NESIANEWS.COM – Puluhan lembaga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat menggelar konsolidasi di Meino Warking, Gomong, Mataram, NTB, pada Kamis (4/9) pukul 16.00 Wita.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan LSM, Organisasi Kepemudaan (OKP), dan mahasiswa, sebagai bentuk respons atas aksi mereka di depan Kantor Gubernur NTB pada Rabu (3/9) yang dibubarkan paksa oleh diduga sekelompok preman yang membawa kayu balok satu mobil penuh.
Konsolidasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Tokoh Masyarakat Lobar H. M. Izzul Islam, Kasta NTB, Laskar Semeton Sasak, Gong Mas Pratim, Garda Satu, KSPN, GANAS NTB, Konsorsium Aktivis NTB, GAPM, GEMPA NTB, DPD KNPI NTB, serta beberapa tokoh pemuda dan pergerakan NTB.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara dibuka dengan pandangan kebangsaan dari H. Izzul Islam yang menyoroti maraknya korupsi di NTB dan pentingnya solidaritas kelembagaan antar LSM, aktivis, dan kemanusiaan.
Sementara itu, Lalu Wink Haris dalam penyampaiannya menegaskan bahwa konsolidasi hari ini dalam rangka memperkuat komitmen untuk mengawal demokrasi di NTB.
“Jika sekarang saja aksi-aksi damai, menyampaikan pendapat dimuka umum digeruduk oleh preman, maka yakinlah demokrasi di NTB ini akan hilang dan tunggulah hukum rimba yang berlaku,” tegasnya.
“Untuk itu kami menghimbau kepada segenap komponen Lembaga LSM/OKP/Kemahasiswaan untuk bersatu menyuarakan lawan premanisme di NTB,” tambah Wink Haris.
Dari pertemuan tersebut, Koalisi Rakyat menyepakati tiga butir keputusan penting:
1. Bersepakat untuk mengecam tindakan premanisme pada aksi Koalisi Rakyat pada hari Rabu, 3 September 2025 di kantor Gubernur NTB.
2. Bersepakat untuk membentuk wadah bersama sebagai media silaturahmi antar LSM/OKP/Kemahasiswaan yang diberi nama Koalisi Rakyat NTB BERSATU.
3. Bersepakat untuk menggelar aksi damai lanjutan dalam rangka memberikan koreksi terhadap Gubernur NTB. (Ahmd)

































