Bawa Sajam dan Miras Saat Festival Bau Nyale, Langsung Ditindak!

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, S.I.K. mengimbau masyarakat untuk tidak membawa barang berbahaya seperti senjata tajam (sajam), minuman keras (miras) maupun barang terlarang lainnya pada saat pelaksanaan Festival Bau Nyale 2025.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Festival Bau Nyale dengan aman dan tertib. Dilarang membawa senjata tajam, minuman keras maupun barang terlarang lainnya,” ujar AKBP Iwan Hidayat, S.I.K. dalam keterangannya, Senin (18/9).

BACA JUGA :  Dakwaan Dinilai Tidak Konsisten, Acip Pertanyakan UU Tipikor yang Tak Diterapkan Utuh

Ia menyampaikan apabila masih ada masyarakat yang membawa barang-barang tersebut pihaknya akan menindak tegas seusai dengan undang-undang yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Demi keamanan dan kelancaran acara tersebut tidak ada ruang bagi masyarakat yang masih melakukan kegiatan – kegiatan kriminal tersebut, kami tidak segan-segan akan menindaknya,” tegasnya.

Kapolres Lombok Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis di lokasi festival. Selain melakukan pengamanan pihaknya juga akan melakukan patroli serta razia saat festival berlangsung.

BACA JUGA :  Polres Loteng Tangkap Pelaku Curas di Praya Barat Daya

“Kami juga sudah siapkan pengamanan berlapis dari TNI-Polri serta instansi terkait, selain itu para personel gabungan nanti juga akan ditempatkan di masing-masing pos pengamanan yang sudah kita siapkan,” jelasnya.

Festival Bau Nyale merupakan tradisi tahunan masyarakat Sasak yang digelar di pesisir Pantai Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Kasus Penganiyaan WNA di Selong, Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Acara ini menjadi momen bagi masyarakat untuk menangkap cacing laut (Nyale) yang dipercaya memiliki nilai budaya dan mitos tersendiri. Kegiatan ini tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan petugas pengamanan dilapangan untuk menciptakan suasana yang kondusif sehingga festival ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” tambah kapolres.

Berita Terkait

Bawa Tenun dan Kerajinan Ketak, Dekranasda Lombok Tengah Tampil di Kriyanusa Jakarta
42 Pelajar Raih Juara di FTBI Lombok Tengah 2026
Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika
Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade
Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi
ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan
Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah
Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 05:05 WIB

Bawa Tenun dan Kerajinan Ketak, Dekranasda Lombok Tengah Tampil di Kriyanusa Jakarta

Kamis, 24 September 2026 - 07:07 WIB

42 Pelajar Raih Juara di FTBI Lombok Tengah 2026

Kamis, 17 September 2026 - 08:15 WIB

Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika

Jumat, 4 September 2026 - 07:33 WIB

Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:38 WIB

Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:07 WIB

ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:05 WIB

Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 01:05 WIB

Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan

BERITA TERBARU