Hujan Lebat Rendam Tanaman Tembakau, Sugiarto Dorong Pemda Optimalkan Fungsi PPL & Perbaikan Irigasi

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan hektar tanaman tembakau petani di wilayah Lombok Tengah terendam diakibatkan guyuran hujan lebat beberapa hari terakhir.

Di wilayah kecamatan Pujut dan Praya Timur, hujan menyebabkan lahan tanaman tembakau tergenang. Genangan air bahkan hingga menutupi daun tembakau mengingat masyarakat baru mulai melakukan penanaman.

Tembakau yang terendam perlu masa pemulihan. Kondisi tanaman layu akibat terendam air. Pemulihan memakan waktu beberapa hari, itupun kalau tidak terjadi hujan lagi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau panas bisa cepat pulih tapi kalau hujan, bisa menyebabkan tanaman tembakau mati sehingga hal tersebut yang dikhawatirkan para petani.

BACA JUGA :  Indonesia Kembali Gelar GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1-3 Mei 2026

Merespons keluhan petani, anggota DPRD Lombok Tengah Dapil Pujut Praya Timur, Sugiarto meminta para petani untuk bersabar menunggu hujan reda baru kemudian mulai melakukan penanaman. Sugiarto meminta agar petani jangan terlalu tergesa-gesa dan berambisi sementara sebentar lagi akan musim kemarau.

“Jangan terlalu berambisi. Harus tahu jadwal tamannya. Prediksi BMKG bulan ini sudah reda hujannya (musim kemarau). Terlalu berlomba-lomba ini saya lihat,” jelas Sugiarto di Kuta, Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (16/5/2025).

BACA JUGA :  Korupsi Pajak Lombok Tengah, Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Penjara dan Sita Harta

Sugiarto meminta dan mendorong supaya dinas pertanian (Distan) Lombok Tengah melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk melakukan sosialisasi jadwal tanam.

Menurut Sugiarto, Distan harus menginstruksikan kepada PPL masing-masing desa untuk melakukan koordinasi dengan kelompok tani (Poktan) karena semuanya telah bermitra.

“Perlu untuk kemudian optimalkan peran dan fungsi dari para PPL ini. Sama jangan tergesa-gesa. Ini baru habis panen (padi) ini langsung berlomba-lomba menanam tembakau. Harus lihai juga lihat cuaca,” beber Sugiarto.

Sugiarto juga mendorong agar Distan melakukan pembenahan irigasi sehingga aliran air menjadi lancar. Bagi Sugiarto, jika irigasi bagus maka air tersebut tidak akan menggenang terlalu lama disawah.

BACA JUGA :  Penumpang Bandara Lombok Tumbuh 17 Persen Selama Periode Lebaran 2023

“Jadi langsung mengalir tidak terlalu menggenang. Kita juga mendorong kan supaya perbaikan irigasi. Jadi ketika hujan besar airnya langsung surut. Dan nantipun kalau kita butuhkan air, jika irigasinya bagus maka air mengalir lancar seperti di utara sana (Lombok Tengah bagian utara),” beber Sugiarto.

Selama ini kata Sugiarto, banyak irigasi yang tidak berfungsi sehingga airnya mampet dan menggenang sawah warga selama berhari-hari.

Berita Terkait

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda
Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan
KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan
Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat
Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing
Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa
Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX
Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:10 WIB

Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:33 WIB

KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:02 WIB

Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:41 WIB

Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:36 WIB

Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:08 WIB

Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:16 WIB

Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026

BERITA TERBARU