Tak hanya itu, dari berjumlah 4 orang 2 oknum yang di duga sebagai penjaga Gas oplosan di Subang memaksa langsung merampas hingga menahan kartu tanda pengenal (KTA) dan kartu tanda kependudukan (KTP) yang tidak di kembalikan.

Sabtu, 18 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak hanya itu, dari berjumlah 4 orang 2 oknum yang di duga sebagai penjaga Gas oplosan di Subang memaksa langsung merampas hingga menahan kartu tanda pengenal (KTA) dan kartu tanda

 

SUBANG,-Intimidasi dan intervensi hingga berujung pengeroyokan kembali lagi terjadi terhadap profesi wartawan yang mengalami lebam di bagian wajah dan luka pada lehernya. Nasib naas itu di alami salah satu tim berinisial DD (41) wartawan dari media online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 wib pada hari Sabtu (11/05/2024) di Jl.Jend.Ahmad Yani, Tugu Subang, Kecamatan Subang,Kabupaten Subang, salah satu lokasi yang dicurigai dijadikan sebagai tempat pengoplosan Gas 3 kilogram bersubsidi dijadikan ke Non subsidi untuk dikomersilkan.Bermula dari dicurigainya sebuah kendaraan muatan tabung gas yang ditutupi terpal yang melintas tidak jauh dari lokasi kejadian pengeroyokan wartawan, kendaraan tersebut memasuki jalan kampung yang diduga sebagai tempat pengoplosan. Ketika tim awak media mencoba untuk investigasi kelokasi tersebut, saat akan masuk awak media langsung di hadang oleh beberapa orang yang di ketahui berjumlah sebanyak 4 orang.

BACA JUGA :  Kasta NTB Datangi Bulog Minta Operasi Pasar di Desa-desa

Tidak terima tempat yang di jaganya di datangi awak media yang seolah-olah alergi dengan wartawan, terkesan mendengar nama media secara spontan membangkitkan emosi bercampur dendam. Diduga 4 orang sebagai penjaga gas oplosan yang salah satunya oknum anggota TNI dengan gestur berbadan kekar/gempal.
“Oh jadi kalian dari media,turun kalian”,ujarnya dengan merubah nada menjadi keras.

“Keluar-keluar, cepet keluar ngak Luh,klo ngak keluar gua hancurin nih mobil situ, mau kemana kalian,mau kemana, dari mana siapa kalian ?!” pintanya sambil teriak-teriak kepada wartawan.

Penjaga yang berbadan gempal kekar tersebut langsung mengambil sebuah Bambu dengan panjang kurang lebih 1,5 meter yang mana untuk melakukan pengancaman bahkan bila tidak dituruti diduga oknum penjaga tersebut akan melakukan pemukulan hingga mengancam akan menghancurkan kendaraan milik wartawan.Penjaga yang berbadan gempal kekar tersebut langsung mengambil sebuah Bambu dengan panjang kurang lebih 1,5 meter yang mana untuk melakukan pengancaman bahkan bila tidak dituruti diduga oknum penjaga tersebut akan melakukan pemukulan hingga mengancam akan menghancurkan kendaraan milik wartawan.

BACA JUGA :  Ayo Daftar Sekarang ! Poltekpar Buka Pendaftaran Jalur Mandiri

“Jangan macam-macam disini, gue orang Subang, kalian orang luar”,bentaknya dengan mengancam bambu yang di pegangnya kepada wartawan.

Korban inisial DD yang secara paksa di tarik dari mobil yang di bawanya, ketika keluar dari mobilnya langsung di piting dan di tendang oleh oknum tersebut, ia pun sempat akan mau di pukul dengan bambu oleh pelaku yang diduga sebagai oknum anggota.
“Saya di tarik, di piting dan di pukuli”,kata awak media yang menjadi korban.

Bak maling, dengan lantang nya dua oknum tersebut menariknya, memiting leher awak media dan melakukan penendangan diarea kaki alhasil awak media dibuat tersungkur dan kembali bangun korban masih di pukuli.

Lebih lanjut, diarea leher perih baret bekas cekikan dan saya cek lumayan cukup sakit juga,”ungkapnya wartawan

Tak hanya itu, dari berjumlah 4 orang 2 oknum yang di duga sebagai penjaga Gas oplosan di Subang memaksa langsung merampas hingga menahan kartu tanda pengenal (KTA) dan kartu tanda kependudukan (KTP) yang tidak di kembalikan.
Atas kejadian tersebut, yang di alami awak media yang menjadi korban oleh 4 orang pelaku yang diduga penjaga gas oplosan ilegal itu, korban DD bersama rekan wartawannya langsung merapat melakukan laporan secara lisan di polres Subang Kota sebelum melakukan laporan secara tertulis.

BACA JUGA :  Bid Humas Polda NTB Laksanakan Sosialisasi Asistensi Kehumasan Di Polres Lombok Tengah

Setelah di ceritakan insiden itu,Sat Reskrim polres Subang di temui Adit selaku piket pada saat itu, dengan cepat bersama anggotanya langsung meluncur ke lokasi, dan alhasil penjaga tidak menemui pelaku dan aktivitas langsung kosong.

Petugas piket Reskrim Polres Subang Kota, Adit juga menceritakan kepada awak media soal kejadian yang sama belum lama ini, sekira sebelum hari raya lebaran yang di alami wartawan dari Tanggerang di lokasi tersebut hingga ada adu mulut (pertengkaran) dengan para pelaku yang diduga menjaga lokasi pengoplosan Gas tersebut, dalam peristiwa itu diketahui adanya keterlibatan dari oknum yang di ketahui sebagai anggota TNI aktif.

Repoter irwan santhosa

Berita Terkait

Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat
Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi
Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade
Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade
Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat
Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng
Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:32 WIB

Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:55 WIB

KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati

BERITA TERBARU