NESIANEWS.COM – Forum Kadus dan Kaling (Forka) Lombok Tengah gelar buka bersama dan santunan anak yatim piatu dan diskusikan pelaksanaan sebuah program hasil menjemput bola ke pusat, Sabtu 06 April 2024.
Pada pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua FORKA Loteng, Lalu Welly tersebut, hadir seluruh pengurus FORKA yang berasal dari 12 kecamatan se-Loteng.
Selain itu, juga dihadiri oleh mitra FORKA, yakni LSM Sasaka Nusantara dan pengurus dari relawan Sahabat Jokowi NTB, yang belakangan diketahui bekerjasama dalam menjemput bola sebuah program rehab bagi rumah masyarakat di Loteng.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut pula hadir ratusan anak yatim dan piatu yang berasal dari sejumlah desa yang berada di lingkar kediaman ketua Forla Loteng, Lalu Welly yang kemudian menerima santunan dari Forka.
Pada kesempatan tersebut, terungkap kalau Forka Lombok Tengah terbentuk pada akhir tahun 2023 lalu. Sehingga santunan anak yatim pada kesempatan tersebut merupakan kegiatan pertama dan akan jadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
forum tersebut, dibentuk sebagai wadah silaturahmi, transformasi dan informasi serta pikiran antar kepala Dusun dan Kepala Lingkungan (Kaling).
“Forka ini dibentuk menjadi wadah informasi, tukar pikiran untuk membangun dusun dan Lingkungan masing-masing,” kata Ketua FORKA Loteng, Lalu Welly.
Lalu Wely berharap Forka Lombok Tengah ini mendapat bimbingan dan perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.
“Dikesempatan yang baik ini kami berharap adanya tambahan tunjangan kerja, karena tugas kami sebagai kepala dusun ini tak mengenal waktu. Dan kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri yang telah memberikan perhatian kepada Kadus/Kaling, salah satunya dengan pemberian Sepeda Motor Dinas Kadus/Kaling,” ujarnya.
Lebih lanjut Lalu Welly, momentum puasa adalah ibadah yang memiliki relasi vertikal dan horizontal. Dalam kaidah Islam, kata Lalu Wely, dikenal istilah hablum minallah wa hablum minannas.
“Puasa satu sisi menjadi ibadah untuk memupuk ketaatan kepada Tuhan, tapi di sisi yang sama, puasa juga memiliki prinsip egaliter dalam masyarakat. Puasa memiliki nilai moral dan tanggung jawab sosial. Zakat, infak, dan sedekah, misalnya, memiliki hikmah memberantas egoisme, kekikiran, dan mengentaskan kemiskinan. Karena itu, agenda buka bersama dan santunan Forka Lombok Tengah ini tak jauh dari prinsip tersebut,” paparnya.
Dijelaskanya, memberikan sedekah kepada anak Yatim bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan perasaan diperhatikan dan dihargai. Anak yatim seringkali mengalami kesulitan ekonomi dan sosial setelah kehilangan salah satu atau kedua orang tua.
Pada kesempatan tersebut, mitra Forka yakni Sasaka Nusantara dan Relawan Sahabat Jokowi mengungkapkan sebuah program yang sama-sama dijemput ke pusat.
Program tersebut, berupa bantuan dana rehabilitasi rumah warga yang kondisinya rusak parah. Para Kadus dan Kaling dijadikan sebagai mitra dalam pelaksanaan program.
Dimana Kadus dab Kaling, diminta untuk mendata warganya yang saat ini memiliki rumah rusak berat untuk diberikan bantuan perbaikan.
































