Pembahasan RAPBD Super Kilat Persis Legenda Bandung Bondowoso

Rabu, 25 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Lombok Global Institute (Logis) menggelar diskusi publik yang mengangkat tema “Bandung Bondowoso RAPBD 2025.” Diskusi tersebut digelar di Bhumi Resto Mataram, Selasa, 24 Desember 2024.

Dalam diskusi tersebut dimoderatori Abdul Majid serta menghadirkan tiga narasumber, masing-masing Plt Inspektorat NTB, H. Wirawan Ahmad, Anggota DPRD NTB, H. Muhammad Aminurulah dan Pengamat Ekonomi Dr. H. Iwan Harsono.

Direktur Logis, M. Fihiruddin saat membuka acara mengatakan mengangkat tema tersebut karena pembahasan RAPBD NTB sangat cepat persis seperti legenda Bandung Bondowoso yang membangun seribu candi dalam satu malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa Logis mengangkat RAPBD 2025 karena laporan investigasi kami, pembahasan RAPBD cepat kilat, seperti Bandung Bondowoso yang dipaksa mendirikan candi dalam satu malam. Seperti kereta cepat Bandung-Jakarta,” katanya.

Sebagai informasi, pembahasan APBD 2025 dibahas oleh Anggota DPRD NTB sebelumnya, bukan anggota baru. Kemudian terjadi penurunan tahun 2025 dibanding 2024. APBD 2025 sebesar 5,7 triliun, sementara 2024 sebesar 6,8 triliun.

BACA JUGA :  Fajar Aditya: Setan Gedung DPR Horor

Plt Inspektur Inspektorat NTB, Wirawan menjelaskan bahwa APBD merupakan hilir dari proses yang cukup panjang.

Dijelaskan di awal tahun pemerintahan menyusun rencana kerja Pemda yang memuat beberapa aspek di antaranya hasil Musrenbang, rancangan teknokratik dan hasil reses DPRD.

Dijelaskan, proses pembahasan APBD sangat panjang dan berliku. Penyusunan secara signifikan melalui rangkaian prosedur yang panjang.

“Apakah APBD disusun secara kilat? Saya katakan tidak. Proses cukup panjang. Ada tahapan pembahasan di DPRD juga,” katanya.

Mengapa APBD 2025 dibahas dengan DPRD NTB yang lama? Wirawan menjelaskan karena ada kekhawatiran jika dibahas bersama DPRD baru akan tertunda dan tidak dapat memenuhi tahapan yang ditentukan dalam regulasi.

“Pembahasan APBD 2025 bukan seperti Bandung Bondowoso. Kenapa sorotan APBD 2025 demikian gencar, padahal adalah jawaban impian kita untuk mendapat APBD yang sehat,” kata dia.

“Baru kali ini kita jujur menetapkan APBD dengan keuangan kita. Hanya 5,7 triliun dibanding 2024 sebesar 6,8 triliun. Karena target pendapatan kita realistis,” ujarnya.

BACA JUGA :  Peserta Kemah Bela Negara Nasional Bersama TNI Polri Laksanakan Penanaman Mangrove

Wirawan menjamin tidak akan lagi potensi hutang di tahun berikutnya karena APBD yang disebut realistis.

Anggota DPRD NTB, H. Muhammad Aminurulah, mengeritisi penyusunan APBD dilakukan bersama Anggota DPRD NTB lama, bukan yang baru. Padahal masih terbuka waktu dibahas bersama DPRD NTB yang terpilih saat ini.

“Ada apa APBD ditetapkan bulan Agustus padahal aturannya minggu pertama bulan Oktober,” kata dia.

Dia meragukan postur APBD 2025 sesuai dengan kebutuhan daerah dan kebutuhan masyarakat NTB.

“Kalau APBD kita dipaksa begitu pembahasan dan penyusunan satu hari dan paripurna malam hari. Itu yang saya lihat di jadwal. Harusnya sesuai dengan fungsinya. Bagaimana menyesuaikan anggaran (pengentasan) kemiskinan, bonus demografi,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi Dr. H. Iwan Harsono mengatakan, idealnya perencanaan APBD dimulai Mei dan pembahasan Oktober-November. Namun setelah dipahami tidak ada evaluasi soal proses, maka proses tersebut dianggap benar.

BACA JUGA :  Kapolres Lombok Utara Ajak Polong Renten Lombok Utara Dinginkan Pemilu 2024

Sebagai tim yang terlibat pembahasan tersebut, Iwan Harsono mengatakan APBD 2025 fokus pada penyehatan.

“Kita mau realistis. Perkiraan PAD kita turun. Belanja modal kurang. Posisi APBD 2025 belanja pegawai 53 persen,” katanya.

Menurut Iwan, belanja modal juga meningkat dan banyak rasionalisasi di APBD 2025. Pertumbuhan ekonomi pun ditargetkan 6 persen dalam APBD terbaru.

“Walaupun 6 hari tapi dibuktikan hasil evaluasi tidak ada yang mengevaluasi proses,” ujarnya.

Taufik Hidayat mengatakan, seharusnya pembahasan APBD 2025 merupakan hak DPRD baru, bukan yang lama, karena memiliki Pokir pada APBD baru.

“Tidak hanya salah legislatif. Tapi eksekutif memberi ruang. Kan bisa tunggu DPRD dilantik baru dibahas,” katanya.

Senada, Iqra mengatakan DPRD NTB yang baru memiliki tanggungjawab terhadap APBD 2025. Dia menyayangkan pembahasan tanpa DPRD baru.

“DPRD NTB saat ini memiliki tanggungjawab moral terhadap APBD. Kasihan jika tidak dilibatkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Berita Terkait

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB