Pathul Bahri Berpeluang Besar Memimpin KONI NTB

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanas. Di tengah menguatnya sejumlah nama, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri atau Miq Hul dinilai memiliki kombinasi modal politik, birokrasi, dan pengalaman yang sulit diabaikan untuk membawa olahraga NTB naik kelas.

Direktur Nusra Institute, M. Roby Satriawan, menilai kepemimpinan KONI ke depan tidak cukup hanya diisi figur yang memahami olahraga. Ketua KONI, kata dia, juga harus mampu menjadi jembatan antara atlet, cabang olahraga (cabor), pemerintah daerah hingga pemerintah pusat guna memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan.

Dalam konteks itu, Roby melihat Miq Hul memiliki sedikitnya empat keunggulan strategis yang berpotensi mempercepat peningkatan prestasi olahraga NTB menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun ajang nasional lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Roby mengatakan, salah satu tantangan terbesar pembinaan olahraga di daerah adalah keterbatasan anggaran. Karena itu, kemampuan melakukan komunikasi dan advokasi kepada pemerintah menjadi faktor penting.

Menurutnya, posisi Miq Hul sebagai Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua DPD Gerindra NTB memberikan nilai tambah dalam membangun sinergi lintas pemerintahan.

“Kesamaan jalur komunikasi politik berpotensi mempermudah koordinasi dan advokasi anggaran untuk pembinaan olahraga, termasuk program pemusatan latihan daerah sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON). Tentu semuanya tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku,” kata Roby kepada awak media Jumat (7/8/2026).

BACA JUGA :  Hari Pertama Kampanye, Bang - Abah Dapat Dukungan dari Masyarakat Pesisir Selatan

Ia menilai KONI tidak hanya membutuhkan administrator organisasi, tetapi juga sosok yang memiliki daya tawar untuk memperjuangkan kepentingan atlet dan cabor di hadapan para pemangku kebijakan.

Roby juga menyoroti peluang besar yang dimiliki NTB melalui sektor sport tourism. Menurutnya, pengalaman Miq Hul memimpin Lombok Tengah, daerah yang menjadi rumah bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dapat menjadi modal penting untuk menghubungkan olahraga prestasi dengan industri pariwisata.

Selama beberapa tahun terakhir, Mandalika menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan lebih banyak kompetisi nasional, pusat latihan bersama, hingga kejuaraan internasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas atlet NTB.

“Olahraga tidak hanya mengejar medali, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, konsep sport tourism perlu diperkuat agar pembinaan atlet berjalan seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, Roby menilai NTB masih membutuhkan percepatan pembangunan fasilitas olahraga yang representatif.

BACA JUGA :  Pemohon Kecewa!! PA Praya Diduga Gagal Alias Tidak Mampu Melakukan Eksekusi

Ia menilai sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat akan menjadi faktor penting untuk menghadirkan stadion, gelanggang olahraga (GOR), pusat pelatihan atlet hingga fasilitas latihan yang memenuhi standar.

Menurutnya, keberadaan sarana olahraga yang memadai bukan hanya meningkatkan kualitas latihan atlet, tetapi juga membuka peluang NTB menjadi tuan rumah lebih banyak event nasional.

“Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan daya saing daerah,” katanya.

Roby menilai prestasi olahraga sulit berkembang apabila kesejahteraan atlet belum menjadi perhatian serius.

Karena itu, ia melihat kepemimpinan KONI ke depan harus mampu memperjuangkan berbagai kebijakan afirmatif bagi atlet, mulai dari bonus prestasi, beasiswa pendidikan, jaminan masa depan hingga peluang bekerja di instansi pemerintah maupun BUMD sesuai regulasi.

“Atlet harus merasakan bahwa prestasi mereka memiliki masa depan. Dengan begitu regenerasi atlet akan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Di luar empat faktor tersebut, Roby menilai rekam jejak Miq Hul selama memimpin Lombok Tengah juga menjadi pertimbangan penting.

Menurutnya, Miq Hul selama ini dikenal aktif mendukung berbagai cabang olahraga dan pembangunan ekosistem olahraga di daerah.

BACA JUGA :  Pathul - Nursiah Akan Beri Beasiswa Untuk Tingkatkan IPM di Lombok Tengah

Salah satu indikatornya terlihat pada capaian kontingen Lombok Tengah dalam Porprov NTB XXI yang berhasil melonjak dari peringkat kelima menjadi peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali. Capaian itu dinilai menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembinaan atlet di tingkat daerah.

“Pengalaman memimpin pemerintahan, membina cabang olahraga, serta capaian prestasi Lombok Tengah pada Porprov menjadi modal yang layak dipertimbangkan. Namun, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan pemilik suara dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB,” tegas Roby.

Terlepas dari siapa yang terpilih, Roby menilai Ketua KONI NTB berikutnya akan menghadapi tantangan besar. Selain meningkatkan prestasi atlet menuju PON NTB-NTT 2028, organisasi tersebut juga dituntut memperkuat tata kelola, memastikan pembinaan usia dini berjalan konsisten, memperluas sumber pendanaan di luar APBD, serta membangun kolaborasi dengan dunia usaha agar pembinaan olahraga tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

Menurutnya, figur yang mampu menggabungkan kapasitas manajerial, akses kebijakan, dan komitmen terhadap pembinaan atlet akan memiliki peluang lebih besar membawa olahraga NTB menjadi kekuatan baru di tingkat nasional.

Berita Terkait

ITDC Group dan Polda NTB Matangkan Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Putra Lombok Tengah Bilal Hamka Raih Dua Gelar di Victory Wiraraja Cup 2026
Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
MASMIRAH Championship 2026, Ajang Menjaring Atlet Pencak Silat Lombok Tengah
Dukung Porprov NTB 2026, ITDC Perkuat Peran The Mandalika sebagai Kawasan Sport Tourism
Raih 125 Emas, Kukuhkan Posisi Kontingen Lombok Tengah di PORPROV NTB XII 2026
ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit
Catat Tanggalnya, MRS 2026 Kembali Hadir di Sirkuit Mandalika
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pathul Bahri Berpeluang Besar Memimpin KONI NTB

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:23 WIB

ITDC Group dan Polda NTB Matangkan Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:26 WIB

Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:48 WIB

MASMIRAH Championship 2026, Ajang Menjaring Atlet Pencak Silat Lombok Tengah

Senin, 27 Juli 2026 - 11:01 WIB

Dukung Porprov NTB 2026, ITDC Perkuat Peran The Mandalika sebagai Kawasan Sport Tourism

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Raih 125 Emas, Kukuhkan Posisi Kontingen Lombok Tengah di PORPROV NTB XII 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 08:41 WIB

ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:17 WIB

Catat Tanggalnya, MRS 2026 Kembali Hadir di Sirkuit Mandalika

BERITA TERBARU

Sport

Pathul Bahri Berpeluang Besar Memimpin KONI NTB

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:39 WIB