Bank of India Indonesia (BOII) sempat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 12 Desember 2023.

Selasa, 12 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Bank of India Indonesia (BOII) sempat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 12 Desember 2023. RUPSLB ini membahas soal pembatalan RUPSLB yang berlangsung pada 26 Maret 2018.

Diketahui BOII sempat memutuskan untuk menghapus atau delisting saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden Direktur BOII, Raharjo Satrio Unggul mengatakan kalau saat itu, mereka tidak bisa memenuhi persyaratan.

“Namun kemudian, tahun ini shareholder berpikiran untuk memenuhi persyaratan dari OJK Pasar Modal agar saham kami bisa aktif di pasar modal,” terang Raharjo.Sebagai informasi, pemegang saham terbesar BOII tidak lain adalah Bank of India, yang total kepemilikannya mencapai 90,96 persen. Pemegang saham kedua terbesar adalah PT Panca Mantra Jaya yang memiliki saham sebesar 6,78 persen, dan sisanya dipunyai masyarakat.

BACA JUGA :  Pangdam IX/Udayana Kunjungi Makodim Loteng, Prajurit Teritorial Harus Bermanfaat Untuk Masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keputusannya adalah, pemegang saham telah setuju, dan kami sudah melakukan komunikasi dengan OJK Pasar Modal, serta seluruh proses administrasi sudah dipenuhi,” lanjut Raharjo.

BACA JUGA :  Penumpang Bandara Lombok Tumbuh 17 Persen Selama Periode Lebaran 2023

Beberapa proses administrasi yang dimaksud yaitu jumlah saham free float yang paling sedikit 50 juta lembar saham atau 7,5 persen dari saham tercatat, serta jumlah pemilik saham harus mencapai 300 pemilik.

Meskipun sudah kembali mengaktifkan saham mereka di BEI, tetapi BOII masih belum bisa membuka suspensi dari saham mereka. Raharjo mengungkapkan kalau mereka harus terlebih dahulu menyampaikan hasil RUPSLB dan berkas-berkas yang dibutuhkan kepada OJK Pasar Modal.“Sisanya adalah OJK Pasar Modal yang menentukan. Entah itu seminggu kemudian atau entah kapan,” ungkap Raharjo.

BACA JUGA :  Jajaran Kodim 0503 Jakarta Barat, "Geruduk" Mako Polresta Metro Setempat, Ada Apa?

Raharjo sendiri berharap bahwa bank yang memiliki kode saham BSWD ini bisa segera kembali bergabung ke dalam BEI, meskipun bisa saja nanti jumlah saham yang mereka miliki tidak begitu besar.

Berita Terkait

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung
Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:49 WIB

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

BERITA TERBARU