Prabu ini bukan sekadar minuman. Ini identitas desa kami. Saya ingin membuktikan anak desa bisa jualan lewat digital dan menghidupkan ekonomi desanya sendiri,” ujar Zakiyurrahman.
Monkey Cave Lombok, Pelestarian Lingkungan Berbasis Masyarakat
Sementara itu, Idayanti, S.E., meraih prestasi melalui inovasi pengelolaan lingkungan pariwisata Monkey Cave Lombok di Desa Prabu.
Destinasi yang sebelumnya kurang terawat tersebut kini dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Pengelolaannya dilakukan melalui upaya menjaga kelestarian hutan, melindungi habitat monyet, mengelola sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan wisata.
“Menjaga Monkey Cave bukan sekadar bersih-bersih. Ini menjaga warisan alam untuk anak cucu kita. Kalau alamnya rusak, pariwisatanya juga hilang,” ujar Idayanti.
Satu Desa, Dua Prestasi untuk Lombok Tengah
Keberhasilan dua pemuda dari satu desa ini memperlihatkan besarnya potensi generasi muda Lombok Tengah dalam mengembangkan ekonomi kreatif, transformasi digital, dan pariwisata berkelanjutan.
Melalui Teh Prabu, potensi produk lokal dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Sementara melalui Monkey Cave Lombok, potensi alam desa dikelola dengan mengedepankan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Kedua peraih penghargaan tersebut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, Pemerintah Desa Prabu, Pemerintah Kecamatan Pujut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Dispora NTB, Karang Taruna, pelaku wisata, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.
“Juara II ini bukan akhir. Ini awal. Bismillah, tahun depan kita perbaiki lagi dan rebut Juara I untuk Desa Prabu,” ungkap keduanya.
Prestasi yang mendapat penghargaan tepat pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini sekaligus memperkuat peran pemuda desa sebagai penggerak inovasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian potensi wisata daerah.
Dari Desa Prabu, Kecamatan Pujut, dua pemuda membuktikan bahwa karya dan inovasi dari desa mampu mengharumkan nama Kabupaten Lombok Tengah di tingkat Provinsi NTB.
































