Fajar Aditya: Setan Gedung DPR Horor

Jumat, 23 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajar Aditya: Setan Gedung DPR Horor

Lambang garuda dengan latar belakang biru dan tulisan putih memberikan kesan kepada masyarakat bahwa Indonesia tidak baik-baik saja. Semua kalangan masyarakat ramai-ramai menyoroti “Peringatan Darurat” atau RI-00.

Aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat sipil, organisasi masyarakat, dan tidak luput juga influencer/artis, ikut aksi turun ke jalan pada Kamis, 22/8. Protes yang dilayangkan merupakan penolakan terhadap DPR yang akan merevisi undang-undang pilkada.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Perempuan Depresi Ditemukan Lemas di Tanggul Sungai Lombok Utara

Tidak luput juga sorotan yang menohok tentang beberapa publik figur seperti Mamat Alkatiri, Reza Rahadian, Bintang Emon yang melakukan protes terhadap tingkah aneh DPR dalam menyikapi keputusan MK. Termasuk Influencer Fajar Aditya yang turun aksi ke jalanan memberikan kesan bahwa ia melihat negara tidak berada di on track konstitusi negara Indonesia. Melalui akun instagram-nya @donfajaraditya memposting tentang “mencari setan di gedung DPR untuk diundang dalam podcast horor”

BACA JUGA :  Jelang L'Etape Mandalika Polres Loteng Bersama Polda NTB Lakukan Mapping Route

Melalui isi kontennya yang menohok menuai banyak dukungan dan juga viral di netizen soal bagaimana Fajar Aditya mendukung perhelatan rakyat. Fajar mengatakan “perjuangan rakyat merupakan gerakan keadilan untuk menjadi tanda pengingat bagi pengambil kebijakan yang seadil-adilnya”.

Fajar Aditya RJL 5 sangat mementingkan keadilan buat bangsa Indonesia, agar dinamika sosio politik negara bersaing secara sehat untuk kemajuan bangsa Indonesia. Sehingga perlunya kawalan dari masyarakat ” kalau tidak horor juga jika negara ini tidak dikawal oleh rakyat, sehingga akan membuat kacau balau nantinya, akan bertambah banyak hantunya nanti” ujar fajar mahasiswa magister Antropologi UI ketika dihubungi awak media.

BACA JUGA :  Indonesia International Culture Festival 2023

Semoga dengan bergeraknya elemen masyarakat Indonesia dengan terjun ke jalan, menjadi pengingat kepada lembaga-lembaga negara untuk berjalan sesuai fungsinya masing-masing. Ketika berjalan sesuai dengan porsinya yang bermain secara profesional akan membawa pertumbuhan negara yang sehat dan budaya demokrasi yang bagus menuju negara maju” pungkasnya.

Berita Terkait

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda
Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan
KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan
Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat
Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing
Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa
Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX
Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:10 WIB

Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:33 WIB

KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:02 WIB

Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:41 WIB

Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:36 WIB

Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:08 WIB

Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:16 WIB

Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026

BERITA TERBARU