DPW LSM Lidik NTB, kembali datangi Kejari Loteng, Minta Montong Ajan jadi atensi

Kamis, 20 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Belasan pengurus, anggota DPW LSM Lidik NTB bersama tokoh dan masyarakat Desa Montong Ajan, pada Kamis 20 Juli 2023, kembali datangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng), minta agar laporanya atas Desa Montong Ajan jadi atensi serius.

Ketua DPW LSM Lidik NTB, Sahabuddin, SE alias Citung pada hearing tersebut menyampaikan keprihatinanya atas kondisi di Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya saat ini.

Dimana sesuai dengan informasi yang didapatkan dari masyarat yang dilengkapi data dan fakta, sejumlah pembangunan di Desa Montong Ajan tersebut diduga banyak bermasalah. Mulai dari indikasi penyelewengan hingga piktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi infrastruktur fasilitas umum di sejumlah titik Montong Ajan sangat memprihatinkan. Kondisinya mirip semasa masih di jaman belanda, padahal berbagai proyek pembangunan disebutkan terus dilakukan, tapi nyatanya kayak seperti zaman belanda di sana,”ujar Citung yang juga Bakal Caleg PPP ini.

BACA JUGA :  Melihat Sosok Abah Uhel Dari Sisi Para Pedagang di Lombok Tengah

Pihaknya lanjut Citung, menduga kalau ada penyelewengan APBDEs yang terjadi di Desa Montong Ajan tersebut, sehingga mendorong pihaknya melakukan pelaporan ke Kejari Loteng tersebut.

Hanya saja dengan penuh rasa kecewa, Citung menanyakan sejauh mana progres atas laporan yang telah dilayangkan oleh pihaknya tersebut. Karena, hingga saat ini oknun terduga dalam laporanya masih bisa bebas dan yang dikhawatirkan makin berani melakukan penyelewengan.

“Untuk itu, kami minta agar Jaksa mendesak Inspektorat untuk merampungkan audit investigasi atas Desa Montong Ajan dan lainya itu,”tegas Citung.

Menambahkan apa yang disampaikan Citung, salah seorang tokoh muda Desa Montong Ajan, Amir Hamzah alias Lepuk mengungkapkan, ada dugaan kegiatan tidak dikerjakan.

BACA JUGA :  Gelaran Lombok Charity Ride 360 2026 Kumpulkan Rp1,1 Miliar untuk Pendidikan Lombok Tengah

Diantaranya, ada program KKN anak kuliah dicatat sebagai programnya, begitu juga dengan pembelian bibit pohon waru, penanam pohon pencegah abrasi di pinggir pantai, pembukaan jalan di batu payung dan sejumlah pembangunan lainya.

“Semua telah kami tuang dalam laporan kami tersebut,”ujar Lepuk.

Ada juga program lainya yakni terkait dengan pembangunan sarana dan prasarana untuk air bersih juga diduga bersmasalah.

“Jangankan kita manusia, sapi saja tidak ada yang mau minum (airnya),”imbuh Lepuk.

Untuk itu, dirinya bersama warga meminta agar Jaksa benar-benar serius memproses kasus tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Intel Kejari Loteng Agung Putra mengatakan, dari 9 desa yang telah dilaporkan oleh Lidik NTB tersebut, sebanyak 7 desa telah keluar hasil audit investigasinya dari Inspektorat Lombok Tengah.

“Adapun atas temuan yang ada, sejumlah desa telah melakukan pengembalian ke kas desa,”jelas Agung Putra.

BACA JUGA :  Warga BTN Wisma Permata Tagih Janji Developer, Ancam Lapor Polisi Jika Tak Digubris

Untuk Desa Batu Jangkih dan Montong Ajan lanjut Agung Putra, hingga saat ini belum keluar hasil audit investigasinya dari Inspektorat Lombok Tengah.

“Percayakan kepada kami, tidak ada yang tidak serius kami proses. Semua dugaan yang dilaporkan kami tangani secara profesional. Seperti salah satu desa di Jonggat yang LHP-nya keluar dan ada banyak temuan kami proses,”ungkap Agung Putra.

Namun demikian, sesuai dengan permintaan Lidik NTB, minggu depan pihaknya Kejari akan bersurat ke Inspektorat untuk menanyakan mengenai progres audit investigasi desa-desa yang telah dilaporkan oleh Lidik NTB tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Montong Ajan Enddudi Adi dikonfirmasi atas pernyataan LSM Lidik NTB pada hearing tersebut via WA-nya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Berita Terkait

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa
Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

BERITA TERBARU