Indonesia International Culture Festival 2023

Jumat, 27 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Selamat siang Bapak/Ibu, Saudara-saudara sekalian, para tamu undangan yang saya muliakan. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat pada hari ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan sambutan pada acara “Indonesia International Culture Festival 2023”.
Para hadirin yang saya hormati,
Saya sangat senang melihat begitu banyak hadirin, yang berasal dari berbagai belahan dunia, dalam zona waktu yang berbeda, dan dengan latar belakang budaya dan bahasa yang beragam. Acara hari ini merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan saling pengertian di antara orang-orang dan memberikan contoh yang baik tentang keanekaragaman budaya untuk perdamaian dunia.
Saya percaya bahwa dunia adalah hadiah bagi kita dari Tuhan yang menciptakannya seperti buket bunga. Dunia ini diberkati dengan beragam agama, kepercayaan, etnis dan tradisi budaya, masing-masing menarik dengan caranya sendiri. Ketika disatukan oleh nilai-nilai abadi cinta, kasih sayang, keadilan dan kesetaraan, mereka memberi kita sukacita dan kegembiraan tertinggi
Selama sejarah panjang peradaban manusia, manusia telah mengembangkan budaya dan bahasa yang berbeda. Budaya adalah jumlah dari pengalaman hidup. Keanekaragaman budaya telah membuat kanvas dunia menjadi hidup dan indah. Namun, karena keserakahan, kemarahan, ketidaktahuan, kesombongan, dan skeptisisme manusia, hati manusia menjadi tidak tenang, dunia menjadi kacau, dan perbedaan budaya semakin memperlebar jarak antar manusia. Kita perlu menghormati dan menerima satu sama lain sehingga kita dapat membuat semua jenis budaya berkembang dan menciptakan dunia yang lebih berwarna dan harmonis.
Budaya sendiri merupakan sarana untuk mencapai perdamaian dengan cara mengenali dan menghormati budaya tersebut, sebagaimana yang diutarakan oleh Dr. Bukhari Daud, M.Ed., pada seminar di Domus Academica Auditorium, Univ Oslo, Norwegia. Atau dengan cara mempelajari dan mengamalkannya dengan baik.
Nilai-nilai keanekaragaman budaya melibatkan penghormatan dan penerimaan terhadap budaya yang berbeda. Dengan menggabungkan budaya yang berbeda, kita dapat menyalakan percikan api yang lebih terang yang menginspirasi inovasi dan keunggulan dalam kehidupan, tempat kerja, komunitas, dan dunia. Hati nuranilah yang memungkinkan kita untuk melihat keindahan keragaman budaya. Hati nurani memungkinkan kita untuk melihat bahwa cinta dan perdamaian dapat menggantikan ketidakpedulian dan konflik. Orang-orang perlu menghormati, menerima dan belajar dari budaya lain sehingga visi satu dunia dapat tercapai.
Hati nurani adalah warisan berharga yang dimiliki oleh seluruh umat manusia, dan budaya hati nurani adalah budaya kolektif umat manusia. Ada banyak cerita tentang hati nurani yang diwariskan dari generasi ke generasi di kampung halaman kita, karena hati nurani adalah asal mula peradaban manusia dan memegang kunci keberlanjutan global.
Hadirin yang terhormat,
Mengutip pernyataan Albert Einstein, damai bukanlah sekedar absennya perang, melainkan adanya keadilan, hukum, dan ketertiban, pendek kata adanya pemerintahan yang efektif. Dilihat dari perspektif perdamaian yang sejati dimana indicator umumnya keadilan sosial, kemiskinan dan kesenjangan sosial menjadi faktor utama pendorong konflik dan tidak adanya perdamaian.
Damai bukanlah semata-mata ketiadaan perang. Damai yang sejati adalah damai yang dinamis, partisipatif dan berjangka panjang. Ia dapat terwujud manakala nilai-nilai kemanusiaan (budaya) universal yang telah mengakar dan menjalar di segala lini kehidupan praktis; keluarga, sekolah, komunitas, masyarakat dan Negara.
Budaya sebagai aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dimiliki oleh manusia akan sangat berperan dan berpengaruh dalam mengelola pergeseran fikiran di antara keragaman budaya masyarakat yang ada dalam menciptakan perdamaian abadi dengan menanamkan pada benak masyarakat – terutama kaum muda – nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap orang lain, menghilangkan kecurigaan dan permusuhan. Dengan kata lain, membudayakan budaya yang ada menuju budaya damai dan saling percaya serta merubah pola pikir dan pola tindak yang diharapkan datang dari segenap elemen masyarakat.
Sejak 1972, UNESCO memiliki program penting dalam menjawab berbagai tantangan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan dunia, yaitu melalui program warisan budaya. konsep universal dalam warisan dunia dimaknai dengan rasa memiliki bersama. Suatu warisan bukan hanya milik suatu negara atau bangsa, tapi milik seluruh bangsa di dunia yang akan diturunian dari generasi ke generasi
Saya berharap dengan pengertian seperti itu, maka tumbuh rasa solidaritas antarbangsa yang menjadi modal utama perdamaian dunia
Hadirin yang terhormat,
Mari terapkan hati nurani dan cinta kasih kita untuk mempromosikan budaya perdamaian, meningkatkan nilai-nilai keanekaragaman budaya, mendorong kemakmuran global, dan membangun dunia baru yang damai dan bahagia.
Membangun budaya damai adalah melalui pendidikan untuk lebih mengetahui budaya sendiri dan mengetahui budaya lain baik pada lingkup keluarga, sekolah, lingkungan dan media. Dengan demikian, maka kebudayaan akan memegang peranan penting dalam penciptaan perdamaian dan akan mempengaruhi segala aktifitas dalam menciptakan perdamaian.
Melalui kebudayaan, kita menjadi satu.

BACA JUGA :  ITDC Berkomitmen Menjalankan Program TJSL Bagi Masyarakat dan Lingkungan Sekitar Kawasan Yang Dikelola

Berita Terkait

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

Selasa, 15 September 2026 - 19:30 WIB

Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB