Hari ke 11 Pencarian dr. Wisnu, Dit Polairud Gunakan Remotely Operated Vehicle (ROV)

Sabtu, 27 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Hari ini (27/4/24) Pencarian korban tenggelam di Pantai Lancing, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah dilakukan Dit Polairud Polda NTB dan relawan lainnya.

Kali ini Polres Lombok Tengah bersama Dit Polairud Polda NTB menggunakan Drone Bawah Laut atau Remotely Operated Vehicle (ROV) mencari korban.

Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, S.I.K mengatakan pencarian korban atas nama Dr. Wisnu hari ini sudah masuk hari ke 11.

BACA JUGA :  Kasta NTB Dampingi Tim Lintas Instansi Lakukan Investigasi di Galian C Pringgarata dan Batukliang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada hari ke 11 hari ini, pencarian korban kita bergabung bersama Direktorat Polairud Polda NTB dan menurunkan Drone ROV” kata Kapolres di Praya Sabtu (27/4).

BACA JUGA :  Dianggap Lukai Hati Umat Muslim, Logis NTB Laporkan Senator Arya Wedakarna Ke Kepolsian

Iwan menuturkan, Drone tersebut dikendalikan menggunakan remote control untuk melakukan penyelaman di bawah laut dan mampu menyelam di kedalaman 200 meter.

Selain itu lanjutnya, pihaknya menurunkan dua unit Inflatable Boat dan unit K-9 dari Direktorat Samapta untuk membantu pencarian korban.

BACA JUGA :  Sadar Wisata, Dandim Loteng Inisiasi Pelatihan Bahasa Inggris Dan Teknik Pemandu Wisata 

“Tapi sayang lanjutnya, pencarian yang dilakukan oleh tim pada hari ini masih belum membuahkan hasil,” tuturnya.

Pihaknya berharap, pencarian pada hari berikutnya korban dapat ditemukan dan kepada pihak korban diminta untuk bersabar.

Kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat dan keluarga, semoga korban segera bisa ditemukan,” tutupnya.

Berita Terkait

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar
Rp6,23 Miliar Aset Hasil Korupsi Bandara Lombok Dilelang!
Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:47 WIB

Rp6,23 Miliar Aset Hasil Korupsi Bandara Lombok Dilelang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

Dugaan Putusan Pengadilan Cacat Formil: Objek Sengketa 90 Are Jadi 9 Hektar, Eksekusi Lahan di Bilelando Ditunda

BERITA TERBARU