Tim Peneliti NIID Jepang dan FK Unram Kunjungi RSUD Praya

Rabu, 12 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah Praya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan cara meningkatkan sumberdaya dan teknologi untuk RSUD Praya. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas klinik laboratorium mikrobiologi RSUD Praya.

Atas dasar itu tim riset kolaborasi Tricycle ESBL-Ec melakukan Riset di RSUD Praya. Riset ini merupakan kerjasama antara FK Universitas Mataram dengan AMR Research Center NIID (Lembaga Penelitian Nasional) Tokyo Jepang.

BACA JUGA :  Terlepas Pemprov Tak Mampu Bayar Hosting Fee, MotoGP 2024 Harus Tetap Jalan

Sebelumnya telah berlangsung pelatihan pemeriksaan sample penelitia dari tanggal 8-13 Juli 2023 di laboratorium FK Unram, dengan tim pelatih antara lain adalah Sizuo Kayama, Ph.D, Liansheng Yu, Ph.D. dan Wataru Hayashi, Ph.D.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur RSUD Praya dr. Mamang Bagiansyah mengatakan, kunjungan tim tersebut karena sebagai Rumah Sakit memiliki layanan mikrobiologi klinik,” tim peneliti menyempatkan diri berkunjung ke laboratorium mikrobiologi klinik RSUD Praya, dimana penanggung jawab laboratoriun mikrobiologi dr. Dewi Prepti Anggriyani, SpMK merupakan salah satu kolaborator dalam penelitian ini” kata Mamang.

BACA JUGA :  ICMI Gelar Halalbihalal Undang Sejumlah Tokoh Nasional

Ketua tim peneliti tricycle FK Unram Dr. dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK(K) turut hadir dalam kunjungan ini. Dia menyebutkan NIID sebagai collaborating partner WHO memiliki tanggungjawab dalam mendukung pelaksanaan riset OneHealth dalam hal ini tricycle ESBL-Ec di Asia Pasifik, dimana Indonesia, Vietnam dan Malaysia sebagai negara pioneer riset kolaborasi ini. Program riset kolaborasi ini akan berlangsung dalam 3 tahun kedepan.

BACA JUGA :  Sejumlah Pelanggar Terjaring Razia di Hari Kedua Operasi Keselamatan Rinjani 2024 Polres Loteng

Harapannya adalah melalui riset ini dapat dikembangkan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba di komunitas manusia, peternakan dan pertanian dan juga rumah sakit

Berita Terkait

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar
Berita ini 56 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kejari Lombok Tengah Berhasil Lelang Aset Koruptor Rp2,66 Miliar

BERITA TERBARU

Sumber gambar: IG Prokopimlobar

Peristiwa

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Jul 2026 - 21:58 WIB