Abah Asal Loteng Ini Diduga Perdayai Korban, Ngaku Bisa Gandakan Uang

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Mengaku sakti dan meyakinkan bisa gandakan uang, seorang Abah di Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, diduga tipu korbannya hingga Rp. 1 Miliar.

Korban berinisial IWS yang merupakan Warga Kota Mataram melalui kuasa hukum mengungkapkan, kejadian yang dialaminya berawal ketika korban IWS bersama sejumlah rekanya yang lain dan saat ini turut menjadi saksi, datang ke rumah Abah yang berinisial AR yang diketahui aebagai “orang pinter”.

Ketika berada di rumah Abah AR, IWS bersama saksi, menyaksikan aksi sebuah peristiwa, dimana sang Abah memperlihatkan bisa merubah selembar tisu menjadi uang pecahan Rp. 100 ribu dengan total senilai Rp. 1 juta. Uang tersebut kemudian diberikan ke IWS dan saksi-saksi.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA :  Dinilai Diskriminatif, Diskominfo NTB Akan Didemo Seratusan Wartawan

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tak sampai disitu, untuk menyakinkan, Abah ini kembali melakukan aksi dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. Abah memasangkan IWS sebuah cincin, lalu menggorok tangan korban IWS. Ini untuk menunjukkan bahwa sang Abah ini kebal terhadap senjata tajam,” tutur Kuasa Hukum IWS, Sudirman DJ, Minggu 25 Januari 2025.

Kemudian, Sang Abah menunjukkan kamar dengan foto besar Nyi Roro Kidul dan peti berisi uang berbagai mata uang asing dan rupiah.

Karena si Abah merupakan orang sakti dan mengaku bisa menggandakan uang, IWS meminta tolong kepada Abah untuk membantunya karena sedang membutuhkan sejumlah uang.

“Kemudian si Abah mengatakan; “Jika ada mustika mirah delima maka dapat membantu pelapor menggandakan uang. Atas permintaan tersebut, IWS mencari “Mustikq Mirah Delima” dan Abah mengajak IWS untuk mencari di wilayah Bima,” imbuh Sudirman.

BACA JUGA :  Kasad Imbau Purnawirawan TNI AD Tidak Gunakan Atribut Satuan Saat Berpolitik

Setelah mencari tapi tidak mendapatkan mustika mirah delima, kemudian pelapor dan terlapor berangkat ke Negara Malaysia karena dijanjikan mendapatkan bonus pekerjaan dari menggandakan uang di malaysia.

“Tapi tidak juga didapatkan sehingga pelapor mengalami kerugian yang diperkirakan sebesar Rp. 1 miliar dengan ada beberapa bukti terlampir dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram,” ujar Sudirman.

Atas apa yang dialaminya tersebut, IWS kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Mataram pada 27 Desember 2025 dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/316/XII/2025/SPKT/Polresta Mataram / Polda NTB, tanggal 27 Desember 2025.

Kasat Reskrim Polres Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra terkait laporan tersebut mengatakan, kalau pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Menurut dia, masih banyak saksi yang akan diperiksa.

BACA JUGA :  Total Suara 77.528 Partai Gerindra Pertahankan Kursi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah

AKP. Dharma menegaskan akan memanggil terlapor usai pemeriksaan saksi-saksi. Dijelaskan Kasat, kejadian tersebut hingga sempat melibatkan salah satu club malam di Senggigi Lombok Barat. Sehingga pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang di Club Malam tersebut termasuk LC-nya.

“Sudah banyak yang sudah diperiksa (termasuk) LC (Ladies club). Kami periksa saksi dulu untuk mengerucut (kasus) baru ke terlapor,” tandas AKap Dharma secara terpisah.

Sementara itu, Abah AR saat dikonfirmasi via phone celulernya terkait hal tersebut, hingga berita ini diturunkan tidak mengangkat panggilan.

Berita Terkait

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung
Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

BERITA TERBARU

Peristiwa

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:22 WIB