Peringatan Tegas Asosiasi Peresean Indonesia: Jaga Kehormatan Perempuan dan Tradisi Sasak

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Asosiasi Peresean Indonesia (API) serukan moral dan imbauan tegas kepada seluruh pemangku kepentingan seni budaya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah ini diambil untuk menjaga marwah tradisi Peresean, sekaligus menghentikan pelibatan eksploitasi perempuan sebagai penarik perhatian penonton.

Ketua Asosiasi Presean Indonesia, Jopi Hendrayani, S.H., menegaskan bahwa Peresean merupakan warisan luhur yang mengedepankan keberanian, sportivitas, dan persaudaraan, sehingga tidak boleh dicemari oleh praktik hiburan yang merendahkan martabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Bedah Rumah! GIB Diapresiasi Kapolsek Jonggat dan Wakapolres Lombok Tengah

“Budaya harus dijaga kehormatannya, tradisi harus dilestarikan nilai luhurnya, dan perempuan harus dimuliakan martabatnya,” ujar Jopi dalam keterangannya, (21/10/2026).

Jopi mengingatkan agar seluruh pepadu, paguyuban, panitia penyelenggara, hingga pecinta tradisi Peresean tidak mengorbankan etika kebudayaan demi mendatangkan keramaian atau sekadar meningkatkan antusiasme penonton di arena.

“Oleh karena itu, jangan rusak marwah Peresean dengan menjadikan perempuan sebagai tontonan atau sekadar magnet untuk menarik perhatian penonton,” kata Jopi.

Menurutnya, esensi dan daya tarik utama dari seni Peresean murni bersumber dari ketangkasan para pepadu serta kekayaan nilai kebudayaan masyarakat Sasak, bukan dari perempuan sebagai objek visual promosi.

BACA JUGA :  17 Negara Akan Hadir di MIF Poltekpar Lombok Tahun Ini

“Perempuan bukan alat promosi. Perempuan bukan objek tontonan. Perempuan adalah manusia yang memiliki kehormatan, martabat, dan hak untuk dihormati,” tegasnya.

API juga memberikan peringatan keras kepada panitia atau pihak penyelenggara yang masih kedapatan menggunakan cara-cara yang melanggar kesopanan dan merendahkan harkat perempuan dalam pementasan Peresean mendatang.

“Jika ke depannya masih ditemukan penyelenggaraan Presean yang menjadikan perempuan sebagai daya tarik dengan cara yang merendahkan, melecehkan, atau bertentangan dengan nilai kesopanan dan martabat manusia, maka Asosiasi Peresean Indonesia akan mengambil langkah tegas melalui mekanisme yang sesuai, secara bertanggung jawab dan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tutur Jopi.

BACA JUGA :  Komandan Beserta Personel dan Pengurus Jalasenastri Cabang 9 Korcab III DJA I Hadiri Bazar UMKM Bhayangari Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023

Ia menambahkan, penegakan etika ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang gerak seniman atau mematikan tradisi lokal. Sebaliknya, upaya tersebut dirancang untuk memastikan warisan budaya Sasak tetap dihormati dan diwariskan secara bermartabat kepada generasi penerus.

“JAGA PERESEAN, JAGA MARWAH SASAK!” pungkas Jopi.

Berita Terkait

Dari Barongsai hingga Peresean Jadi Simbol Persatuan dalam Keberagaman Kirab Budaya HUT Ke-81 Lombok Tengah
Bawa Tenun dan Kerajinan Ketak, Dekranasda Lombok Tengah Tampil di Kriyanusa Jakarta
42 Pelajar Raih Juara di FTBI Lombok Tengah 2026
Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika
Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade
Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi
ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan
Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Peringatan Tegas Asosiasi Peresean Indonesia: Jaga Kehormatan Perempuan dan Tradisi Sasak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dari Barongsai hingga Peresean Jadi Simbol Persatuan dalam Keberagaman Kirab Budaya HUT Ke-81 Lombok Tengah

Rabu, 30 September 2026 - 05:05 WIB

Bawa Tenun dan Kerajinan Ketak, Dekranasda Lombok Tengah Tampil di Kriyanusa Jakarta

Kamis, 24 September 2026 - 07:07 WIB

42 Pelajar Raih Juara di FTBI Lombok Tengah 2026

Kamis, 17 September 2026 - 08:15 WIB

Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika

Jumat, 4 September 2026 - 07:33 WIB

Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:38 WIB

Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:07 WIB

ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB