LSM, OKP, dan Mahasiswa Bentuk Koalisi NTB BERSATU Tolak Premanisme

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan lembaga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat menggelar konsolidasi di Meino Warking, Gomong, Mataram, NTB, pada Kamis (4/9) pukul 16.00 Wita.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan LSM, Organisasi Kepemudaan (OKP), dan mahasiswa, sebagai bentuk respons atas aksi mereka di depan Kantor Gubernur NTB pada Rabu (3/9) yang dibubarkan paksa oleh diduga sekelompok preman yang membawa kayu balok satu mobil penuh.

Konsolidasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Tokoh Masyarakat Lobar H. M. Izzul Islam, Kasta NTB, Laskar Semeton Sasak, Gong Mas Pratim, Garda Satu, KSPN, GANAS NTB, Konsorsium Aktivis NTB, GAPM, GEMPA NTB, DPD KNPI NTB, serta beberapa tokoh pemuda dan pergerakan NTB.

BACA JUGA :  Pasca Pilkada 2024, Warga NTB Diharapkan Tetap Jaga Kamtibmas

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dibuka dengan pandangan kebangsaan dari H. Izzul Islam yang menyoroti maraknya korupsi di NTB dan pentingnya solidaritas kelembagaan antar LSM, aktivis, dan kemanusiaan.

BACA JUGA :  H L. Pathul Bahri, S.IP Kunjungi Lokasi Gawe Jelo Nyesek Ke-V di Dasan Baru Desa Sukarara Jonggat

Sementara itu, Lalu Wink Haris dalam penyampaiannya menegaskan bahwa konsolidasi hari ini dalam rangka memperkuat komitmen untuk mengawal demokrasi di NTB.

“Jika sekarang saja aksi-aksi damai, menyampaikan pendapat dimuka umum digeruduk oleh preman, maka yakinlah demokrasi di NTB ini akan hilang dan tunggulah hukum rimba yang berlaku,” tegasnya.

“Untuk itu kami menghimbau kepada segenap komponen Lembaga LSM/OKP/Kemahasiswaan untuk bersatu menyuarakan lawan premanisme di NTB,” tambah Wink Haris.

BACA JUGA :  Wujudkan Sport Tourism Angkasa Pura I Dan Pemprov NTB Jadikan Eks-Bandara Selaparang Sebagai Lokasi MXGP Lombok 2023

Dari pertemuan tersebut, Koalisi Rakyat menyepakati tiga butir keputusan penting:

1. Bersepakat untuk mengecam tindakan premanisme pada aksi Koalisi Rakyat pada hari Rabu, 3 September 2025 di kantor Gubernur NTB.
2. Bersepakat untuk membentuk wadah bersama sebagai media silaturahmi antar LSM/OKP/Kemahasiswaan yang diberi nama Koalisi Rakyat NTB BERSATU.
3. Bersepakat untuk menggelar aksi damai lanjutan dalam rangka memberikan koreksi terhadap Gubernur NTB. (Ahmd)

Berita Terkait

Terdakwa Terus Berkelit, Jaksa: “Tolong Sensitif, yang Dikorupsi Itu Uang Token Listrik Rakyat Miskin
Diduga Ada Pelanggaran Aturan Mutasi, Kasta NTB dan Pemuda Sasak Datangi Kantor BKD
Sidang Pledoi Kasus PPJ, Seluruh Saksi Ahli Nyatakan Tak Ada Aturan Yang Dilanggar Terdakwa
Kejari: Siap-siap, Siapa Bertanggung Jawab! Dugaan Korupsi Rp5 Miliar Dump Truck DLH Loteng
Korupsi Pajak Lombok Tengah, Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Penjara dan Sita Harta
DPP KASTA NTB Resmi Laporkan Tiga Dugaan Korupsi Besar di Lombok Barat ke Kejati NTB
Kasta NTB Kritik Alokasi DBHCHT Lombok Tengah 2026: Dinilai Tak Berpihak ke Petani
Gaji P3K Paruh Waktu Lombok Tengah Rp200 Ribu, Kasta NTB: Sangat Tidak Layak
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:00 WIB

Terdakwa Terus Berkelit, Jaksa: “Tolong Sensitif, yang Dikorupsi Itu Uang Token Listrik Rakyat Miskin

Selasa, 28 April 2026 - 20:20 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Aturan Mutasi, Kasta NTB dan Pemuda Sasak Datangi Kantor BKD

Selasa, 28 April 2026 - 14:48 WIB

Sidang Pledoi Kasus PPJ, Seluruh Saksi Ahli Nyatakan Tak Ada Aturan Yang Dilanggar Terdakwa

Selasa, 28 April 2026 - 06:42 WIB

Kejari: Siap-siap, Siapa Bertanggung Jawab! Dugaan Korupsi Rp5 Miliar Dump Truck DLH Loteng

Sabtu, 25 April 2026 - 07:04 WIB

Korupsi Pajak Lombok Tengah, Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Penjara dan Sita Harta

Jumat, 24 April 2026 - 16:51 WIB

DPP KASTA NTB Resmi Laporkan Tiga Dugaan Korupsi Besar di Lombok Barat ke Kejati NTB

Kamis, 23 April 2026 - 20:02 WIB

Kasta NTB Kritik Alokasi DBHCHT Lombok Tengah 2026: Dinilai Tak Berpihak ke Petani

Selasa, 21 April 2026 - 20:21 WIB

Gaji P3K Paruh Waktu Lombok Tengah Rp200 Ribu, Kasta NTB: Sangat Tidak Layak

BERITA TERBARU