Sengkarut Air Bersih di Gili Tramena, Kasta NTB Serukan Aksi Damai

Rabu, 16 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Sengkarut pengelolaan air bersih di Gili Tramena Lombok Utara, Rabu 16 Oktober 2024, ratusan orang dari LSM Kasta NTB melakukan aksi damai di Kantor Gubernur NTB.

Dalam aksi itu, Ketua Umum DPP KASTA NTB Lalu Arik Rahman Hakim, S.H. meminta perhatian pemprov NTB untuk ikut serta memberikan solusi terhadap persoalan klasik yang belum tuntas di Gili Tramena.

Masalah itu, terkait tata kelola air bersih yang melibatkan pihak swasta dalam hal ini PT Tiara Citra Nirwana (TCN) sebagai mitra KPBU PDAM Amerta Dayen Gunung di Gili trawangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemprov NTB jangan tutup mata terhadap semua sengkarut pengelolaan air bersih di Gili Tramena. Karena pemprov juga punya tanggung jawab pengawasan, jadi harus berupaya memberikan jalan tengah bagi penyelesaian masalah air bersih di gili tersebut secara komprehensif dan final,” ujar Lalu Arik, sapaan aktivis muda NTB ini.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Curas Berhasil Diamankan Polres Lombok Tengah

Pemprov lanjut Lalu Arik, jangan hanya bergerak begitu masalah muncul saja. Maka pihaknya  meminta agar pemprov melakukan koordinasi dengan pemkab KLU sebagai pemilik wilayah, agar melakukan kajian menyeluruh dan melibatkan semua stakeholder untuk mencari formulasi penyelesaian yang tidak sekedar menyelesaikan masalah secara instan.  Karena masalah air bersih ini juga berpotensi menjadikan gili tersebut tidak lagi menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Kepentingan pariwisata, tentu penting! Tetapi menjaga kelestarian lingkungan sebagai salah satu ikon wisata gili juga tidak kalah pentingnya,” imbuh Lalu Arik.

Semua pihak lanjutnya, tentu tidak ingin investasi dengan cara merusak lingkungan, air bersih adalah komoditas utama tetapi bukan dengan cara merusak lingkungan. Sehingga pihaknya berharap semuanya berjalan beriringan dan saling mendukung.

Apalagi Gili Tramena dikenal dunia karena keindahan wisata alam bawah lautnya, tentu ini harus bersama dijaga dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, Kasta NTB mendukung kehendak masyarakat di Gili Meno untuk memberikan ruang ekspansi PT TCN ke Gili Meno.

BACA JUGA :  Ketua ICMI: Indonesia Perlu Bangun Pola Pikir Optimisme

“Kehendak rakyat yang tidak menginginkan masuknya perusahaan pengolahan air laut menjadi air minum, harus dihormati,” tegas Lalu Arik.

Sementara itu, salah seorang warga Gili Meno bernama Zainur,  yang juga anggota BPD Desa Gili Indah yang ikut serta dalam kegiatan aksi tersebut menyatakan, bahwa secara tegas masyarakat Gili Meno menghendaki agar pengelolaan air di Gili  Meno tidak diserahkan kepada pihak swasta seperti di Gili Trawangan. Mereka, inginkan  sepenuhnya dikelola oleh PDAM Amerta Dayen Gunung atau masyarakat melalui Bumdes.

” Kami tidak ingin masalah kerusakan lingkungan yang terjadi di Gili Trawangan akibat limbah produksi PT TCN, akan berimbas ke Gili Meno. Jika pola dan mekanisme produksi akan sama dengan di Gili Trawangan, kami tidak ingin alam dan lingkungan yang akan kami wariskan ke anak cucu akan rusak hanya demi kepentingan investasi ,” tegas Zainur.

BACA JUGA :  IKA MT Al-Kahfi Gelar LOM Ke-3 dengan Diikuti Peserta dari NTB, NTT dan Bali

Aksi damai kasta NTB tersebut, diterima oleh asisten II setda NTB Fathul Gani dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov NTB Muslim.

Mereka menjawab semua keluhan peserta aksi. Asisten II menyatakan, akan segera memanggil semua pihak baik itu PT TCN, PDAM KLU, BKKPN Kupang, juga pemkab KLU sendiri untuk duduk bersama mencari formulasi penyelesaian masalah air bersih di Gili Traamena tersebut.

“Kami akan segera memanggil semua pihak insyaallah dalam waktu dekat ini,” janji Fathul Gani.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan perikanan NTB Muslim, menyatakan bahwa pihaknya sudah secara resmi mengirim surat kepada kementrian termasuk meminta intervensi Kementrian Polhukam untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena secara regulasi, kewenangan kami terhadap pengelolaan pulau-pulau kecil hanya sebatas pengawasan. Karena semua kewenangan sepenuhnya ada di tangan pemerintah kabupaten Lombok Utara,” pungkasnya.

Berita Terkait

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

BERITA TERBARU