Padam Saat Pandemi, Workshop Ecoprint Lakshmee dengan Konsep Baru Siap Kembali

Selasa, 30 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Alva merupakan Kelompok Praktikum Public Relation 3 dari Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang menjalankan mata Kuliah Praktikum Management Event 

 

Malang. Sebagai brand yang menawarkan UMKM produk ecoprint di Kota Malang, Lakshmee Indonesia menawarkan hal menarik selain berjualan produk, yaitu membuka kelas Workshop pembuatan produk ecoprint. Namun dikarenakan pandemi yang melanda, kelas Workshop yang diadakan oleh Lakshmee Indonesia terpaksa berhenti. Tetapi dengan sudah selesainya masa pandemi, keinginan Levita Damaika selaku owner Lakshmee Indonesia ingin membuka kelas workshop ecoprint itu kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Alva siap berkolaborasi dengan Lakshmee Indonesia untuk bisa merancang acara workshop ecoprint itu kembali. Agar keinginan tersebut tercapai, berbagai perencaan program dipaparkan oleh Alva, kelompok praktikum Public Relation 3 dari prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (26/05/2023). Kolaborasi ini merupakan salah satu praktik kerja lapang mata kuliah Management Event, yang dibimbing oleh dosen pengampu Jamroji, S.Sos, M.Comms.

 

Dibuka dengan penjelasan tentang Lakshmee Indonesia oleh Luthfiyah (anggota Alva), dimana Lakshmee merupakan salah satu UMKM di Kota Malang yang dirintis mulai tahun 2016, bergerak dibidang fashion “ready to wear” dengan konsep ramah lingkungan. Lakshmee mempunyai arti yaitu “ibu bumi’ dan juga dewi keberuntungan. Produk yang ditawarkan mulai dari scarf, dress, baju, kemeja, hingga outer menggunakan teknik ecoprint yang ramah lingkungan. Terdapat keunikan dari proses pewarnaannya, dimana menggunakan pewarna alami dari dedaunan seperti daun jarak,daun djati dan ketepeng cina, dan berbagai macam bunga seperti bunga mawar, cosmos, yang menghasilkan warna yang indah. Harapan nya produk Lakshmee bisa memberi keberuntungan bagi yang memilikinya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Takwa dan Mantapkan Akhlak, Lanal Sabang Peringati Tahun Baru Islam 1445 H/2023 M

Selain bertujuan untuk mengembalikan keinginan untuk mengadakan kelas workshop ecoprint kembali, kolaborasi ini juga bertujuan agar bisa meningkatkan pemahaman owner Lakshmee Indonesia yaitu Levita Damaika. Selain itu itu, meningkatkan brand knowledge terkait dengan produk ecoprint juga merupakan fokus yang ingin di capai dari hasil kolaborasi antara Alva dan juga Lakshmee Indonesia dalam kurun waktu hingga Juli 2023. 

 

Tujuan ini di dasarkan atas permasalahan yang tengah di alami oleh Lakshmee Indonesia, dimana Levita Damaika selaku owner mengalami permasalahan terkait dengan positioning dan pengelolaan sosial media Lakshmee Indonesia terutama media Instagram. Hal ini dikarenakan mulai dari proses pemilihan bahan, produksi, pengiriman barang, hingga pengelolaan sosial media dikelola oleh sang owner sendiri. Hasilnya, dengan adanya permasalahan tersebut Alva berusaha menyelesaikan  permasalahan tersebut lewat kolaborasi ini. Sehingga, tujuan dari Lakshmee Indonesia terkait dengan pembuatan produk ecoprint yang merupakan produk mendukung gerakan sustainable fashion bisa dikenal banyak masyarakat. 

BACA JUGA :  Rudy Lombok Usulkan Direksi PTAM Giri Menang Harus Juga Diisi Warga Kota Mataram

 

Rangkaian program event ini nantinya akan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pra-event, main-event, dan pasca event. Kegiatan pra-event yang bertajuk Get in Touch With Lakshmee akan di adakan mulai bulan Juni Mendatang. Event ini merupakan kegiatan internal antara Lakshmee Indonesia dengan Alva yaitu pemaparan materi dan juga diskusi terkait dengan permasalahan Lakshmee Indonesia yaitu positioning dan pengelolaan sosial media. 

 

Lalu berlanjut kegiatan akbar dan sudah dinantikan sejak lama yaitu pelaksanaan kelas workshop ecoprint dengan nama Meet #Lakshmate pada akhir Juni 2023. Selain kegiatan pembuatan produk ecoprint, keunikan workshop kali ini yaitu dengan menghadirkan psikolog untuk bisa memaparkan materi pembuatan produk ecoprint sebagai salah satu art therapy. Tak hanya itu, peserta yang hadir dapat merasakan suasana tenang yang mendukung proses relaksasi dari art therapy.

 

Di akhir acara, peserta nanti akan diberikan paket DYE KIT yang berisi bahan pembuatan produk ecoprint yang bisa buat di rumah. Lewat paket tersebut peserta workshop sebelumnya diharapkan mengikuti rangkatan pasca event berupa challange kreasi video pembuatan produk ecoprint di rumah, dimana, akan di pilih beberapa pemenang challange. Bagi peserta yang menang, nanti akan diberikan hadiah berupa produk ecoprint eksklusif dari Lakshmee Indonesia.

 

“Seharusnya event ini bisa bekerjasama dengan stakeholder yang lebih luas, apalagi target kalian adalah wisatawan, mungkin bisa bekerjasama dengan agent travel untuk memberikan paket wisata. Agar memberikan dampak yang lebih luas, dan masyarakat yang mengenal ecoprint lebih banyak lagi.” Ujar Ibu Maharina selaku salah satu dosen lain pembimbing mata kuliah Public Relations 3 setelah pemaparan konsep keseluruhan event oleh ALVA Team.

BACA JUGA :  Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mendesak pencabutan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen dalam gelaran Pilpres 2024.

 

Selain itu, Jamroji selaku dosen pengampu juga menekankan agar detail media plan harus jelas, supaya masyarkat lebih mengenal Lakshmee Indonesia sebagai UMKM fesyen ecoprint yang mendukung gerakan sustainable fashion. “Jangan lupa untuk bisa detail media plan, terutama edukasi terkait ecoprint, bahan-bahan yang digunakan, sampai teknik nya”, ungkap nya. Tujuan nya agar awareness dan pengetahuan masyarakat terbangun dari awal.

 

“Sangat senang berkolaborasi dengan teman-teman Alva, kolaborasi seperti ini yang saya tunggu, dapat bertukar ide dan gagasan. Terbantu sekali, semoga kolaborasi kami bisa sesuai dengan apa yang kami harapkan” ujar owner Lakshmee Indonesia Levita Damaika sebagai penutup pada sesi pitching kali ini.

 

Melalui kolaborasi ini diharapkan nama fesyen ecoprint semakin dikenal masyarakat umum, karena masih banyak masyarakat belum tau soal produk fesyen ecoprint. Perlunya penyampaian informasi soal pengertian fesyen ecoprint sendiri agar orang semakin kenal dan juga dekat sehingga pada akhirnya tertarik mencobanya.

Berita Terkait

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB
Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak
KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU
Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!
Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual, TGH. Imanuddin Serahkan Ponpes ke TGB

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

Selasa, 15 September 2026 - 19:30 WIB

Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak

Senin, 14 September 2026 - 21:33 WIB

KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU

Senin, 14 September 2026 - 04:19 WIB

Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!

Selasa, 8 September 2026 - 16:32 WIB

Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Selasa, 8 September 2026 - 06:12 WIB

Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

BERITA TERBARU