NESIANEWS.COM – Menjelang 11 hari pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026, (9-11/10/26), antusiasme masyarakat untuk menyaksikan ajang balap motor kelas dunia tersebut terus menunjukkan tren positif.
Hal ini terlihat dari angka penjualan tiket yang merangkak naik serta tingkat keterisian penginapan atau akomodasi di wilayah Lombok yang mulai penuh.
Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Warokka, menyatakan bahwa pergerakan transaksi tiket menunjukkan grafik yang meningkat. Kebutuhan tiket bagi penonton lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) pada gelombang pertama bahkan telah habis terjual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tiketnya terus bergerak naik. Terakhir kalau kita pantau sudah sekitar di atas 53%, yang pasti salah satu indikator positifnya adalah tiket yang untuk masyarakat NTB di kuota 1 sudah habis 100%. Artinya kami membuka untuk kuota berikutnya,” kata Troy Reza Warokka, Senin (28/9/2026).
Troy menjelaskan, panitia terus memastikan distribusi tiket berjalan lancar agar dapat dijangkau oleh seluruh kalangan, baik warga lokal, wisatawan nusantara, maupun pengunjung dari mancanegara.
Menariknya, pembeli tiket ajang tahun ini tidak hanya berasal dari kawasan Asia, tetapi juga merambah hingga Eropa.
“Saat ini kami betul-betul mengkurasi tiket itu untuk benar-benar bisa terdistribusi untuk masyarakat NTB dan juga non-NTB. Dan yang menarik, pembelian tiket itu sampai ke luar negeri, bahkan sampai ada di Monako hingga Spanyol. Mungkin bisa jadi ini karena efek adanya beberapa investor dari Spanyol yang melakukan investasi di Mandalika. Artinya kalau kita tarik ke belakang, semua ada dampaknya. Jadi, dari mulai pembangunan, investasi, itu bisa sampai ke tiket. Nah, ini menurut saya adalah situasi yang cukup positif,” ungkap Troy.
Tingginya animo publik juga terlihat dari kegiatan promosi yang digelar di Jakarta baru-baru ini. Troy menyebut kesadaran dan minat masyarakat untuk menonton langsung di Lombok kian tinggi.
“Kemarin di CFD di mana kita meluncurkan helm terbesar di Jalan Jenderal Sudirman, di Bundaran HI, itu juga animonya luar biasa. Artinya saya melihat bahwa masyarakat sekarang cukup agresif untuk bisa nonton MotoGP,” ujar Troy.
Dampak dari tingginya antusiasme penonton ini langsung dirasakan oleh sektor pariwisata lokal, khususnya penyedia jasa akomodasi di kawasan Mandalika, Kota Mataram, hingga Senggigi.
“Kalau saya dapat cerita, Senggigi sudah mendapatkan efeknya, hampir 100% (Akomodasi). Kalau Mataram mungkin sudah beres, Mandalika juga udah beres. Artinya secara akomodasi ini sudah berdampak yang cukup baik,” lanjutnya.
Troy menegaskan, sisa waktu menjelang hari H akan difokuskan untuk mematangkan seluruh persiapan teknis dan operasional di lapangan.
“Jadi secara tiket, secara yang lain-lainnya itu semua trennya positif. Tinggal masalahnya 11 hari ke depan kita memastikan semuanya harus rapi, beres, dan saya selalu berulang ke teman-teman bahwa kita harus kompak, harus solid, karena ini adalah betul-betul event yang mungkin harus ada peningkatan dari dua tahun sebelumnya. Dan ini rasanya lebih mendunia dibandingkan sebelumnya, karena yang pertama, ada pembalap Indonesia, ada riders dari Indonesia. Terus kedua, kalau saya lihat kesiapan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah itu luar biasa, dorongannya mulai dari provinsi, kabupaten, sampai Kota Mataram, semua ingin berkontribusi,” ujar Troy.
Sebagai pembuka dari rangkaian acara, para pembalap dijadwalkan bakal menyapa para penggemar secara langsung di Lombok sebelum agenda latihan resmi dimulai.
“Memang diawali tanggal 7 Oktober ada Rider’s Parade yang semua pembalapnya akan hadir, akan ikut. Jadi ini merupakan sebuah keistimewaan, dan yang menarik juga bahwa mereka semua komit ingin memberikan yang terbaik di Mandalika ini, karena Mandalika itu juaranya selalu berbeda setiap tahunnya, enggak pernah mendapatkan juara yang sama. Nah, jadi semua penasaran. Dari situ dampaknya adalah buat kita sebagai penyelenggara itu menjadi tren yang cukup positif,” kata Troy.
































