NESIANEWS.COM – Kondisi infrastruktur jembatan di Dusun Orok-Orok, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, kian memprihatinkan. Jembatan penghubung utama yang ambruk diterjang banjir pada awal tahun 2025 lalu hingga kini belum menyentuh tanda-tanda perbaikan.
Kasta NTB DPC Praya Timur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah untuk segera mengambil langkah nyata. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan transportasi vital bagi mobilitas warga dan pelajar.
Ketua Kasta NTB DPC Praya Timur, Supardin M. Yasin, menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani fasilitas publik yang rusak berat tersebut.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembiaran yang berlarut-larut ini sangat merugikan masyarakat dari sisi ekonomi maupun pendidikan.
”Kondisi saat ini mempengaruhi mobilitas warga karena harus mencari jalan alternatif lain yang lebih jauh termasuk akses siswa – siswi yang menempuh pendidikan juga terdampak karena jalan tersebut merupakan satu satunya akses paling mudah menuju sekolah mereka,” ujar Supardin dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Supardin menekankan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah harus memprioritaskan perbaikan ini di tahun anggaran 2026.
”Kami mendesak pemkab loteng melalui Dinas PUPR agar pada tahun 2026 ini bisa memastikan perbaikan jembatan tersebut,” tegas Supardin. (red)
































