Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Barisan Aspirasi Rakyat (BARA NTB), gelar aksi demonstrasi di Kamtor PLN Nusa Daya NTB, (18/8/26). Mereka minta direktur dipecat karena dinilai manajemen-nya bobrok.

Pembina Bara NTB, Algifari pada aksi tersebut, mendesak direktur PT PLN Nusa Daya Nasional untuk memberhentikan Direktur PT PLN Nusa Daya NTB.

Ia menilai jajaran direksi PLN Nusa Daya NTB tidak mampu menjalankan tupoksinya dengan baik, sebab begitu banyak persoalan yang yang terjadi tidak mampu diselesaikan dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan tersebut, mulai dari dugaan bobroknya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tidak sesuai dengan aturan. Seperti tidak adanya bimbingan teknis untuk para pekerja.

“Dan hal ini sangat fatal untuk keselamatan pekerja, sebab pekerjaan di bidang kelistrikan itu sangat besar resikonya untuk keselamatan pekerja, dan PLN Nusa Daya NTB mengabaikan dengan tidak adanya bimbingan untuk penerapan K3, juga tidak adanya SOP, serta sistem pengawasan serta kontrol terhadap pekerja lapangan,” papar Algifari.

BACA JUGA :  Umi Dinda: Sinergi Pemerintah Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Selain itu, PLN Nusa Daya NTB juga diduga tidak transfaran dalam mengelola anggaran CSR/ TJSL terkait penerima manfaat. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa PLN Nusa Daya NTB tidak pernah merealisasikan dana CSR/TJSL.

“Dan kami menduga PLN Nusa Daya NTBM menggelapkan dana CSR/TJSL tersebut. Bila ini benar, maka hal itu telah melanggar aturan yakni Permen BUMM 2021 Tentang Program TJSL BUMN,” Jelas Algifari.

Adapun sejumlah pekerja vendor hingga saat ini, ada yang tidak diberikan haknya sesuai aturan ketenagakerjaan. Para vendor telah bekerja selama bertahun-tahun di lapangan, namun masih belum memiliki kepastian status kerja.

BACA JUGA :  Kasta NTB Kritik Alokasi DBHCHT Lombok Tengah 2026: Dinilai Tak Berpihak ke Petani

“Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan outsourcing. Kami menilai PT PLN Nusa Daya NTB tidak menjalankan kewajiban yang telah ditentukan oleh undang-undang mengenai pekerja vendor/pkwt yang telah di atur dalam undang-undang No 6 tahun 2023 tentang cipta kerja,” terang Algifari.

Karena tidak satupun pejabat PLN Nusa Daya NTB yang menemui demonstran, maka pihak Bara NTB tegaskan akan melakukan demonstrasi jilid dua dan akan berjilid-jilid di depan Kantor PT. PLN Nusa Daya NTB. Apalagi bila tuntutan mereka tidak di indahkan.

BACA JUGA :  Sikapi Kesibukan Suami, Ketua Daerah Jalasenastri Armada I Tatap Muka Dengan Anggota Korcab XII DJA I

“Kami menuntut untuk melakukan evaluasi besar-besar terhadap sistem manajemen PLN Nusa Daya NTBS agar tidak merugikan para pekerja, baik vendor atau karyawa PLN itu sendiri,” tandas Algifari.

Pihaknya kembali menegaskan, akan hadir kembali dengan masa bekali-kali lipat banyaknya. Sebab persoalan yang terjadi bukan baru-baru ini terjadi di internal tubuh PLN Nusa Daya NTB, melainkan terus berulang dan dibiarkan begitu saja tanpa ada evaluasi dan perbaikan.

“Sekali lagi kami dari Bara NTB menegaskan, akan melakukan aksi jilid dua dengan masa yang bekali lipat banyaknya, serta kami akan teruskan aksi ini ke PT. PLN Daya Nasional , dan sekaligus mendesak untuk mencopot General Manager PLN Nusa Daya NTB,” pungkas Algifari.

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng
Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat
KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati
Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata
Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa
Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:55 WIB

KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

BERITA TERBARU