NESIANEWS.COM – Presiden Kajian dan Advokasi Sosial serta Transparansi Anggaran (KASTA) NTB, Lalu Wink Haris menyayangkan kasus pelaporan aktivis perempuan NTB, Rohyatil Wahyuni Bourhany (Yuni Bourhany), oleh Gubernur NTB hingga ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda NTB.
Menurut Lalu Wink, langkah melaporkan aktivis perempuan ke polisi bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan publik, melainkan justru menunjukkan ketidakmampuan pemimpin dalam mengelola kritik.
“Saya sangat menyayangkan kasus ini. Seorang aktivis perempuan yang selama ini aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dilaporkan oleh Gubernur NTB sendiri dan sekarang sudah menjadi tersangka. Ini sangat disayangkan,” tegas Lalu Wink, (8/10/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melaporkan Bukan Solusi, Tapi Bentuk Ketidakmampuan Pemimpin
Lalu Wink menilai, seharusnya seorang Gubernur sebagai pemimpin tertinggi di NTB mampu menyelesaikan permasalahan publik dengan dialog, membuka ruang kritik, dan mengedepankan pendekatan humanis, bukan dengan pendekatan represif seperti pelaporan kepada aparat penegak hukum.
“Melaporkan rakyatnya sendiri, apalagi seorang aktivis perempuan yang bersuara untuk kepentingan publik, bukanlah solusi. Itu adalah bentuk ketidakmampuan pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan publik. Pemimpin yang kuat itu mendengar kritik, bukan membungkam kritik dengan laporan polisi,” ujarnya.
Lalu Wink menegaskan, KASTA NTB tetap menghormati proses hukum yang berjalan di Polda NTB terkait dugaan pelanggaran UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
“Kami menghormati proses hukum. Kami juga mengapresiasi sikap Kak Yuni Bourhany yang kooperatif dan akan memenuhi kewajiban administrasinya. Tapi kami mengingatkan, jangan sampai hukum dipakai untuk membungkam partisipasi publik dan kontrol sosial,” lanjutnya.
KASTA NTB berharap Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dapat lebih bijak dan membuka diri terhadap kritik serta masukan dari masyarakat, khususnya dari kalangan perempuan dan aktivis kemanusiaan.
“NTB butuh pemimpin yang merangkul, bukan yang alergi kritik. Kami berdiri bersama aktivis perempuan NTB,” tutup Lalu Wink.
































