Tanpa Ampun, Oknum DC Diduga Dibantu Oknum Polisi Rampas Mobil Ibu dan Balitanya

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM –  Sejumlah orang dengan wajah sangar dan beringas yang mengaku Depcolektor (DC), Rabu 6 Desember 2023, lakukan aksi dugaan perampasan mobil milik seorang ibu saat sedang bersama balitanya. Yang miris, aksi itu diduga dibantu oleh oknum anggota polisi.

Ibu yang dirampas mobilnya itu bernama Leni 20 tahun warga Dusun Open Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah NTB, dimana kejadian perampasan berlangsung saat ia dan balitanya yang baru berumur 4 tahun sedang berada di Pasar Renteng untuk membeli kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Tiba-tiba saja, sekitar 9 orang Depcolektor ini dengan nada kasar, berteriak dan memaksa Ibu Leni masuk ke dalam mobilnya saat ia sedang di pasar itu. Kejadian itu sontak membuat balitanya ketakutan dan menangis, namun orang-orang berlagak preman dari Depcolektor itu tidak peduli,”ujar Ali Wardana dari Koalisi Pejuang Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Kode HAM) yang kini mendampingi korban memproses kasus tersebut, Jumat 8 Desember kepada Wartawan.

BACA JUGA :  Focus Group Discussion Digelar PDAM Tiara Untuk Tingkatkan Pelayanan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walau korban sempat menolak, namun karena keganasan dan keberingasan oknum DC itu, Leni akhirnya pasrah dan bersama balitanya yang meraung nangis ketakutan, akhirnya naik ke dalam mobilnya sendiri , padahal saat itu Leni belum selesai berbelanja di pasar tersebut.

Anehnya, para oknum DC itu juga ikut masuk ke dalam mobil dan bahkan salah seorang dari mereka menyetir mobil Ibu Leni lalu berjalan dan dari Pasar Renteng mengarah dan masuk ke halaman Mapolsek Praya. Karena diantara oknum DC tersebut, diduga oknum anggota polisi juga turut bersama mereka, namun tak bisa dibedakan karena semua berpakaian preman.

BACA JUGA :  KIBBM mengatakan bahwa ditargetkan aksi bela Palestina ini akan diikuti ribuan orang dari berbagai daerah.

“Seperti penuturan Ibu Leni ke saya, sesampai di Polsek mobil tersebut sempat didiamkan di sana sekitar sejam. Anehnya, dari pihak Polsek mengatakan kalau mobil itu diamankan Polsek karena bermasalah, tetapi malah sejam kemudian diberikan ke oknum DC untuk dibawa pergi,”ungkap Ali Wardana.

Melihat kejadian tersebut lanjut Ali Wardana, terlihat jelas ada indikasi kerjasama antara Polsek Praya dan DC karena melakukan eksekusi barang rampasan di dalam Kantor Polsek Praya itu sendiri.

Adapun riwayat Mobil Xenia milik Ibu Leni tersebut, merupakan mobil warisan dari almarhum bapaknya yang meninggal sekitar sebulan yang lalu. Mobil itu, belakangan diketahui terima gadai dari seseorang bernama Nurhadi senilai Rp. 95 juta.

BACA JUGA :  ASIA Media Summit (AMS) 2023 Sukses Digelar di The Nusa Dua, Bali

“Ternyata mobil itu katanya ada sangkutan di Bank karena pemiliknya si Nurhadi itu setoranya macet. Itu dalih mereka melakukan perampasan,”ungkap Ali Wardana.

Namun, kejadian tersebut tandas Ali Wardana telah membuat korban dan balitanya terganggu secara fisiologis dan mental karena mengalami traumatik atas peristiwa yang menimpanya. Selain juga mengalami kerugian secara materi.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan hearing ke Mapolres Lombok Tengah untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Praya Iptu. Susan Vera Sualang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut via WA-nya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Berita Terkait

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

Selasa, 15 September 2026 - 19:30 WIB

Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB