Polres Loteng Perketat Pengamanan Di Bandara Bizam Selama WWF Berlangsung

Selasa, 21 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Kepolisian Resor Lombok Tengah memperketat pengamanan di sektor keberangkatan dan kedatangan di Bandara Bizam selama kegiatan World Water Forum (WWF) Ke – 10 di Bali.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK di Praya, Senin (20/5), mengungkapkan dalam Operasi Puri Agung 2024, Polda NTB khususnya Polres Lombok Tengah meningkatkan kegiatan pengamanan di bandara Bizam sebagai salah satu wilayah imbangan pengamanan WWF ke 10 di Bali.

BACA JUGA :  Polres Loteng Bersama Tim SAR Evakuasi Tiga Warga Yang Meninggal di Dalam Sumur

“Ditunjuk NTB khususnya Polres Lombok Tengah sebagai wilayah imbangan pengamanan WWF ini karena merupakan salah satu pintu masuk utama menuju bali dengan adanya bandara, sehingga kita perketat pengaman di kawasan Bandara,” ucap Iwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Nusron Wahid: Kementerian ATR/BPN Bakal Dukung Program di NTB

Iwan menyampaikan sebanyak 71 personel gabungan dari BKO Polda NTB, Brimob Polda NTB dan Polres Lombok Tengah di siagakan di bandara selama kegiatan WWF berlangsung.

Kemudian, lanjutnya, selama WWF ke – 10 digelar pihaknya akan lebih fokus melaksanakan pengetatan pengamanan di sektor keberangkatan dan kedatangan guna mencegah ancaman aksi kriminalitas dari tingkat sedang hingga tinggi di area bandara.

BACA JUGA :  NDI Minta Kontraktor Berani Sebut Sumber Pokir yang Menjadi Utang Pemprov NTB

“Kita juga berkolaborasi bersama stakeholder terkait guna memaksimalkan giat pengamanan di bandara,” ujar Iwan.

Ia juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan WWF di Bali ini agar bisa berjalan aman dan lancar dengan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayahnya masing-masing tetap aman dan kondusif.

Berita Terkait

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar
Rp6,23 Miliar Aset Hasil Korupsi Bandara Lombok Dilelang!
Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:47 WIB

Rp6,23 Miliar Aset Hasil Korupsi Bandara Lombok Dilelang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda

BERITA TERBARU